
Sulit mencari hewan di dalam hutan monster, bahkan hewan spiritual sekalipun sangat sulit untuk ditemukan.
Feng Jiu bingung, karena sebelumnya dia dikejar oleh ratusan kera yang merupakan hewan spiritual juga, yang menandakan hewan spiritual di hutan monster tidaklah sedikit.
Tapi, sejak masuk ke wilayah yang membuat para kera tidak berani melangkah lagi, Feng Jiu tidak pernah menemukan hewan apapun selain kelinci yang sebelumnya.
"Benar-benar sulit untuk menemukan hewan di sini.." Feng Jiu mengeluh. Sudah beberapa jam dia mencari di sekitar tempatnya tinggal, tapi tidak menemukan apapun.
Selanjutnya dia berpikir untuk mencari hewan di tempat sebelumnya dia dan Lan Meiyu memburu babi merah bergerigi. Namun masalahnya, Feng Jiu tidak mengetahui kemana dia harus berjalan agar sampai ke sana.
Jika saja dia memulai dari jalan besar tempat dirinya dan Lan Meiyu mulai pasti Feng Jiu sudah menemukannya. Ia sekarang hanya memiliki satu opsi terakhir, yaitu keluar dari perbatasan yang sebelumnya dijaga oleh kera-kera kemarin.
Feng Jiu berharap agar para kera tidak lagi menunggu nya di sana, atau setidaknya jumlah mereka berkurang jadi dia bisa berburu hewan lain.
Tentu saja Feng Jiu tidak ingin memakan daging dari kera, sehingga ia tidak akan memasak daging kera jika menemukan dan membunuh mereka.
...{•••}...
"Hmm? Mereka sudah pergi ternyata.." Feng Jiu bergumam melihat tidak ada kawanan kera yang menunggunya di perbatasan tersebut. Feng Jiu bersyukur karena dia tidak perlu bertarung dengan kera-kera yang selalu bergerombol dan bisa menghemat energinya.
Kemarin saat dikejar-kejar oleh para kera, Feng Jiu sempat melihat beberapa hewan seperti rusa dan babi hutan, tapi sayangnya dia tidak bisa mengingat lokasi tempat dia melihat hewan-hewan itu.
Yang bisa Feng Jiu lakukan adalah berjalan perlahan mencari hewan-hewan di sekitar sana sambil memberikan tanda pada setiap pohon yang ia temui sebagai penanda agar dia tidak tersesat.
"Sebuah danau! Dan..." mata Feng Jiu bersinar melihat seekor rusa besar (elk¹) yang sedang meminum air di danau.
Selain itu, ada beberapa rusa yang lebih kecil lagi. Sepertinya mereka adalah anak-anak dari sua besar tersebut.
Feng Jiu terlebih dahulu mengukur kekuatan rusa besar. Dari sekali lihat dia bisa mengetahui jika rusa besar tersebut setara dengan Alam Pemurnian, dan dengan kondisinya saat ini sedikit sulit untuk menang melawannya.
Tapi kabar baiknya, anak rusa merupakan hewan spiritual tingkat satu, karena masih belum memiliki tanduk besi seperti induknya.
Jika pada manusia, elemen logam atau besi dapat digunakan untuk melapisi bagian tubuh walau tidak sekuat ilmu mengeraskan tubuh, dan juga pemilik elemen besi dapat menciptakan sesuatu yang terbuat dari logam, tapi membutuhkan tingkatan yang sangat tinggi.
Berbeda dengan manusia, hewan spiritual yang memiliki elemen logam tidak bisa menciptakan apapun karena mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup, namun hewan spiritual berelemen logam bisa melapisi bagian tubuh mereka menjadi sekeras besi.
"Untungnya aku sudah berpengalaman melawan yang keras-keras." Feng Jiu mengeraskan kedua tangannya dan membuat tangannya berubah menjadi hitam, dan terlihat muncul urat-urat berwarna merah gelap.
"Huh?" Feng Jiu kebingungan sebelumnya pengerasan tubuh hanya membuat kulitnya menjadi hitam saja dan tidak muncul urat sama sekali.
Ia hanya mengabaikannya saja dan menganggap hal itu merupakan hal yang baik untuk nya. Feng Jiu kemudian melesat ke arah induk rusa dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, berusaha memberikan serangan fatal tanpa di sadari.
Tidak perlu waktu lama bagi induk rusa menyadari kehadiran makhluk yang berniat membunuh nya. Induk rusa memberikan tanda agar anak-anak nya lari.
"Kau kira aku akan membunuh anakmu?" tanya Feng Jiu saat dia melakukan konfrontasi dengan induk rusa.
Induk rusa yang mengarahkan tanduknya ke Feng Jiu terkejut karena Feng Jiu dapat menahan serangan tanduknya. Belum lagi, tanduknya mengeluarkan retakan halus dan membuatnya panik hingga menggoyangkan kepalanya agar Feng Jiu melepaskan tangannya dari tanduknya.
