
Tinju Feng Jiu dan He Danxuan bertemu, serangan mereka membuat sedikit gelombang kejut yang membuat udara bergejolak.
"Wuah! Ini pertarungan menggunakan fisik terhebat yang pernah kulihat!"
"Tak heran He Danxuan termasuk jenius!"
"Anak itu juga sama. Padahal dia masih muda, tapi bisa mengimbangi kekuatan fisik He Danxuan yang sudah menggunakan Kulit Besi! Walaupun He Danxuan hanya menggunakan 10% kekuatan fisiknya."
"Bicara apa kau, jika kita melawan He Danxuan dengan kekuatan segitu pun aku ragu tubuh kita masih utuh!"
Berbagai pujian dan kekaguman di curahkan pada kedua orang yang sedang mengadu pukulan di atas arena itu, tapi mereka tidak memperhatikan nya dan asik saling bertarung, seolah tidak ada yang menonton mereka.
Tanpa orang sadari, senyuman He Danxuan mulai menipis seiring dia menyadari bahwa Feng Jiu tidak terlihat kesusahan saat menghadapi serangannya.
He Danxuan juga menyadari apa gunanya dia menggunakan ilmu Kulit Besi jika serangannya sama sekali tidak mengenai tubuh Feng Jiu.
Bocah belasan tahun itu terlihat dengan lincah menggerakkan tubuhnya yang kecil, seolah dia bisa menebak semua serangannya dengan mudah.
He Danxuan hendak mengatakan sesuatu, tapi dia harus memperlebar jarak agar bisa berbicara dengan leluasa.
"Sebenarnya dari mana dirimu berasal?" He Danxuan bertanya dengan penasaran.
Feng Jiu tersenyum penuh makna sebagai jawaban. He Danxuan tidak bertanya lebih jauh dan kembali berucap, "Baiklah, sepertinya diriku terlalu meremehkan mu. Aku akan menggunakan setengah kekuatan ku sekarang!"
Selepas selesai berbicara, lantai di kaki He Danxuan mengeluarkan sedikit retakan saat dia membentuk kuda-kuda yang lain.
Feng Jiu merasa sedikit terancam melihat kuda-kuda He Danxuan itu, jadi dia berniat maju untuk menyerangnya duluan.
Dalam beberapa detik Feng Jiu telah sampai di hadapan He Danxuan, dengan tangannya terkepal keras hendak memukul laki-laki berkepala plontos itu.
He Danxuan tidak berusaha menghindar dari serangan Feng Jiu, melainkan melayangkan pukulan yang terlihat sangat kuat dan bertenaga.
Feng Jiu menahan nafasnya saat merasakan nyawanya bisa saja terancam dengan pukulan tersebut, dia buru-buru menghindar sehingga serangan He Danxuan tidak mengenainya.
Walaupun begitu, Feng Jiu tetap terhempas ke samping akibat angin kencang yang di sebabkan tinjunya. Dia berguling di tanah dan cepat-cepat bangkit kembali.
Yang pertama kali dia lihat adalah raut wajah He Danxuan yang menunjukkan rasa bersalah.
"Maaf aku terlalu terbawa suasana. Untung saja kau dapat menghindarinya.." permintaan maaf dari He Danxuan membuat Feng Jiu tersenyum kecut.
Dia juga terlalu meremehkan ilmu dari Sekte Beruang Besi dan He Danxuan. Sekarang dia tidak ingin bermain-main lagi, Feng Jiu menggunakan ilmu mengeraskan tubuh.
Karena lengan baju Feng Jiu yang panjang, orang-orang tidak mengetahui jika lengan Feng Jiu berubah menjadi berwarna hitam.
Berbeda dengan lainnya, He Danxuan menyadari perubahan pada tangan Feng Jiu karena jaraknya dan anak itu cukup dekat.
"Kau juga bisa ilmu mengeraskan tubuh?!" ucapan terkejutnya dapat di dengar dengan baik oleh semua penonton.
Membuat mereka bertanya apa maksud dari pria kepala plontos itu. Namun salah seorang dari penonton yang merupakan pembela diri tingkat tinggi menyadari tangan Feng Jiu berubah jadi hitam, tapi dia tidak berkomentar apapun.
Sementara setelahnya banyak yang mulai menyadari perubahan tangan Feng Jiu.
'Ya ampun, sepertinya pertarungan ini menarik terlalu banyak perhatian...' Feng Jiu tadi baru berjanji pada dirinya sendiri agar sebisa mungkin tidak menarik perhatian bagi orang lain.
Dia tidak ingin mengekspos kemampuannya yang lain karena takut menarik perhatian bagi mereka yang ingin mempelajarinya.
