Dream Love

Dream Love
Mimpi Lagi



Vino tiba-tiba memegang tangan Ellie.


"Aku minta maaf jika selama ini aku terus menyakitimu. Itu semua karena kesalahpahaman semata." Ucap Vino.


Ellie tersenyum.


"Lupakan saja. Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku." Ucap Ellie.


"Pertanyaan yang mana?" Tanya Vino bingung.


"Kenapa kau mau menikah denganku?" Tanya Ellie lagi kali ini dengan raut wajah yang begitu serius.


Wajah Vino berubah merah.


'Sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk aku mengungkapkan perasaan ku.' ucap Vino dalam hati.


"Ellie. Apa kau ingat, meski aku selalu mengatakan bahwa aku membencimu tapi aku selalu mencium mu." Ucap Vino.


Kali ini giliran wajah Ellie yang memerah. Dia begitu merona mengingat setiap kali Vino menciumnya dengan paksa.


"Tidak tahu kenapa meski saat itu aku memiliki perasaan benci kepadamu, tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhmu. Aku rasa itu berarti aku mencintaimu." Ucap Vino.


Ellie terdiam dengan wajah yang semakin memerah seperti tomat.


"Ellie, aku tahu kau sebenarnya ingin menolak pernikahan ini. Tapi ku mohon, berikan aku kesempatan untuk membuktikan padamu bahwa aku pria yang pantas untuk menjadi suamimu. Aku ingin melindungi mu. Kau tidak perlu memikirkan semuanya lagi. Kau tidak perlu lagi tinggal di rumah Ana karena kau tidak bisa tinggal di rumah orang tuamu. Kau tidak perlu takut dengan Mama tiri mu itu. Aku akan melindungi mu." Ucap Vino serius.


Mata Ellie tampak berair melihat keseriusan yang ditunjukkan Vino. Meski sebenarnya Ellie masih ragu, tapi toh dia tidak akan bisa membatalkan pernikahannya dengan Vino mengingat orangtuanya yang sudah menentukan pernikahannya ini.


"Baiklah." Ucap Ellie yang membuat hati Vino begitu senang.


...----------------...


Hari minggu, satu hari sebelum pernikahan Brian dan Ana.


"Ana besok kita akan menikah dan apa yang akan aku dapatkan besok malam?" Ucap Brian sambil tersenyum.


Ana tampak bingung dan menjawab, "besok malam apa?"


"Hal-hal apa?" Tanya Ana lagi.


"Oh ya Tuhan. Apa yang akan aku lakukan wanita polos ini." Ucap Brian.


"Apa? Apa maksudmu?" Tanya Ana lagi.


"Lupakan saja." Balas Brian.


Sementara itu, Ellie tengah tidur siang di kediaman keluarga Vino. Tiba-tiba Ellie berteriak yang membuat Vino yang kebetulan tengah lewat di depan kamar Ellie mendengar teriakan Ellie dan langsung masuk ke dalam kamar Ellie.


"Ellie, ada apa?" Tanya Vino menggoyangkan tubuh Ellie.


Ellie terbangun dari mimpinya dengan keringat yang mengucur deras dari keningnya.


"Ada apa?" Tanya Vino lagi.


"Tolong ambilkan ponselku." Ucap Ellie menunjuk ke arah nakas.


Vino langsung mengambil ponsel itu dan memberikannya pada Ellie. Setelah itu Ellie dengan cepat menghubungi Brian.


"Hai Ellie. Kapan kau akan datang? Malam ini kau harus menginap di rumah." Ucap Brian.


"Kayla. Dia orangnya." Ucap Ellie tak menghiraukan ucapan Brian.


"Apa maksudmu?" Tanya Brian bingung.


"Kayla adalah orang yang akan membunuh Ana. Dia melakukannya karena cemburu. Dia mencintaimu. Aku terpaksa memberitahukan mu karena wanita itu sangat nekat. Awalnya aku tidak mau memberitahumu karena dia sahabatmu, tapi aku takut Ana sampai terluka. Dimana Ana? Jangan biarkan dia keluar rumah." Ucap Ellie panjang lebar.


Vino yang mendengar ucapan Ellie hanya menampilkan ekspresi bingung di wajahnya.


"Aa... Apa kau yakin?" Tanya Brian dari seberang telepon dengan wajah yang terkejut setelah mendengar ucapan Ellie.


"Terserah padamu jika kau mau percaya atau tidak. Tapi aku ingin kau memastikan bahwa Ana tidak akan terluka." Ucap Ellie.


Bersambung...