
Mereka pun sampai di sebuah mall perbelanjaan. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari gaun pengantin untuk Ana.
Setelah setengah jam Ana dan Bryan pun menyelesaikan agenda mereka mencari gaunnya. Ana pub pergi ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya.
Tiba-tiba seseorang menabrak Brian. Dia adalah seorang wanita yang tampak cantik. Dia tersenyum pada Brian.
Wanita itu berkata, "akhirnya aku bertemu denganmu."
Dia adalah orang yang membunuh Ana di dalam mimpi Ellie.
"Kau... kapan kau kembali dari luar negeri?" Tanya Brian.
"Baru saja hari ini. Kenapa kau ada di sini?" Tanya wanita itu.
"Oh ya, aku akan menikah pada hari senin depan dan aku datang kemari untuk mencari gaun pengantin." Jawab Brian.
"Apa? Pernikahan?" Ucap wanita itu tampak terkejut.
"Jangan kaget. Ini adalah pernikahan yang didasari cinta dan sudah diatur juga oleh keluarga kami. Kau harus menghadiri pernikahanku Kayla." Ucap Brian.
Wanita itu tersenyum.
"Tentu. Aku akan pergi sekarang, bye Brian." Ucap wanita bernama Kayla itu.
Setelah itu, dia pun pergi.
Ellie lalu mendekati Brian dan bertanya kepadanya.
"Apakah kau mengenal wanita itu?"
Brian menjawab, "tentu saja. Dia adalah Kayla, teman baikku dari SMA."
Ana keluar dengan gaun pengantinnya. Dia terlihat menggemaskan. Brian langsung berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Brian, kita sedang berada di tempat publik." Ucap Hana.
Brian lalu melepaskan pelukannya dan mencium kening Ana.
Brian mengatakan, "Ana, aku tidak sabar menunggu hari senin datang. Bisakah kita menikah sekarang?"
"Apa kau sudah gila?" Balas Ana kepada Brian.
Ellie lalu melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa wanita bernama Kayla itu tengah menatap Ana dengan tajam dan sorot mata penuh kebencian.
Ellie lalu mendekat ke arah Brian dan berbisik di telinganya.
"Brian, sampai hari pernikahan kalian nanti, selalu beri perlindungan kepada Ana." Ucap Ellie.
Brian mengangguk. Ellie lalu bicara kepada Ana.
*"Pergilah ganti pakaianmu."
Ana pun langsung pergi ke ruang ganti. Bryan lalu bertanya kepada Ellie.
"Bisakah kau mengatakan tentang mimpimu itu kepadaku?"
Ellie sangat terkejut dengan ucapan Brian.
"Apa maksudmu? Mimpi apa?" Tanya Ellie.
"Aku tahu tentang kekuatan mimpimu. Ana memberitahuku semuanya." Jawab Brian.
Ellie tampak bertanya-tanya.
"Kapan kau tahu?" Tanya Ellie.
"Tolong jangan marah pada Ana. Aku tahu semuanya saat kita datang ke rumah Ana. Kau bermimpi kan? Sejak dari sana aku tahu. Tapi Ana memintaku untuk merahasiakannya. Jadi aku tidak bertanya apapun padamu. Tapi sekarang aku tidak bisa menahan diriku lagi." Ucap Brian.
Brian pun menganggukkan kepalanya.
Ellie lalu mengatakan semua tentang mimpinya kepada Brian.
"Kau tidak ada di sana karena tengah melakukan sebuah meeting penting dan seseorang membunuhnya." Ujar Ellie.
Brian berteriak, "apa?"
Ellie meminta berlian untuk tidak panik. Brian lalu berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Kita bisa mengubahnya." Ucap Ellie. "Jadi tolong, selalu beri dia perlindungan." Lanjut Ellie.
Brian lalu menelpon seseorang.
"Atur tim yang sudah terlatih dengan baik untuk menjaga Ana." Ucap Brian.
Setelah itu Brian menutup sambungan teleponnya.
"Aku berjanji bahwa aku akan datang kepada Ana saat dia menghubungiku kapanpun itu, meski aku tengah dalam meeting penting sekalipun. Oh Bisakah kau menjelaskan kepadaku tentang kejadian sepenuhnya?" Ucap Brian.
"Apa yang harus di jelaskan lagi?" Tanya Ana yang datang secara tiba-tiba.
"Tidak ada. Itu hanya tentang pekerjaanku saja." Ucap Ellie.
Ana pun tersenyum.
"Baiklah lanjutkan saja." Ucap Ana.
Tiba-tiba Brian memeluk Ana.
"Apa yang terjadi pada mu? Kau tampak ketakutan." Tanya Ana.
Brian tidak menjawab tapi terus memeluk Ana dengan erat.
"Brian, bisakah kau melepaskan ku?" Tanya Ana. "Kau memelukku terlalu erat. Aku bahkan tidak bisa bernafas." Lanjut Ana.
Brian lalu melepaskan pelukannya.
"Maaf sayang." Ucap Brian.
"Oh ya, bagaimana kalau kita pergi untuk memilih gaun pernikahan mu Ellie?" Ucap Ana kepada Ellie.
Namun Ellie tidak mendengarkan Ana karena dia melihat ke sekeliling lagi. Tapi dia tidak melihat sosok Kayla ada di sana.
Ellie tidak bisa mengatakan kepada Brian bahwa Kayla adalah orang yang membunuh Ana di dalam mimpinya, karena itu akan menyakiti Brian. Dia pun memutuskan untuk menyembunyikannya.
"Ellie?" Ucap Ana lagi seraya melambaikan tangannya dihadapan wajah Ellie.
"Ah iya. Ada apa?" Tanya Ellie.
"Kau kenapa?" Tanya Ana lagi.
"Tidak ada apa-apa." Balas Ellie tersenyum.
"Ayo kita cari gaun pengantin untukmu." Ucap Ana.
"Tidak perlu sekarang Ana. Pernikahanku juga belum ditentukan tanggalnya. Lebih baik sekarang kita makan saja. Aku lapar." Ucap Ellie.
"Kalau begitu ayo kita cari restoran yang punya makanan enak." Ucap Brian bersemangat.
"Ayo pergi." Ucap Ana.
Ketiganya lalu pergi mencari sebuah restoran untuk makan siang.
Bersambung...