
PoV Author
Seseorang mengetuk pintu. Ana berlari ke arah pintu dan ternyata itu adalah Brian yang datang dan masuk ke dalam rumah.
"Hai Ellie, aku rasa aku akan membawa Ana mu ini bersamaku. Bisakah aku membawanya pergi bersamaku?" Tanya Brian.
"Tentu." Balas Ellie.
"Aku akan mengambil barang-barang ku. Kalian berdua mengobrol lah, oke." Ucap Ana.
Ana lalu berlari ke arah kamarnya.
"Brian, jangan tinggalkan Ana sendirian. Jika kau pergi kemanapun aturlah bodyguard untuk menjaganya kumohon." Ucap Ellie.
"Baiklah, aku akan mengurus hal itu." Ucap Brian.
'Aku tidak bisa mengatakan kepadanya tentang mimpiku. Dia tidak akan percaya kepadaku.' Ucap Ellie dalam hati.
Ana keluar dari dalam kamarnya. Setelah itu, dia dan Brian pun mengucapkan selamat tinggal kepada Ellie dan pergi.
Ellie mulai merasa kesepian, dia pergi ke kamarnya dan mulai mempersiapkan untuk interview dan setelah itu dia pun tertidur.
Di malam itu juga, di tempat yang lain...
Seorang pria dan John Louis, Papa Ellie bertemu di sebuah restoran. Mereka berdua pun makan malam bersama.
"Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tanya pria itu kepada John, Papa Ellie.
"Tentu Tuan, katakan saja kepadaku." Balas John.
"Ini bukan tentang masalah bisnis. Ini masalah pribadi." Ucap pria itu.
"Tentu Tuan, katakan saja apa itu." Balas John, Papa Ellie.
"Putraku mencintai putrimu Ellie. Bisakah kita mengatur pernikahan mereka?" Ucap pria itu.
"Tuan...." Ucap John, Papa Ellie begitu bingung.
"Kita bisa mengatur pertunangan mereka kurang dari 1 bulan." Ucap pria itu.
"Tapi dia belum menyelesaikan...." Ucapan John terhenti saat pria itu lebih dulu bicara lagi.
"Aku tahu dia belum menyelesaikan kuliahnya. Kita akan mengatur pernikahan mereka secara rahasia setelah pertunangan. Setelah dia mendapat gelarnya kita bisa mengumumkan itu ke publik." Ucap pria itu.
"Tentu saja Tuan." Balas John, Papa Ellie.
"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang." Ucap pria itu.
Setelah itu, dia pun pergi begitu saja.
John, Papa Ellie melihat jam di tangannya yang menunjukkan sudah pukul 09.00 malam. Dia lalu mengendarai mobilnya pulang ke rumah.
Tiba di rumah, dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Istrinya Emma menggunakan pakaian yang seksi. Pakaian itu cukup seksi untuk menunjukkan kakinya yang jenjang dan pakaian itu juga cukup ketat untuk menunjukkan lekuk tubuhnya.
Bagian atas pakaian yang digunakan juga tidak dikancing dan menunjukkan dadanya. Dia duduk di tempat tidur dan menunggu John mendekat kearahnya.
"John, apa yang kau lakukan di sana? Kemari lah dengan cepat. Aku tidak bisa menunggu lagi." Ucapan Emma.
Emma mulai membuka pakaian John dan bermain dengan dadanya. John melihat ke arah mata Emma dan Emma melihat ke arah matanya juga. John lalu menaruh bibirnya di bibir Emma, tangannya membuka resleting celana Jhon. John berdiri dari atas tempat tidur dan membuka celananya sendiri.
"Sayang, cepatlah!" Ucap John.
Emma mengangguk, tangan kiri John memegang rambut Emma dan Emma pun membuka bokser yang digunakan John.
"Sayang, kau membuatku tidak mengenakan pakaian. Sekarang giliran ku." Ucap John.
Dia lalu menyelipkan tangan kirinya ke dalam pakaian Emma dan mulai bermain dengan dada Emma yang membuat Emma pun merintih.
"Jhoonn...." Rintih Emma.
John menaruh mulutnya di leher Emma dan menggigitnya. Emma memeluk John dan John mulai membuka pakaian Emma. Emma mengenakan pakaian dalam yang seksi.
"Kau tampak begitu seksi." Ucap John.
"Idiot, aku sengaja membuat pekerjaanmu lebih mudah." Balas Emma.
"Kau selesaikan pekerjaanmu sayang. Apa kau ingat apa yang aku katakan di ponsel?" Ucap Emma.
"Tentu saja, aku menunggumu sayang." Balas John.
Mereka pun mulai melakukannya.
...----------------...
Keesokan paginya...
"Kemarin malam orang terkaya di kota kita ini meneleponku." Ucap John.
"Kenapa John?" Tanya Emma.
Emma memeluk Joni dengan sangat erat yang membuat dadanya yang polos menempel di dada John. Hal itu kembali membuat gairah John bangkit.
Mereka lalu kembali berhubungan di pagi hari itu.
"John aku lelah, sudah cukup. Sekarang katakan apa yang terjadi semalam dengan orang kaya itu." Ucap Emma.
John melepas Emma dan mencium keningnya.
"Mereka ingin menikahi putranya dengan Ellie." Ucap John.
"Apa?" Ucap Emma begitu terkejut.
"Aku mengenal putranya. Dia adalah pria yang paling dingin. Dia kejam dan juga playboy. Dia sering tidur dengan banyak wanita. Jika kita mengatur pernikahan ini, kita bisa mendapat properti darinya melalui Ellie. Kita bisa menjalani hidup kita dengan properti itu." Ucap John.
"Aku mencintaimu John." Ucap Emma tampak begitu bahagia.
"Mereka meminta untuk merahasiakan itu semua sampai kelulusan Ellie." Ucap John lagi.
"Baiklah sayang, aku akan mengurus hal itu. Kau bicaralah dengan Ellie tentang hal itu." Ucap Emma.
John, Papa Ellie benar-benar sudah dibutakan oleh cintanya pada sang istri hingga rela melakukan apapun termasuk tidak perduli dengan putrinya sendiri.
Bersambung...