Dream Love

Dream Love
Menikah



Setelah Ellie menutup sambungan telepon dengan Brian, dia lalu meminta air pada Vino yang duduk dihadapannya. Vino dengan segera memberikan segelas air pada Ellie.


"Apa yang terjadi?" Tanya Vino.


Ellie lantas tanpa ragu menceritakan semuanya. Tentang kemampuan yang dia miliki tentang kekuatan dalam mimpinya.


"Apa kau pernah melihat aku dalam mimpimu?" Tanya Vino.


"Aku hanya pernah bermimpi melihat sosok seorang pria yang datang dalam hidupku dan mengambil ciuman pertamaku tanpa aku bisa melihat dengan jelas wajahnya." Ucap Ellie.


Vino tersenyum setelah mengetahui bahwa dia lah pria yang dimaksud oleh Ellie.


Disisi lain, Brian langsung meminta Ana untuk tetap berada di rumah. Padahal hari ini Ana ingin keluar rumah menuju salon.


"Lakukan perawatan di rumah saja. Kau tidak boleh keluar." Ucap Brian.


"Kenapa begitu?" Protes Ana.


"Jika kau mencintai aku, maka kau akan mendengarkan setiap ucapan suamimu ini. Sekarang aku harus pergi dulu. Aku ada urusan penting. Ku mohon tetaplah di rumah." Ucap Brian lalu mencium kening Ana.


Setelah itu Brian bergegas pergi meninggalkan rumahnya untuk menemui Kayla.


"Dia melarang ku keluar rumah. Tapi dia sendiri yang malah keluar rumah. Hmmm tidak adil." Ucap Ana.


Meski kesal, Ana tetap mengikuti perintah Brian. Dia memanggil jasa layanan salon yang datang ke rumahnya.


...----------------...


Di dalam sebuah cafe...


"Aku terkejut saat membaca pesan darimu." Ucap Kayla.


Brian memang mengirim pesan kepada Ellie memintanya untuk bertemu di sebuah cafe.


"Apa kau mencintai aku?" Tanya Brian tanpa basa-basi.


Kayla tampak begitu terkejut.


"A... Apa maksudmu?" Tanya Kayla gugup.


"Jawab saja Kayla. Apa kau mencintai aku?" Tanya Brian lagi.


Kayla hanya tertunduk, tak tahu harus mengatakan apapun.


"Jawab Kayla!" Teriak Brian yang tak bisa menahan emosinya.


Teriakan keduanya mengundang perhatian orang-orang yang ada di cafe itu. Brian tak peduli dengan tatapan aneh yang diberikan orang-orang padanya.


"Tapi aku tidak mencintaimu Kay. Aku hanya menganggap mu seperti adikku sendiri. Kau adalah sahabat baikku sejak dulu." Ucap Brian.


"Kenapa? Apa kelebihan yang dimiliki wanita itu yang tidak aku punya. Aku lebih dulu mengenalmu. Aku lah yang pantas untukmu. Bukan dia." Ucap Kayla dengan mata yang memerah.


"Hentikan Kayla. Hapus kebencian mu itu untuk istriku. Jangan pernah berpikir untuk menyakitinya. Aku memperingatkan mu. Jika kau tidak mau mendengarkan peringatan dariku, bersiaplah akan konsekuensinya." Ucap Brian.


Setelah mengatakan hal itu, Brian pun pergi meninggalkan Kayla yang hanya terdiam dengan air mata yang mengucur deras ke pipinya.


Kayla selama ini memang sangat mencintai Brian. Tapi Brian tak pernah menggubris perasaannya itu.


...----------------...


Keesokan harinya...


Pernikahan Brian dan Ana pun berjalan lancar. Semua orang tampak begitu bahagia termasuk Ellie dan Vino.


Ellie merasa begitu lega karena Brian sudah bisa menjaga Ana dengan baik. Ellie hanya berharap bahwa selamanya Brian bisa menjaga Ana. Dia juga berharap bahwa apa yang terjadi di dalam mimpinya itu tidak akan menjadi kenyataan.


Satu bulan setelah pernikahan Brian dan Ana, kini giliran pernikahan Ellie dan Vino yang dilaksanakan. Vino merasa begitu senang karena diberikan kesempatan untuk menikah dengan Ellie.


"Aku berjanji bahwa aku akan mencintaimu, menjagamu, dan membuatmu bahagia seumur hidupku." Ucap Vino.


"Terima kasih." Balas Ellie.


Pernikahan Ellie membuat saudari tirinya iri. Begitu juga dengan Mama tirinya. Awalnya dia berpikir bahwa pernikahan Ellie dengan Vino akan membuat Ellie menderita dan dia bisa mendapatkan properti, tapi kenyataannya dia tidak mendapatkan sepeserpun.


Keluarga Vino sudah bicara dengan Papa Ellie, bahwa mereka tidak akan memberikan apapun kepada keluarga Ellie. Mereka semua bahkan mengancam akan menjebloskan Mama tiri Ellie ke penjara atas kekerasan yang dilakukan Mama tirinya kepada Ellie selama ini. Jadi Papa Ellie hanya bisa pasrah.


Setelah dua bulan pernikahan, Ellie baru mau memberikan seluruh tubuhnya pada Vino. Dia sudah bersiap untuk memberikan cintanya dan seluruh hidupnya untuk Vino.


Sejak awal pernikahan, Vino memang tidak memaksakan Ellie untuk mau berhubungan dengannya. Vino mau semuanya didasari karena cinta.


Tepat di malam Vino bisa melakukannya, dia terus menciumi tubuh Ellie yang dipenuhi bekas luka ditubuhnya akibat siksaan dari Mama tirinya itu.


"Aku mencintaimu Ellie. Terima kasih atas cinta yang mau kau berikan padaku ini." Ucap Vino.


"Aku juga mencintaimu." Balas Ellie.


...TAMAT...