
Di waktu bersamaan, pada sebuah pulau di Kerajaan Hou. Terlihat tiga orang yang sedang duduk dan mengobrol di temani dengan suasana pantai yang damai.
Dua sosok yang sudah sepuh, nampak tegang di hadapan seorang pemuda yang terlihat santai, dimana pemuda tersebut menyesap teh yang berada di dalam cangkir dan tersenyum ke arah kedua sepuh tersebut.
'Padahal dia masih muda, tapi aura yang di keluarkan nya sangat mencekam!' kedua pria sepuh tersebut bukanlah orang yang baru saja memasuki dunia beladiri, mereka sudah menggeluti nya selama ratusan tahun.
Berbagai orang dengan sifat yang berbeda telah mereka temukan, tapi orang seperti pemuda di hadapan mereka tidak memiliki sifat yang mencerminkan auranya.
Pemikiran pria sepuh tersebut hanya tertuju pada satu hal, yaitu pelatihan sesat. Pemuda tersebut kemungkinan melatih metode sesat untuk menjadi lebih kuat dengan cepat, dan aura mencekam yang dimilikinya mungkin berasal dari roh-roh orang yang menjadi tumbal.
'Kudengar dia sangat berbahaya. Walaupun sekarang bisa mati jika terkena ingus ku yang terbang karena bersin, dalam lima tahun lagi dia bisa lebih kuat dariku..' salah satu pria sepuh dengan rambut pendek membatin, menatap wajah pemuda tersebut dengan mata sipit.
"Senior Yen, kenapa anda melihat ku seperti itu? Hm, penawaran ku kurang menarik yah?" tanya pemuda itu.
"Et, tidak, tidak.. Penawaran yang pangeran keenam berikan cukup menarik. Aku yakin sekte ku bisa berkembang pesat dan sumberdaya pelatihan untuk murid-murid ku terjamin selama 20 tahun. Tapi.. Menggerakkan 20 ribu pembela diri.."
Jawaban Senior Yen membuat pemuda yang bukan lain adalah pangeran keenam atau Tang Yuoren tampak tidak senang.
"Senior Yen, anda tidak perlu khawatir. Aku akan berusaha membuat strategi agar kerugian di pihak kita seminim mungkin, jadi anda tidak perlu khawatir.." perkataan Tang Yuoren tidak membuat wajah Senior Yen membaik.
Malahan timbul kerutan di dahinya, 'Sejak kapan kau begitu pintar menyusun strategi? Jika bukan karena kelompok dibelakang mu, aku juga tidak sudi bekerja sama dengan pangeran bodoh seperti mu!' umpatnya dalam hati.
"Bagaimana dengan anda, Master Ji?" Tang Yuoren mengalihkan pandangannya ke pria sepuh dengan janggut panjang dan rambut yang mencapai pinggang.
Pria sepuh itu berdiri diam dari tadi hanya mendengar saja, "Asalkan aku bisa mendapatkan pusaka itu. Menggerakkan 50 ribu pembela diri juga bukan masalah!"
Tang Yuoren tersenyum puas mendengar jawaban Master Ji. Kemudian dia bangkit dari tempat duduknya.
"Diskusi telah berakhir. Kalian kembalilah ke sekte masing-masing. Aku harus berlatih lagi dan menjadi lebih kuat untuk menjadi raja, hahahaha!" Tang Yuoren tertawa cekikikan saat berjalan menjauh.
Kedua pria sepuh itu hanya berpandangan sesaat, kemudian mereka menghilang dari tempatnya.
...{•••}...
Sesaat kemudian setelah Feng Jiu meninggalkan penginapan. Senior Feng terkejut dengan kedatangan pria yang mengenakan baju besi dengan lambang keluarga kerajaan.
"Jenderal Kerajaan?!" teriaknya.
Jenderal itu mengerutkan keningnya melihat keadaan penginapan yang penuh kerusakan serta darah yang membekas. Dia menemukan sekelompok pemuda yang terluka dan di kelilingi oleh beberapa pria dewasa.
"Apa yang terjadi! Bisa jelaskan?" dia bertanya dengan nada yang tegas dan sedikit menekankan aura pelatihannya, sehingga semua orang merasa harus berlutut di hadapannya.
"Jenderal Kerajaan, saya Hua Xiaoyue, murid dari Sekte Bintang Barat..." Hua Xiaoyue merasa hanya dia yang dapat memberikan penjelasan saat melihat rekannya terkapar.
Beberapa menit kemudian setelah mendapatkan semuanya dengan rinci, Jenderal Kerajaan memerintahkan pasukan penjaga kota untuk menahan orang-orang yang menculik Tang Weilan.
Serta dia memberikan perintah rahasia pada pasukannya yang berada di Kaifeng untuk mencari pendekar dengan topi jerami yang dijelaskan oleh Hua Xiaoyue sebagai orang yang membantunya, namun tidak diketahui maksud dan tujuannya.
