Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
28. Terselamatkan



Feng Jiu memasuki kamarnya lagi. Dia menelan satu pil spiritual, berencana memasuki level 14.


Sebenarnya dua hari yang lalu dia baru saja naik level, tapi sekarang dia mau tak mau harus meningkatkan kekuatannya secepat mungkin, dan harus mengabaikan efek samping kenaikan level terlalu cepat.


"Level 14! Kurasa cukup untuk melawan Alam Pemurnian level 8 sendirian.." gumam Feng Jiu.


"Sudah sangat lama prasasti kaisar iblis tidak muncul. Aku sangat membutuhkan ilmu dan teknik baru di kondisi seperti ini!" Feng Jiu mengeluh karena sudah berapa kali naik level, prasasti kaisar iblis tidak muncul dan memberinya ilmu baru.


'Sepertinya harus naik ke level 15 atau level sempurna.' Feng Jiu melakukan meditasi selama sesaat untuk mengisi kembali energinya.


Kemudian dia memeriksa keadaan kamar tempat Tang Weilan di sekap, 'Entah masih ada orang di dalam..' Feng Jiu tidak dapat mendengar suara apapun dari luar.


Ia berniat menunggu hingga ada pergerakan dari penculik Tang Weilan di dalam kamarnya, namun terdengar seperti ada kegaduhan di lantai pertama.


Feng Jiu langsung turun dan memeriksa nya. Tidak terlihat lagi tamu-tamu yang sebelumnya duduk menikmati hidangan di sana, kecuali dua belas pria yang sedang mengganggu beberapa anak muda.


"Nona manis, tidak perlu menolak. Temani lah kami sebentar saja!" pria yang terlihat mabuk tersebut menarik lengan seorang gadis, bisa dibilang seumuran dengan Lan Meiyu.


"Menjijikkan! Jauhi tanganmu dari ku!" gadis itu memukul wajah pria tersebut, tapi tangannya tak dilepaskan juga.


"Kami hanya ada dua belas orang? Pasti sanggup kan?"


"Lepaskan tanganmu dari nona Yue!" seorang anak laki-laki yang sedang di tahan oleh pria dengan tubuh besar memberontak.


"Diam kau! Ini bukan urusan anak kecil!"


Feng Jiu tentu saja tidak bisa tinggal diam melihat perempuan yang akan dilecehkan. Namun, dia tidak yakin bisa menang jika menyelematkan mereka dengan pertarungan.


'Ho, aku lupa jika mereka sedang mabuk..' terlihat sebuah seringai di wajah Feng Jiu.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Feng Jiu menghampiri satu pria yang paling kuat dan memberikan sebuah pukulan telak di wajah pria tersebut.


"Uaaakkhh!" pria itu terpental keluar dan menghancurkan dinding penginapan.


"Fuuhh, Tinju Absolut dan Pengerasan Tubuh setara dengan melayang 150 meter. Mau coba?" Feng Jiu meniup tinju tangan kirinya yang terlihat berasap.


"Ukh! Siapa dia? Berani sekali menyerang kita diam-diam!" pria berperut buncit mengeluarkan nada bicara geram walaupun wajahnya terlihat seperti sedang ngelawak.


Sebelas orang pria tersebut langsung menatap tajam Feng Jiu. Sedangkan tiga anak laki-laki yang melihat kesempatan untuk melawan langsung menyerang pria yang menahan mereka dan mampu memberikan serangan fatal.


Pertarungan menjadi tak terhindarkan. Feng Jiu menarik pedang logam biru dan mulai melakukan gerakan berpedang dengan gesit.


Dia dapat dengan mudah membunuh satu orang dengan Tarian Taring Naga yang dikombinasikan bersama Tebasan Musim Panas.


Sedangkan wanita yang sebelumnya akan menjadi korban pelecehan, menarik pedangnya dan menyerang pria yang memegang tangannya dengan membabi buta.


"Mati kau! Beraninya kau ingin melakukan hal yang tidak-tidak pada ku, Hua Xiaoyue!" gadis itu terus menyerangnya bahkan saat pria tersebut sudah hampir meninggal.


Feng Jiu merasakan punggungnya mengeluarkan keringat dingin saat melihat keadaan pria yang mengenaskan itu.


'Perempuan itu sungguh mengerikan. Sebaiknya aku tidak bertemu lagi dengannya.' Feng Jiu membatin.


