Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
07. Kekuatan Feng Jiu



"Target dari misi ini adalah membunuh seekor Babi Merah Bergerigi. Biasanya terdapat di dalam hutan monster. Aku sendiri tak pernah melawannya, jadi kurang tahu bagaimana bentuknya..." Ocehan Lan Meiyu.


Dari awal perjalanan hingga sekarang, Lan Meiyu tak henti-hentinya berbicara. Dia ingin mengabaikan ocehan gadis itu, namun takut akan ditanyakan hal-hal yang dia katakan.


"Hey Lan Meiyu, sepertinya ada sesuatu di depan sana.." Feng Jiu menunjuk ke arah depan jalan yang mereka lewati.


"Sesuatu? Aku tidak merasakan ada apa-apa?" Lan Meiyu mengangkat kedua bahunya.


'Aneh, apakah hanya perasaan ku saja ya?' Feng Jiu mengelus dagunya.


"Sudah tidak perlu dipikirkan. Sebaiknya kita menyesuaikan misi kita secepat mungkin!" dia membuang jauh-jauh pemikiran sebelumnya.


{•••}


"Babi Merah Bergerigi berada tidak jauh dari kita sekarang." Lan Meiyu berbicara pada Feng Jiu dengan suara kecil.


"Bagaimana kau bisa tahu?" pertanyaan Feng Jiu membuat Lan Meiyu menatapnya seakan dirinya seperti orang bodoh.


Masih fokus dengan keadaan di depannya, Lan Meiyu menjawab pertanyaannya, "Tentu saja aku bisa merasakan aura nya dari sini."


"Sudahlah tidak perlu berlama-lama. Babi! Lawan aku!" Lan Meiyu berteriak kencang untuk menarik perhatian Babi Merah Bergerigi.


OIIK!


Suara semak-semak bergerak terdengar dengan suara babi hutan yang besar. Beberapa pohon tampak tumbang.


"Wah gilak, ditabrak saja pohon tersebut bisa hancur!" Feng Jiu tentu terkejut melihat kekuatan hewan buas tersebut.


Dia menarik pedangnya untuk berjaga-jaga, Lan Meiyu juga sama.


"Serahkan dia padaku!"


{20 Menit Kemudian}


OIIKK!


Dengan rintihan terakhirnya, Babi Merah Bergerigi tumbang. Di sisi Lan Meiyu, dia terlihat tidak terluka banyak, namun nampak kelelahan.


Gadis itu mengeluarkan sebuah botol giok dari dalam cincinnya, dan ternyata botol giok tersebut berisi pil. Dia mengkonsumsi satu pil dari botol giok itu.


Feng Jiu menebak itu mungkin adalah pil pemulihan yang bisa membantu mempercepat pemulihan stamina.


"Huft, butuh sepuluh menit bagiku untuk pulih." ucap Lan Meiyu.


Dia memasukkan jasad Babi Merah Bergerigi. Sebelum pergi dari sana, terdengar suara langkah beberapa orang dari dalam hutan.


"Nona manis, anda ingin pergi kemana setelah mengambil hasil buruan kami?" suara seseorang dari dalam hutan membuat Lan Meiyu dan Feng Jiu berhenti.


"Siapa?!" Lan Meiyu berbalik badan dan mengeluarkan pedangnya.


Sekitar 7 orang pemuda lima belasan tahun keluar dari pepohonan. Mereka menggunakan seragam ungu yang tidak dikenali oleh Feng Jiu.


"Sekte Cakrawala Abadi?" Lan Meiyu berkata dengan ragu-ragu.


"Hahaha! Ternyata kau mengetahui darimana kami berasal." pemuda paling depan tertawa.


"Kalau begitu, kembalikan hasil buruan kami jika tak ingin berakhir mengenaskan!" dia mengancam Lan Meiyu dengan aura pelatihannya.


"Humph! Hanya Alam Bawaan Level 7 saja sudah berani menggertak ku yang merupakan Alam Pemurnian." Lan Meiyu melipat tangannya.


"Hehe, memang benar aku hanya Alam Bawaan Level 7. Tapi saudara ku yang lainnya rata-rata berada di Alam Bawaan Level 5 dan 6. Dan lagi, kau baru saja bertarung dengan Babi Merah Bergerigi. Jadi kau tidak ada kesempatan untuk menang!"


'Cih, datang dari mana orang ini? Sekte Cakrawala Abadi? Sekte apa itu? Dan lagi, buruan mereka? Jelas-jelas Lan Meiyu yang mengalahkannya sendiri tadi.' batin Feng Jiu kesal.


"Senior, apakah kau yakin kita bisa menang darinya? Walaupun kita bisa menang pun, aku takut latar belakangnya pasti menakutkan."