"Interogasi pembuat kekacauan ini nanti. Mungkin kita bisa mendapatkan petunjuk tentang pendekar topi jerami.." perintah Jenderal Kerajaan tersebut.
"Jenderal, kenapa anda sangat tertarik dengan pendekat ini?"
"Kenapa malah bertanya? Lakukan saja tugas mu!"
...{•••}...
Feng Jiu ingin membawa Tang Weilan kembali ke Puncak Yunjin, namun dia mengingat bahwa orang yang tidak memiliki identitas apapun terhadap sekte di larang masuk ke sana.
Hal ini membuatnya pusing memikirkan Tang Weilan akan di kemana kan. Merawatnya di penginapan bukanlah pilihan baik, dimana pihak yang ingin menculiknya masih bisa mencari keberadaannya.
Sedangkan membawanya kembali ke hutan monster terlalu berbahaya. Untuk sesaat Feng Jiu menyesali dirinya membantu tanpa memikirkan bagaimana tanggungan yang dia lakukan kedepannya.
"Setidaknya yang terjadi sekarang bisa menjadi pelajaran bagi ku." Feng Jiu tersenyum kecut karena kebingungan.
Akhirnya putusan akhirnya adalah pergi ke Taiyuan. Sekalian dia juga ingin kembali ke Puncak Yunjin untuk berlatih.
Tapi pertama-tama Feng Jiu menunggu pangeran ketiga belas itu sadar. Ia perlu menunggu berjam-jam hingga Tang Weilan tersadar.
...{•••}...
Beberapa hari kemudian, Feng Jiu sudah akan berangkat kembali ke Puncak Yunjin dari Taiyuan.
Berita ini juga langsung sampai ke telinga Raja Kunlun yang membuatnya mengirimkan surat ke Raja Hou tentang putranya yang berada di Kerajaan Kunlun.
Feng Jiu menebak ini ada kaitannya dengan Jenderal Kerajaan.
"Pangeran ketiga belas, keberangkatan anda sudah siap." seorang pelayan menghampiri Tang Weilan dan Feng Jiu yang sedang sarapan.
"Ah, sudah saatnya pergi..." Tang Weilan meletakkan sumpit di tangannya dan menatap Feng Jiu.
Feng Jiu menatapnya balik karena tidak tahu bagaimana cara merangkai kata-kata perpisahan, dan sepertinya Tang Weilan mengerti arti tatapannya.
"Tidak apa-apa.. Sekali lagi terimakasih. Padahal kita tidak terlalu mengenal satu sama lain, namun kau mau membahayakan nyawamu untuk menyelematkan ku..."
"Aku pastikan Raja Hou akan memberikan mu hadiah dan penghargaan yang layak untuk mu!" Tang Weilan berdiri dari tempat duduknya.
"Tidak perlu. Jangan katakan apapun tentangku pada Raja Hou saja sudah cukup jika kau ingin berterimakasih padaku." sahut Feng Jiu.
Kedengarannya ucapan Tang Weilan sangat menggiurkan, dimana dia bisa menjadi terkenal dan di segani oleh rakyat Kerajaan Hou karena menyelematkan seorang pangeran.
Namun kenyataannya, akan sangat banyak masalah yang menimpa kehidupan Feng Jiu kedepannya.
"Ini.." Tang Weilan menatap kagum Feng Jiu.
"Kalo begitu datang saja ke istana Kerajaan Hou ku untuk mampir, yah yang pasti bukan dalam waktu dekat ini." Feng Jiu dapat merasakan nada bicara Tang Weilan menjadi sedih.
"Sesuatu terjadi lagi?" tanya Feng Jiu penasaran. Sepertinya perwakilan Raja Hou juga membawa berita tentang sesuatu terkait pemberontakan Tang Yuoren.
Tang Weilan kemudian memberitahukan tentang kematian pangeran kedua. Kematian pangeran kedua membuat banyak kekacauan, terutama di kota yang dia kelola.
Pangeran kedua walau tidak bisa ilmu beladiri, tapi dia memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Bahkan dikatakan setara dengan para Saint (orang yang berlatih beladiri untuk mengetahui semua tentang dunia).
...{•••}...
Pembela diri memiliki beberapa sebutan, antara lain :
Pendekar : Pembela Diri yang tidak terikat dengan suatu kelompok atau sebuah pembela diri tanpa identitas di dunia beladiri.
Alkemis : Pembela Diri yang berfokus pada penyulingan obat.
Master Formasi : Pembela Diri yang mempelajari rune formasi dan menggunakannya untuk mempermudah kehidupan mereka.
Saint : Pembela Diri yang berlatih untuk mendapatkan hidup panjang, kemudian mulai mengorek dan mempelajari tentang segala sesuatu di dunia. Atau melakukan penelitian terhadap sesuatu.
Master Senjata : Pembela Diri yang telah sampai pada tingkatan tertentu pada pemahaman senjata yang ia kuasai akan memiliki sebutan Master Senjata, contoh; Master Tombak.