"Ayo!" Feng Jiu memberi tanda untuk He Danxuan maju, dan pria itu dengan senang hati meluncur ke arahnya.
Adu tinju kembali terulang. Tapi yang berbeda kini lantai arena mulai menunjukkan retakan halus setiap tinjuan mereka saling bertemu. Menunjukkan kekuatan dari serangan masing-masing sangat kuat.
Setelah lebih dari puluhan pukulan beradu, Feng Jiu bisa mendaratkan satu tinjuan ke perut He Danxuan.
He Danxuan mundur beberapa langkah, sementara Feng Jiu kembali menyerang dengan membabi buta.
Di mata orang lain, serangan Feng Jiu seperti tidak berarah dan asal-asalan. Sebenarnya Feng Jiu mengeluarkan pola serangan yang rumit, yaitu dengan menyerang bagian tubuh yang sama beberapa kali kemudian berpindah sisi tapi kembali lagi.
Sulit melakukannya sambil terus berkonsentrasi pada serangan He Danxuan yang sungguh berbahaya.
Feng Jiu sangat bersyukur karena memiliki kemampuan Penglihatan Kekacauan yang dapat melihat serangan yang kecepatannya puluhan kali lebih cepat daripada yang bisa di ikuti matanya. Penglihatan Kekacauan juga meningkatkan refleks otaknya untuk menghindari serangan.
Kemampuannya ini membuat Feng Jiu memiliki keunggulan dalam menghindari serangan. Tapi meski begitu, tubuhnya juga memiliki batas.
Menghindari serangan yang lebih cepat dari yang tubuhnya bisa lakukan sangat membebani tubuhnya. Sekarang Feng Jiu berusaha memberi serangan sebanyak mungkin untuk mengurangi kekuatan He Danxuan di pertukaran serangan berikutnya.
Menghadapi pukulan bertubi-tubi Feng Jiu tak membuat He Danxuan panik, dia tersenyum lebar walaupun tubuhnya terus terkena serangan Feng Jiu.
"Kulit Besi bukan hanya melapisi tanganku saja, melainkan seluruh tubuhku jika aku mau.." Feng Jiu sudah mengetahui hal ini sebelumnya, dia dapat merasakan tubuh He Danxuan lebih keras dari saat dia terpukul sebelumnya.
Sayangnya ilmu mengeraskan tubuh milik Feng Jiu jauh lebih baik dari Kulit Besi, membuatnya dapat dengan mudah menembus kulit besi He Danxuan.
He Danxuan terpental beberapa meter. Dia langsung bangkit kembali dengan dahi mengerut.
"Ilmu mengeraskan mu sungguh mengerikan. Tingkatannya jauh lebih tinggi dari milik sekte ku.." He Danxuan sangat yakin, jika ilmu mengeraskan tubuh milik Feng Jiu dilatih dan mencapai tingkat yang lebih tinggi, sekarang perutnya sudah memiliki lubang besar.
"Paman masih ingin melanjutkan?" Feng Jiu bertanya dengan nafas yang terlihat tidak stabil. Jawaban He Danxuan setelahnya membuat Feng Jiu menghela nafas lega.
"Aku tidak ingin melanjutkan pertarungan lagi." He Danxuan menutup matanya, kemudian dia membuka kelopak matanya dan menunjukkan ketertarikan pada sinar matanya.
"Siapa namamu? Berasal dari mana dirimu? Darimana kau belajar ilmu mengeraskan tubuh itu?"
Feng Jiu terbatuk mendengar pertanyaan beruntun dari He Danxuan. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan He Danxuan yang menyangkut identitas dirinya.
"Feng Jiuuu!! Kau sangat hebat!!"
"Kau merupakan kebanggaan Sekte Pedang Bambu kitaaa!!"
Seketika itu Feng Jiu membatu melihat kelompok gadis yang meneriakkan namanya. Alisnya berkedut dan ingin turun dari arena agar bisa menghajar mereka satu persatu.
"Sekte Pedang Bambu? Kukira sekte kalian hanya fokus terhadap ilmu pedang saja, ternyata ada pelatihan rahasia juga ya.." entah sejak kapan He Danxuan berada di samping Feng Jiu dan dia menepuk pundak anak itu.
"Oh ya... Kabar tentang Sekte Pedang Bambu akan melakukan ekspedisi sudah tersebar dan banyak sekte besar yang akan ikut andil. Sekte ku juga mengirimkan beberapa murid berbakat pada Alam Bawaan. Adikku juga mengikuti ekspedisi ini..."
"Aku rasa dengan bakat mu kau juga akan mengikuti ekspedisi ini bukan?"
"Ah? Adik?" Feng Jiu membayangkan penampilan adik dari He Danxuan yang memiliki wujud plontos dan wajah yang tua.