
Keesokan harinya...
Brian mengantar Ellie pergi ke perusahaan tempat Ellie bekerja. Ellie langsung berjalan menuju meja kerjanya saat ia tiba di gedung perusahaan itu tanpa menghiraukan semua karyawan lain yang terus menatapnya sepanjang jalan dan mereka juga tampak membicarakan dirinya. Ellie terus saja berjalan dengan mengabaikan mereka semua dan langsung bekerja.
Beberapa saat kemudian, seorang karyawati mendekat ke arah Ellie dan bertanya padanya.
"Apakah kau Ellie?" Tanya wanita itu.
Ellie hanya mengangguk.
"CEO memanggil dirimu ke ruangannya." Ucap wanita itu lagi.
Setelah mengatakan hal itu, wanita itu langsung pergi. Ellie lalu berdiri dari tempat duduknya dan mendekati karyawati yang duduk dekat dengannya.
"Dimana ruangan CEO?" Tanya Ellie.
"Kau bisa pergi ke lantai 20." Balas karyawati itu tanpa melihat kearah Ellie.
Ellie lalu bergegas berjalan masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai 20. Setelah tiba di lantai 20, doa langsung menuju ruangan CEO dan masuk ke dalamnya.
Arnold kebetulan melihat Ellie masuk ke dalam ruangan CEO. Dia lalu dengan cepat pergi menemui Liam dan mengatakan apa yang dia lihat. Disaat yang bersamaan, Marco datang menemui mereka dan memperlihatkan video dimana Arnold telah menampar Ellie kemarin.
"Video ini menjadi trending nomor satu di sosial media." Ucap Marco.
"Pasti itulah alasan kenapa dia menemui CEO." Ucap Arnold.
"Kita harus segera kesana." Balas Liam.
...----------------...
Sementara itu di dalam ruangan CEO...
Ellie masuk ke dalam ruangan CEO. Seorang wanita yang merupakan CEO dari perusahaan itu berdiri dengan memegang segelas air ditangannya.
"CEO, saya Ellie..." Ucap Ellie dengan sopan.
CEO itu langsung menyiramkan air yang dipegangnya itu ke wajah Ellie. Ellie menjadi begitu terkejut dengan sikap yang ditunjukkan CEO itu padanya. Ellie sama sekali tidak tahu tentang video yang tersebar di media sosial itu dan menjadi trending topik.
"Kau pikir siapa dirimu itu?" Ucap CEO itu kepada Ellie.
Setelah mengatakan hal itu, CEO itu mendekat ke arah Ellie dan langsung memegang rambutnya.
"Seorang karyawati baru sudah mau berulah di perusahaan ku." Ucap CEO itu lalu menarik rambut Ellie.
Ellie berteriak kesakitan karena rambutnya ditarik dengan begitu keras.
"CEO, tolong lepaskan saya." Ucap Ellie kesakitan.
Pintu tiba-tiba terbuka. Liam, Marco dan Arnold masuk ke dalam ruangan itu.
"CEO, tolong lepaskan dia." Ucap Arnold.
Wanita itu lantas melepaskan tarikannya pada rambut Ellie.
"Kenapa kau datang kemari? Aku tidak memanggilmu." Ucap CEO itu.
Ellie tampak berlutut di lantai. Arnold lalu mendekat kearahnya, membuka jas yang dia kenakan dan menaruhnya ditubuh Ellie untuk menutupi pakaiannya yang tampak basah. Dia lalu membawa Ellie keluar dari dalam ruangan CEO dan pergi lantai teratas dari gedung perusahaan itu. Ellie tampak menangis, dan Arnold tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa membuat Ellie berhenti menangis.
Sementara itu di dalam ruangan CEO...
"Itu semua bukanlah ulah dari Ellie, CEO." Ucap Liam.
Setelah mengatakan hal itu, Liam dan Marco langsung keluar dari dalam ruangan itu dan menyusul Arnold yang membawa Ellie menuju lantai teratas dari gedung perusahaan itu.
Tiba disana, mereka berdua melihat Ellie yang masih menangis. Mereka lalu mendekat ke arah Arnold.
"Apa yang terjadi?" Tanya Liam.
"Dia belum mau berhenti menangis." Ucap Arnold.
Marco lalu mendekat ke arah Ellie.
"Hei, berhentilah menangis. Jika kau terus menangis, orang-orang akan melihatmu dan berpikir bahwa kami bertiga sudah melakukan hal yang buruk padamu." Ucap Marco.
Setelah mendengarkan ucapan Marco, Ellie pun langsung berhenti menangis.
"Maafkan aku, dan terima kasih karena sudah membantu aku tadi." Ucap Ellie.
"Aku yang minta maaf karena sudah menamparmu kemarin." Ucap Arnold merasa bersalah.
"Jika kau mau, kau bisa menampar Arnold sekarang sebagai balasannya." Ucap Marco.
Arnold langsung memukul kepala Marco.
Arnold dan Marco mulai bertengkar seperti anak kecil. Melihat hal itu, Ellie pun lantas tersenyum.
"Kau bisa tersenyum." Ucap Liam.
Mendengar ucapan Liam, Marco melepaskan kerah kemeja Arnold yang dia pegang dan mendekat kearah Ellie.
"Aku Marco." Ucapnya seraya menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ellie.
Ellie menyambut jabatan tangan Marco.
"Aku Ellie." Ucapnya.
"Bisakah kita berteman?" Ucap Marco lagi.
Ellie menganggukkan kepalanya. Liam dan Arnold lalu ikut memperkenalkan diri mereka masing-masing pada Ellie.
"Aku akan memberikan jas mu nanti. Aku masih harus memakainya untuk bekerja." Ucap Ellie pada Arnold.
Setelah mengucapkan hal itu, Ellie hendak berjalan pergi.
"Jika kau ingin mengembalikan jas itu, kau perlu nomor kami untuk menghubungi kami bukan?" Ucap Marco.
Ellie menepuk kepalanya.
"Maaf, ini nomorku, 081234567890. Aku harus melanjutkan pekerjaanku sekarang. Kirimkan aku pesan dengan menulis nama kalian. Sampai ketemu di jam makan siang nanti." Ucap Ellie lalu bergegas pergi.
"Benar-benar gadis yang baik." Ucap Marco.
Setelah itu, mereka bertiga juga kembali ke ruangan mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Bersambung....