Membunuh orang yang sedang mabuk sangat mudah. Apalagi mereka yang kekuatan utamanya berasal dari pertarungan formasi. Dengan koordinasi dan kerjasama yang buruk karena berada dibawah pengaruh alkohol, membuat koordinasi sebelas orang tersebut menjadi amburadul.


"Senior Feng! Kita harus membantu mereka!" pria berkepala plontos tak bisa tenang melihat kondisi rekannya yang mengenaskan.


Sedangkan pria brewok yang dipanggil senior Feng tampak terdiam, dia menyipitkan matanya, berusaha melihat wajah yang tertutup oleh topi jerami.


'Aku seperti pernah melihatnya..'


"Cepat bantu mereka. Tapi jangan membunuh, takutnya identitas kita akan keluar!" perintahnya. Dengan segera, pria berkepala botak menarik sebuah golok dan rekannya belatinya.


Pria botak melompat dan mengayunkan goloknya yang di selimuti oleh api, membuat energi seperti bulan sabit melayang ke arah Feng Jiu.


Feng Jiu berdecak kesal melihat energi api yang mengarah padanya, padahal dia sedang di sibukkan dengan melawan empat orang. Karena sulit untuk menghindar, Feng Jiu cuma bisa menangkis menggunakan tangannya.


'Dasar botak! Selalu melempar api padaku!' Feng Jiu mengumpat karena perhatian nya terbagi dua. Belum lagi keempat lawannya perlahan berhasil sadar dari pengaruh alkohol, membuatnya semakin sulit untuk menang.


Feng Jiu sempat melihat anak perempuan yang sepertinya bernama Hua Xiaoyue serta tiga anak laki-laki yang bersamanya tampak kondisinya lebih tertekan dari dirinya.


Di tambah dengan kedatangan pria yang membawa belati, keadaan mereka menjadi sangat terdesak dan sulit untuk menang, bahkan bertahan beberapa menit pun sudah tidak mungkin.


'Sudah tidak mungkin untuk menang melawan mereka..' Feng Jiu menggigit bibir bawahnya. Dia sekarang hanya bisa berharap akan ada pasukan penjaga kota yang datang dan membantu.


"Bagaimana, hah? Setelah membunuh dua saudara kami, kalian bisa dengan mudah membunuh kami semua?!" Feng Jiu terus menangkis dan menghindar sambil mendengar ocehannya.


"Sial! Penjaga kota telah datang!" pertarungan berhenti saat mendengar penjaga kota yang telah tiba.


Bahkan senior Feng juga terlihat panik. Dia cepat-cepat beranjak dari tempatnya dan segera berlari menuju sebuah ruangan dengan terburu-buru.


'Yang penting aku bisa membawa dia pergi!' tangan senior Feng yang akan menyentuh pintu, tiba-tiba putus dan mengeluarkan darah yang sangat banyak.


"Ap-? AAAKHHH!" dia berteriak kemudian melompat kebelakang.


Namun sosok yang memotong tangannya maju dan menyerangnya dengan sebuah tendangan, hingga dirinya terpental dan jatuh ke lantai satu, tepat di depan seseorang di dekat pintu masuk.


"Uhuk! Uhuk! Sialan.." senior Feng mengadahkan kepalanya keatas, melihat orang yang berdiri di depannya.


Sementara itu sosok yang memotong tanganny yang tak lain adalah Feng Jiu menerobos masuk ke ruangan tersebut. Feng Jiu menemukan Tang Weilan yang terlelap di atas kasur.


Tanpa banyak pikir, Feng Jiu langsung mengangkat pangeran ketiga belas itu di punggungnya dan keluar dari jendela, kemudian melompat dari atap ke atap.


'Semoga dia tidak menemukan kami..' Feng Jiu membatin.


Ia berpikir, akan datang pasukan penjaga kota untuk membantu mengalahkan orang-orang tersebut, tapi yang datang ada orang yang tidak terduga.


"Bagaimana dia bisa kesini?" Feng Jiu menggelengkan kepalanya karena merasa tidak perlu memikirkan nya lagi.


Dia fokus memeriksa keadaan Tang Weilan. Ternyata dia hanya di berikan obat tidur saja. Tidak ada tanda-tanda luka atau lain-lain, jadi Feng Jiu dapat bernafas lega.


...•••...


Maaf banget nih author gak update berapa hari. Saya juga gak nyangka, ternyata dari gak enak badan malah jadi demam tinggi sampe berapa hari.


Untuk kedepannya, semoga update nya bisa kaya biasa lagi.