Dream Love

Dream Love
Hari Ujian



PoV Author


Oma Victoria dan Ellie mulai mengobrol.


Mereka makan siang dan terus mengobrol sepanjang waktu. Oma Victoria pun mulai menyukai Ellie.


"Apa kau menyukai seseorang?" Tanya Oma Victoria.


"Oma..... Bagaimana Oma bisa tahu?" Balas Ellie balik berTanya dengan senyuman yang ceria di wajahnya.


"Jangan tinggalkan dia untuk alasan apapun." Balas Oma Victoria.


"Tentu Oma, aku tidak akan meninggalkannya." Ucap Ellie.


"Seberapa besar kau mencintainya?" Tanya Oma Victoria lagi.


"Dia adalah hidupku." Balas Ellie.


Bibi Rina kemudian masuk ke dalam ruangan dimana Ellie dan Oma Victoria tengah mengobrilol.


"Ini saatnya untuk meminum obat Nyonya." Ucap Bibi Rina seraya memberikan obat kepada Oma Victoria.


Setelah selesai meminum obat dan mengobrol, Oma Victoria meminta sopir untuk mengantar Ellie pulang. Ellie pun pergi dan setelah itu, Oma Victoria lalu menelepon putranya.


"Aku menyukai Ellie, aturlah pernikahan mereka. Aku ingin segera melihat cicit ku." Ucap Oma Victoria.


"Jangan khawatir Mama, aku akan mengurus semuanya." Balas suara dari seberang telepon.


...----------------...


Di tempat lain....


Ellie pun tiba di rumah Ana.


Saat malam hari, Ana pun kembali ke rumahnya dan langsung menemui Ellie.


"Apa kau sudah mendapat informasi bahwa minggu depan ujian semester akan dimulai." Ucap Ana pada Ellie.


"Tidak, kapan?" Tanya Ellie.


"Haru senin." Balas Ana.


"Apa? Sekarang ini sudah hari kamis, jadi tersisa waktu 3 hari lagi yang tersisa." Ucap Ellie panik.


"Iya Ellie, jadi kita harus bekerja keras untuk belajar." Balas Ana.


"Bisakah kau membantuku tentang satu hal lagi?" Tanya Ellie.


"Tentu." Balas Ana.


"Ana, bisakah kau ikut ke rumahku besok?" Tanya Ellie.


"Baiklah." Balas Ana.


Ellie lalu menelpon Alan untuk menginformasikan tentang ujian mereka. Tapi ponsel Alan tidak aktif, jadi Ellie pun mengirimkan pesan kepada Alan.


Setelah itu, Ana dan Ellie pun mulai belajar.


...----------------...


Hari berikutnya....


Setelah jam 10.00 pagi, mereka berdua pun keluar dari dalam rumah Ana menuju ke rumah Ellie.


Tiba di rumah Ellie, dia langsung naik ke lantai atas. Sementara Ana duduk di sofa yang ada di teras depan. Ellie pun sampai di kamarnya. Dia mengambil kartu identitasnya, buku album foto yang dia simpan sebagai kenangan dari Mama nya dan beberapa pakaian dan gaun kasual yang biasa digunakannya.


Setelah itu, mereka berdua pun kembali ke rumah Ana lagi.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya Ana.


"Tidak Ana. Ini hanya kesalahpahaman di antara Mama tiri ku dan aku. Tidak ada yang lainnya, semuanya akan baik-baik saja secepatnya. Kau jangan khawatir tentang aku. Sekarang ayo kita belajar." Ucap Ellie.


Mereka berdua pun kembali belajar untuk persiapan ujian.


...----------------...


Hari ujian pun datang....


Brian datang ke rumah Ana. Dia menjemput Ana dan Ellie untuk mengantar mereka ke kampus.


Ana dan Ellie berada di fakultas yang berbeda, jadi Ana berjalan ke arah lainnya. Ellie pun melihat sosok Alan. Alan tersenyum kepadanya.


"Aku baik-baik saja. Mamaku yang mengambil ponselku. Itulah kenapa aku tidak bisa menelpon mu. Maaf Ellie." Ucap Alan.


"Tidak apa-apa Alan. Apa kau sudah bersiap-siap untuk ujian ini?" Tanya Ellie.


"Iya." Balas Alan.


Mereka berdua pun lalu pergi ke dalam kelas dan ujian pun dimulai.


Hari-hari pun berlalu. Mereka semua belajar dengan keras untuk ujian selanjutnya.


Di tempat lain, Vino pergi untuk melakukan meeting sementara Brian dan Ellie menjadi semakin dekat seperti kakak dan adik.


...----------------...


Hari terakhir ujian...


"Aku harus pergi kembali ke rumah orang tuaku Ellie. Jaga dirimu, aku tidak bisa menelepon mu. Aku akan kembali secepatnya." Ucap Alan.


"Baiklah." Balas Ellie.


Alan lalu pergi, sementara Ana dan Ellie kembali ke rumah sore harinya.


...----------------...


Di tempat lain...


"Aturlah pertemuanku dengan John Lewis malam ini." Ucap Papa Vino pada asistennya.


"Baik Tuan." Balas asistennya itu.


Di sisi lain...


"Sayang, aku akan terlambat pulang malam ini." Ucap John, Papa Ellie pada Emma, istrinya.


"Kenapa John?" Tanya Emma istrinya.


"Aku mendapat sebuah panggilan penting. Mereka ingin bertemu denganku malam ini." Balas John.


"Aku merindukanmu di kamar kita. Aku pikir kita akan mencoba posisi yang berbeda malam ini. John, kenapa kau melakukan ini padaku?" Ucap Emma.


"Aku juga merindukanmu sayang. Jangan khawatir, aku akan kembali secepatnya. Jangan tidur dengan cepat cintaku." Ucap John.


"Aku mencintaimu. Baiklah, pulanglah dengan cepat." Ucap Emma.


"Tentu sayang, bye." Balas John.


...----------------...


Di rumah Ana...


"Apa rencana mu untuk liburan nanti?" Tanya Ana pada Ellie.


"Tidak ada. Aku hanya akan melakukan interview untuk sebuah perusahaan. Jadi aku harus menghadiri interview itu, kau sendiri bagaimana?" Tanya Ellie.


"Aku mendapat sebuah panggilan dari Mama Brian sore ini. Dia memintaku untuk tinggal bersamanya. Jadi aku harus pergi ke sana." Balas Ana.


"Wow, apakah dia menyayangimu?" Tanya Ellie.


"Iya, setiap orang dalam keluarga Brian sangat menyayangiku." Balas Ana.


"Aku bahagia untukmu Ana." Balas Ellie.


"Tapi...." Ucap Ana dengan wajah sedih.


"Kenapa kau sedih?" Tanya Ellie.


"Brian sekarang tengah dalam perjalanan untuk menjemput ku. Aku harus pergi malam ini. Kau harus berada di sini sendirian. Aku...."


"Ayolah Ana.... Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau pergilah bersama Brian." Ucap Ellie memotong ucapan Ana.


"Tapi...." Ucap Ana.


Seseorang terdengar mengetuk pintu. Ana berlari ke arah pintu dan ternyata Brian yang datang.


"Hai Ellie, aku rasa aku akan membawa Ana mu ini bersamaku." Ucap Brian.


Bersambung....