Dream Love

Dream Love
Salah Kamar



PoV Vino Adiwijaya


Aku melihat sekeliling.


'Oh ya Tuhan, ini ternyata bukan kamarku.'


Jika seseorang datang kemari, mereka akan salah paham padaku. Aku langsung menutup mulut Ellie dengan tanganku.


"Jangan teriak." Ucapku.


Aku mendengar suara langkah kaki dan itu semakin mendekat. Seseorang berjalan ke arah kamar ini dan dia mencoba untuk membuka pintu.


Wanita idiot ini tidak mengunci pintu kamarnya. Itulah alasan kenapa aku bisa masuk ke kamar yang salah. Aku lalu menariknya menuju kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dengan cepat.


"Apa yang terjadi Ellie? Kenapa kau berteriak?" Ucap Mama Brian.


Ellie melihat ke arahku.


Apakah dia berencana untuk mengatakan yang sebenarnya?


Tidak bisa, itu akan membuat masalah yang besar.


"Kenapa kau melihat ke arahku? Jika dia melihat ku bersamamu, dia akan salah paham. Katakan suatu kebohongan." Ucapku dengan suara perlahan.


Mama Brian kembali mengetuk pintu kamar mandi dan bertanya.


"Apa terjadi sesuatu?"


"Tidak... tidak Tante. Aku hanya melihat serangga besar dan berteriak Maaf." Ucap Ellie.


'Apa, serangga besar? Apakah dia berpikir bahwa aku ini serangga besar? Apa yang sedang terjadi di sini wanita ****** ini selalu menggangguku.' pikirku dalam hati.


"Oh ya Tuhan... Aku pikir sesuatu sudah terjadi kepadamu, gadis nakal. Aku akan pergi sekarang. Turunlah untuk sarapan." Ucap Mama Brian.


Setelah mengatakan hal itu, dia pun pergi dari kamar itu.


Ellie hendak melangkah keluar namun dia kehilangan keseimbangannya dan memegang tanganku. Aku mencoba untuk berdiri tapi aku juga terjatuh karena licin dan kami berdua terjatuh ke dalam bath up yang terisi penuh dengan air. Pakaianku semuanya basah.


Saat aku mulai berdiri dari dalam air, Ellie malah tetap berada di dalam air dan tampak benar-benar seperti orang yang tengah tenggelam. Aku lupa bahwa dia begitu ketakutan terhadap air. Aku membawanya keluar dari dalam air dan dia langsung memelukku dengan sangat cepat.


Aku menggendongnya dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi. Dia belum juga melepaskan aku. Aroma tubuhnya sangat wangi dan dia begitu hangat yang membuatku tertarik.


Setelah beberapa saat, aku pun bicara padanya.


Dia langsung melepaskan aku dan meminta maaf.


Aku tidak tahu harus bicara apa. Jadi aku tetap terdiam dan melihat ke arahnya. Pakaiannya benar-benar basah dan dia menggunakan gaun malam. Gaun itu menempel di kulitnya dan sedikit transparan. Aku bahkan bisa melihat dari atas sampai ke bawah tubuhnya.


Dia benar-benar memiliki bentuk tubuh yang indah. Beberapa bagian tubuhnya tampak transparan dan dia memiliki tanda di dada kirinya dan dadanya itu tertutupi dengan bra berwarna merah dan perutnya tampak begitu datar dan di bawah, kucing kecilnya itu tertutup dengan dalaman berwarna merah. Kakinya juga begitu jenjang.


Aku melihat ke wajahnya dan matanya terlihat begitu polos. Air terjatuh dari lehernya dan membuat aku kehilangan kontrol akan diriku. Aku ingin memakannya sekarang. Aku lalu mendekat ke arah pintu dan menguncinya. Aku lalu berbalik ke arahnya dan perlahan mendekat ke arahnya. Dia mulai berjalan mundur dan membuatnya terjatuh ke atas tempat tidur.


'Wow, Tuhan sedang membantuku.'


Aku tersenyum dan naik ke atas tubuhnya. Dia mencoba untuk bergerak, tapi aku langsung menekannya ke arah tempat tidur dan memegang tangannya.


"Tinggalkan aku atau aku akan berteriak." Ucap Ellie.


"Berteriak lah jika kau bisa, tidak akan ada yang mendengarkanbmu karena kamar ini kedap suara." Balas ku dengan tersenyum.


Aku tidak bisa menunggu untuk memakannya. Aku lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya dan menaruh bibirku di telinganya dan menciumnya perlahan. Aku laku memindahkan ciumanku ke arah lehernya. Dia berusaha melawan dan aku memegangnya dengan sangat erat.


"Tolong lepaskan aku, kumohon." Ucap Ellie.


'Bagaimana aku bisa melepaskan mu sekarang?' ucapku dalam hati.


Aku pun menggigit lehernya yang membuatnya mulai menangis dan meminta kepadaku untuk melepaskannya. Ponselku bergetar yang membuat aku kembali kepada kesadaran ku dan melepaskannya.


Dia langsung berlari ke arah kamar mandi dan mengunci pintunya.


'Apa yang baru saja aku lakukan? Bagaimana aku bisa kehilangan kontrol diriku akan dirinya? Aku harus membalasnya.'


Aku tidak bisa pergi dari kamar ini menuju kamarku. Sekarang aku memerlukan bantuannya. Aku lalu mendekat ke arah kamar mandi dan mengetuk pintunya.


"Hei, kau harus pergi ke kamarku dan membawakan pakaianku atau aku tidak akan bisa meninggalkan kamar ini. Mereka akan salah paham terhadap kita berdua." Ucapku.


Beberapa saat kemudian dia keluar dari dalam kamar mandi. Tanpa melihat ke arahnya, aku mengatakan kepadanya, "di sisi kiri, kamar pertama itu adalah kamarku. Pergilah ke sana ambil pakaianku dan kembali kemari dengan secepatnya."


Dia langsung keluar dan kembali lagi dengan membawa pakaianku. Aku mengambil pakaian itu dan masuk ke dalam ruang ganti untuj mengganti pakaianku dan saat aku keluar, aku tidak menemukannya berada di dalam kamar.


Aku lalu turun ke lantai bawah dan menyadari bahwa Ellie sudah duduk dengan keluarga Brian di ruang tamu dan tampak tertawa bersama.


Bersambung....