Dream Love

Dream Love
Mall



PoV Author


Ellie tengah duduk bersama dengan keluarga Brian di ruang makan dan mengobrol dengan tampak tersenyum bersama mereka. Vino turun ke lantai bawah.


Mama Brian dan Ana berkata di saat yang bersamaan Vino.


"Kapan kau datang kemari?"


Mereka berdua melihat satu sama lain dan tertawa. Vino melihat ke arah Brian.


Brian pun menjawab, "dia datang tengah malam Ma."


Mama Brian pun membalas, "baiklah sayang. Kemari lah bergabung bersama kami."


Ana melihat ke arah Ellie dan berkata, "aku rasa kita harus pergi untuk berbelanja. Kau perlu pakaian lainnya."


Ellie mengenakan sebuah pakaian yang memiliki leher yang panjang untuk menutupi bekas gigitan di lehernya yang dilakukan oleh Vino semalam.


"Tidak... kita tidak perlu melakukan itu." Ucap Ellie.


"Tidak, kalian harus pergi. Ini adalah perintah dariku." Ucap Mama Brian.


Mereka semua pun lalu melanjutkan untuk menyantap sarapan mereka.


Brian, Vino, Ellie dan Ana pun akhirnya pergi ke mall perbelanjaan terdekat. Ana mulai memilih gaun untuk Ellie.


"Aku rasa aku akan memilih yang lain saja." Ucap Ellie.


Dia lalu mencari gaun yang bisa menutupi lehernya.


"Apa kita bisa pergi ke sana untuk gaun dengan edisi terbaru?" Ucap Brian.


Ana melihat ke arah Ellie. Ellie pun mengerti dan bicara pada keduanya.


"Kalian pergi saja ke sana. Setelah selesai, aku akan menyusul kalian." Ucap Ellie.


Ana berkata, "tidak... tidak... Kami akan menunggumu di sini. Kau orang baru di kota ini."


Brian lalu melihat ke arah Vino.


"Kalian bisa pergi ke sana. Aku akan menjaga dia." Ucap Vino.


"Itu sangat bagus. Kita bisa pergi sekarang Ana?" Ucap Brian.


Ana pun mengangguk dan mereka berdua lalu pergi ke sana. Sementara Ellie mengambil sebuah gaun dan berlari ke arah ruang ganti untuk segera kabur dari Vino. Vino mengikuti dirinya dan ikut masuk ke dalam ruang ganti bersama dengannya dan mengunci pintu.


...****************...


PoV Vino Adiwijaya


Ellie berlari menjauh dariku berusaha kabur. Aku mengikuti dirinya dan masuk ke dalam ruang ganti lalu mengunci pintunya. Ellie melihat ke arahku dengan tatapan bingung. Aku meraih pakaiannya dan mulai membuka kancing pertamanya. Dia mendorongku tapi kekuatanku lebih dari dirinya.


Aku melihat ke arah lehernya dan itu tampak merah. Aku merasa bersalah.


'Apa yang sudah aku lakukan kepadanya?' pikirku.


Aku lalu membuka pintu dan berjalan keluar dari ruang ganti itu dan mulai berjalan menuju area parkir yang ada di mall itu. Aku mengambil mobilku dan mengendarainya lebih cepat dibandingkan biasanya. Pikiranku dipenuhi dengan banyak hal.


'Sampai sekarang aku tidak pernah menyakiti siapapun, tapi kenapa aku melakukan hal itu padanya? Aku hanya ingin membalasnya. Tapi apa yang sudah aku lakukan?' tanyaku lagi dalam hati.


Tiba-tiba ponselku berdering dan itu panggilan dari Ana. Aku pun menjawab panggilannya.


"Vino, tetaplah bersama Ellie. Tasnya ada bersamaku, jadi dia tidak membawa ponsel atau dompet bersamanya. Kita datang bersama ke mall, jadi bayarlah pakaiannya lebih dulu dan langsung bawa dia pulang ke rumah. Kami tiba-tiba berencana untuk pergi menonton film. Ku mohon Vino, jagalah dia. Di mana dia sekarang?" Ucap Ana padaku.


'Oh Ya Tuhan!'


Aku keluar dalam kondisi marah tadi.


"Dia berada di ruang ganti. Aku akan menjaganya bye Ana." Balas ku.


Setelah itu, aku langsung menutup sambungan telepon dan memutar balik mobil ke arah mall di mana Ellie berada. Beberapa menit kemudian, aku tiba di sana. Aku mencari ke seluruh mall tapi aku tidak bisa menemukannya. Jadi aku pergi ke ruangan pengawas untuk mengecek kamera CCTV.


Aku tiba di ruangan itu dan meminta kepada mereka untuk menunjukkan rekaman kamera CCTV. Tapi seorang pria bertanya kepadaku.


"Siapa kau?"


Aku pun mengatakan namaku dan dia pun membalas, "maaf Tuan."


Aku lalu menunjukkan hasil dari kamera CCTV itu.


Beberapa menit yang lalu, Ellie ternyata dibawa oleh seorang pria ke dalam sebuah mobil berplat nomor xxx. Aku berlari ke arah mobilku dan mulai pergi ke arah di mana mobil itu berada. Jika terjadi sesuatu kepadanya aku tidak bisa menjawab apapun kepada Ana nanti.


Aku pun akhirnya menemukan mobil itu. Aku langsung mencegat mobil itu dan menghentikannya. Seorang pria keluar dari dalam mobil. Aku keluar dari dalam mobil dan berteriak.


"Lepaskan dia."


Pria itu mendekat ke arahku dan berbisik di telingaku.


"Kenapa kau begitu terburu-buru? Apa kau pikir aku akan memakannya?"


Aku benar-benar ingin memukulinya.


Ellie lalu keluar dari dalam mobil dan mendekat ke arah kami. Dia memberikan senyuman palsu kepadaku. Pria itu kembali bicara.


"Dia menunggu dirimu, jadi aku memutuskan untuk mengantarnya."


"Aku akan membawanya sekarang." Balas ku dan memegang tangan Ellie untuk membawa Ellie ke dalam mobil dan mulai menjalankan mobil dengan sangat cepat.


"Bisakah kau lebih perlahan?" Ucap Ellie.


Aku tiba-tiba memberhentikan mobilku dan memegang lehernya.


"Kau pikir apa yang kau lakukan? Jika seseorang mengatakan kepadamu, aku akan mengantarmu, kau akan pergi dengan mereka begitu saja hah?" Ucapku.


Ellie mulai tidak bisa bernapas aku menyadari bahwa aku memegang lehernya dengan sangat erat. Aku melepaskan dia dan berteriak padanya.


"Keluar dari mobil." Ucapku.


Ellie langsung keluar dari dalam mobil. Aku pun mengendarai mobilku pergi dari sana.


Bersambung....