"Cih, tubuhmu sangat berat!"
Feng Jiu sebelumnya hendak mengangkat tubuh rusa yang sangat besar itu, namun kekuatannya ternyata tidak cukup dan dia hanya bisa melepaskan tangannya dari tanduk rusa tersebut dan bergerak kebelakang.
"Menyerang hewan spiritual tanpa rencana bukanlah rencana yang baik.. Ehem, rencananya aku.. Lupakan."
Induk rusa terlihat sangat marah karena manusia di depannya masih sempat bercanda sendiri di saat dia sedang bertarung dengannya.
Kemudian dia menarik Pedang Logam Biru dari sarung bambu sederhananya di punggungnya dan memberikan tiga tebasan yang mengandung sedikit energi iblis pada punggung induk rusa.
Rusa besar itu mengeluarkan suara semacam rintihan kesakitan di saat tiga luka tebasan sudah mengeluarkan darah yang banyak, namun dia tidak terlihat ketakutan, tapi malahan semakin marah dan mulai menyeruduk Feng Jiu.
"Ah sial!" induk rusa tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan mengangkat tanduknya.
Jarak keduanya hanya terpisah beberapa meter, sehingga Feng Jiu tidak dapat melakukan gerakan menghindar.
Ia hanya dapat menahan serangan tersebut dengan pedangnya, alhasil Feng Jiu terlempar puluhan langkah ke belakang. Masih belum puas, rusa besar melakukan ancang-ancang untuk kembali menyerang nya.
Feng Jiu mengumpat kesal karena rusa itu tidak memberinya kesempatan untuk bernafas beberapa saat saja. Dia menyiapkan diri untuk menyambut serangan dari rusa tersebut.
"Kau terlalu termakan amarah. Sebenarnya sudah sangat mudah untuk membunuh mu saat ini." induk rusa terlihat terkejut karena Feng Jiu lagi-lagi memutari tubuhnya.
Tidak seperti sebelumnya dimana Feng Jiu hanya menebas tanpa menggunakan ilmu apapun, sekarang dia memberikan tebasan dengan Ilmu Pedang 3 Musim.
Walaupun hanya meninggalkan satu tebasan saja, tapi dalam melihatnya dengan sekilas saja luka tersebut lebih parah dari tiga tebasan sebelumnya dan induk rusa mengalami pendarahan hebat.
"Aku heran kenapa kau tidak menggunakan kemampuan mu itu? Apakah respon mu terhadap bahaya kurang cepat?" tanya Feng Jiu dengan nada mengejek, dia menggoyang-goyangkan pedang logam biru yang telah diselimuti oleh darah.
Selanjutnya, dia menusuk leher induk rusa yang sudah tidak mampu bergerak lagi dan membuat nya meninggal. Feng Jiu tersenyum lebar karena pertarungannya tidak sia-sia, dia mendapat seekor rusa besar yang dagingnya cukup untuk makan beberapa minggu.
...{•••}...
Sebelum memulai pelatihannya hari ini, Feng Jiu terlebih dahulu membersihkan dirinya serta pakaiannya yang kotor karena terkena darah dari rusa sebelumnya.
Untungnya dia membawa beberapa potong pakaian yang merupakan pakaian gantinya, serta sebuah jubah yang merupakan atribut seragam Sekte Pedang Bambu.
"Aku harus menggunakan energi spiritual yang lebih banyak dari kemarin dan tak usah takut teriakan ku di dengar oleh orang.." ucap Feng Jiu pada dirinya sendiri.
Feng Jiu duduk bersila dan mengumpulkan energi spiritual dari alam, kemudian mengalihkan nya ke seluruh otot tubuhnya.
"Ergghh!" setelah sekian energi spiritual yang masuk ke otot-ototnya, Feng Jiu mengerang kesakitan.
'Tidak cukup!' dia menambahkan lebih banyak lagi hingga tubuhnya terasa seperti di hantam ribuan palu.
"AARRRGGHH!"
...{•••}...
Hutan monster tiba-tiba di guyur oleh hujan yang lumayan deras hingga penghuninya memasuki tempat tinggal masing-masing dan kembali beristirahat.
Di bagian lain dari hutan monster, sosok berjubah terlihat berlari di antara hujan. Langkahnya perlahan menjadi melambat karena tanah yang sudah mulai melunak.
"Tidak... Kenapa harus hujan sekarang?" dia menatap langit.
"Itu dia!"
"Hey kalian! Aku menemukan nya!" terdengar beberapa suara pria dari pepohonan.
"Kenapa mereka cepat sekali?!" dengan panik, dia mulai berlari lebih cepat dan tidak memedulikan sekitarnya sama sekali.