Dream Love

Dream Love
Alasan Kebencian Vino



Hari-hari berlalu...


Selama beberapa hari ini Vino terus berada di dekat Ellie. Dia akhirnya mengetahui bahwa Ellie selama ini tinggal bersama Mama tirinya yang selalu menyiksanya sejak dulu. Hal itu dia ketahui dengan banyaknya luka ditubuh Ellie bekas pukulan dari Mama tirinya itu sejak kecil.


Vino lantas meminta anak buahnya untuk menyelediki tentang latar belakang Ellie. Dari sana lah dia tahu ternyata kebencian yang dia punya untuk Ellie selama ini tak beralasan. Ellie bukanlah gadis yang dulu sudah menjebaknya sampai membuatnya malu.


Sebenarnya selama ini Vino membenci Ellie karena berpikir insiden yang terjadi kepadanya dimasa lalu disebabkan oleh Ellie. Dulu, Vino dan Ellie memang berada dalam sekolah yang sama. Vino pernah dikerjai oleh seseorang dengan mengambil seragam putih abu-abunya saat dia mengganti pakaian di ruang ganti setelah berolahraga. Bahkan kostum olahraganya pun dibawa kabur oleh orang yang dipikir Vino adalah Ellie.


Hari itu Vino menjadi bahan tertawaan satu sekolah karena dia harus keluar dari dalam ruang ganti hanya mengenakan handuk kecil yang dia bawa untuk mandi.


Sejak saat itu Vino menjadi benci pada Ellie dan mencari cara untuk membalas dendam.


Dahulu, Amelia seorang temannya yang mengatakan kepadanya bahwa Ellie lah yang melakukan hal itu padanya untuk memenangkan taruhan. Vino memang tidak terlalu mengenal Ellie. Dia hanya tahu jika Ellie berasal dari keluarga miskin.


Dimasa lalu Vino memang dengan mudah percaya pada orang lain. Dia dengan cepat percaya pada perkataan Amelia, terlebih saat Amelia menunjukkan bukti dimana dalam sebuah video Ellie tampak membawa pakaian milik Vino. Namun pada kenyataannya, itu adalah ulah Amelia yang meminta Ellie untuk mengantar pakaian Vino ke ruang UKS.


Vino baru bisa membalaskan dendamnya saat ini karena baru sekarang dia mengetahui keberadaan Ellie. Terlebih juga karena selama ini dia berada di luar negeri.


Hari ini, Vino mengajak Ellie pergi ke mall untuk mencoba gaun pernikahannya. Ellie awalnya ragu, tapi setelah dipaksa oleh Oma Vino, dia akhirnya setuju.


Ellie masih bingung, bagaimana caranya dia ingin menghindari pernikahan dengan Vino karena tidak ada cinta diantara mereka. Terlebih Vino yang selalu memberikan tatapan benci padanya.


Keduanya tiba di butik tempat mereka akan mencoba kostum pernikahan mereka.


Ellie lebih dulu mencoba gaunnya dan saat dia keluar dari ruang ganti, Vino tampak terpesona. Dia bahkan tidak bisa berkata apa-apa melihat Ellie yang tampak begitu cantik dan elegan.


Wajah Ellie langsung tampak merona setelah mendengar ucapan Vino.


Vino sendiri setelah tersadar langsung memalingkan wajahnya dari Ellie.


Setelah selesai mencoba gaun pengantin, Vino lantas mengajak Ellie untuk pergi makan siang.


Keduanya duduk berhadapan menunggu makanan pesanan mereka datang. Ellie akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Vino tentang apa yang mengganjal di hatinya.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Ellie.


"Silahkan." Balas Vino.


"Ke... Kenapa kau setuju menikah denganku. Padahal kau membenciku." Ucap Ellie terbata-bata.


Vino terdengar menghela nafas panjang. Dia lalu terlebih dulu menceritakan apa alasannya membenci Ellie.


Setelah mendengarkan semuanya Ellie pun akhirnya mengerti. Dia kembali mengingat di masa lalu sebelum dia pindah sekolah dari sekolah yang sama dengan Vino setelah insiden yang menimpa Vino waktu itu, dia selalu mendapatkan teror. Ternyata itu semua ulah Vino. Ellie yang saat itu tak tahan dengan semua teror yang dia terima memutuskan untuk pindah sekolah. Dan sekarang dia mengetahui apa alasan dibalik semua teror itu.


"Kau memang seorang pendendam." Ucap Ellie menatap Vino.


Bersambung...