"Kau diam saja. Cepat siapkan diri untuk melawannya." dia berkata pada murid-murid lain di belakangnya.


"Tunggu Lan Meiyu!" Feng Jiu menghalangi Lan Meiyu dengan tangannya.


Dengan ekspresi wajah bertanya-tanya, Lan Meiyu bertanya, "Kenapa menghalangiku?"


"Lihat saja dulu!" Feng Jiu menjawab dengan nada berbisik.


Gadis tersebut kebingungan, namun tetap mengangguk sebagai respons perkataan anak laki-laki itu.


"Senior-senior. Kami akan memberikan Babi Merah Bergerigi jika kalian bisa mengalahkan ku dalam pertarungan satu lawan satu!" Dengan menelungkupkan tangannya beserta nada yang sopan, Feng Jiu berusaha berbicara dengan mereka.


"Hahaha! Hanya seorang Alam Bawaan Level 2! Kakak senior, biar aku saja yang bertarung melawannya." seorang pria sedikit gendut menawarkan dirinya untuk bertarung.


"Baiklah, berikan dia sedikit penderitaan agar dia mengingat bagaimana kehebatan sekte kita!"


"Dimengerti!" pria gendut itu maju ke depan.


Diam-diam Feng Jiu tersenyum. Dia juga maju dan mengeluarkan pedangnya yang merupakan Senjata Spiritual tingkat 3.


"Itu? Senjata Spiritual tingkat 3?! Kakak, senjata itu akan meningkatkan kekuatan mu jika kau memiliki nya!" murid lainnya berucap setelah melihat pedang milik Feng Jiu.


Pria gendut menatap sekilas ke seniornya. Setelah itu dia mengangguk.


"Mohon senior memberikan sedikit nafas untukku." Feng Jiu tersenyum tipis.


Tanpa berlama-lama, pria gendut itu langsung melesat ke arah Feng Jiu dengan tinjunya yang mengeluarkan Energi Spiritual.


"Tinju Macan Hou!" dia mengeluarkan Energi Spiritual berbentuk kepalan tangan yang melesat cepat ke arah Feng Jiu.


"Penglihatan Kekacauan." Seketika setelah mengaktifkan ilmu tersebut, iris mata Feng Jiu berubah menjadi merah cerah.


Di pandangan Feng Jiu, serangan tersebut menjadi sedikit lebih lambat. Jadi dia dapat menghindarinya tanpa kendala.


'Mari kita lihat seberapa jauh kau bertahan dari ku bocah!'


"Multi Tinju Macan Hou!" pria gendut itu mengeluarkan lebih banyak energi berbentuk tinju, namun semuanya dapat dihindari oleh Feng Jiu.


'Wuah, kemampuan ilmu ini sungguh hebat. Tanpa ilmu ini mungkin aku sudah mati dari awal tadi!' Feng Jiu tersenyum senang.


"Feng Jiu awas!" Mendengar teriakan Lan Meiyu, Feng Jiu tersadar dari pikirannya.


Ada satu serangan lagi yang tidak sempat di hindari olehnya.


BUUMMM


"Feng Jiu!!" Lan Meiyu memanggil nama Feng Jiu dengan suara parau.


"Nona, sudah berakhir. Seperti perjanjian, kalian harus mengembalikan buruan kami sebelumnya." murid senior Sekte Cakrawala Abadi itu tersenyum, dia mengangkat tangan kanannya dan menggerakkan jari telunjuknya.


"Persetan dengan kalian!" Lan Meiyu menarik pedangnya keluar.


"Siapa yang mengatakan ini sudah berakhir." semua orang mengeluarkan ekspresi terkejut saat mendengar suara Feng Jiu dari kepulan debu.


Sosoknya keluar dari debu yang mengepul. Tidak ada luka yang terlihat. Hanya saja lengan baju nya menjadi puntung.


"Apa?" pria gendut terkejut melihat kondisi Feng Jiu yang masih baik-baik saja.


"Tidak mungkin! Seorang Alam Bawaan Level 2 dapat bertahan dari serangan jurus ku secara langsung!" dia berkata dengan nada tidak percaya.


'Fyuh, untung saja respons ku cepat. Walaupun tidak sempat menghindar, namun aku masih sempat mengaktifkan Pengerasan Tubuh.' Feng Jiu menatap tangannya yang terkepal.


'Pengerasan Tubuh ini juga menyerap serangan yang diterima! Aku langsung menerobos ke Alam Bawaan level 3 langsung! Energi yang di serap langsung dialihkan ke tangan kiri ku yang menyerap serangan.'


'Ilmu ini sungguh hebat. Tak terbayangkan bagaimana dengan ilmu yang lain jika aku sudah lebih kuat! Kaisar Iblis, terimakasih atas warisan mu!'