
"Haha, kau akan terkejut saat melihat adikku nanti. Yang jelas dia tidak memiliki penampilan sepertiku." He Danxuan dapat langsung membaca pikiran Feng Jiu, seolah banyak yang bereaksi sama saat dia menyinggung tentang adiknya.
"Jadi, paman.. Ehem, maksud ku senior.. Aku bisa mendapatkan Seni Dewa Besi?" pertanyaan Feng Jiu membuat pria berkepala plontos itu berkerut dahi, melihatnya seperti itu Feng Jiu sudah siap-siap menelan kekecewaan.
"Hahahah! Tentu saja, kau sangat berbakat di bidang kekuatan fisik! Sangat cocok dengan Seni Dewa Besi!" He Danxuan mengeluarkan sebuah buku berwarna kuning dari ruang hampa.
Kemudian dia memberikannya pada Feng Jiu. Banyak orang yang tertarik dan ingin melihat buku itu lebih dalam, namun Feng Jiu langsung memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan nya.
"Sebenarnya dalam seni ini berisi banyak ilmu lainnya. Tapi terlalu berharga untuk diberikan pada orang lain. Jika kau dapat mencapai tingkat tinggi dalam Seni Dewa Besi, kau bisa mencari ku di Sekte Beruang Besi untuk belajar ilmu lainnya.." He Danxuan berbisik pada Feng Jiu, dan dia hanya mengangguk memberi respon.
Di dunia beladiri memang membagi-bagi ilmu adalah hal yang wajar. Ilmu yang dibagikan pun bukan ilmu yang sangat kuat hingga dapat membuat suatu kelompok dapat menjadi terkenal seperti yang dilakukan oleh He Danxuan.
Dia bersedia memberikan Seni Dewa Besi bagi orang lain jika dapat mengalahkannya, menunjukkan bahwa kitab ilmu itu tidak terlalu hebat dan mengerikan hingga dapat dibagikan secara cuma-cuma.
Tapi satu hal yang menarik, hampir seluruh anggota dari Sekte Beruang Besi mempelajari Seni Dewa Besi, tapi mereka masih membagikan ilmunya.
Sekte Beruang Besi masih berani melakukan itu karena kitab ilmu yang mereka bagikan bukan isi keseluruhan nya. Ada banyak ilmu beladiri tangan kosong yang bisa dipelajari di dalam Seni Dewa Besi, dan semuanya sangat kuat.
Feng Jiu sangat ragu bisa menang jika He Danxuan menggunakan ilmu tangan kosong yang dipelajarinya dari Seni Dewa Besi.
"Aku akan menjelaskan sedikit tentang Seni Dewa Besi. Seni Dewa Besi yang ku bagikan merupakan bagian pemurnian tubuh. Kau lihat otot-otot ku.." He Danxuan melakukan pose-pose aneh yang membuat ototnya kembang kempis.
"Ini semua kudapatkan dari berlatih Seni Dewa Besi bagian pemurnian tubuh dengan giat. Ada empat tingkatan pada bagian ini yang menjelaskan tentang seberapa murni fisik yang mempelajari nya, yaitu Otot Batu, Kulit Giok, Darah Emas, dan yang terakhir adalah Tubuh Besi." penjelasannya masih belum berakhir dan dia melanjutkan kembali.
"Kau lihat kulit ku yang terlihat sedikit kasar dan wajah ku menjadi lebih tua. Ini karena efek samping dari Otot Batu." alis Feng Jiu terangkat saat mendengar penjelasannya itu.
Namun saat dia hendak menanggapi, "Tapi di sinilah gunanya tingkat Kulit Giok. Selain mengembalikan penampilan seperti sebelumnya, berlatih tingkatan ini juga bisa mengencangkan kulit dan membuat awet muda."
Setelahnya He Danxuan menjelaskan saat sudah mencapai level tertinggi dalam tingkat otot batu, seseorang dapat memiliki penampilan lebih tua. Tapi efek ini dapat di tekan dengan ditekan dengan sumber daya yang baik dalam melatihnya.
Pada tingkat Kulit Giok, sumber daya yang digunakan sangat banyak. Tidak seperti tingkatan sebelumnya yang bisa dilatih tanpa sumberdaya walaupun efek sampingnya akan sangat terlihat, tingkatan ini hanya bisa dilatih dengan sumber daya yang banyak.
Tapi untungnya, tingkat kulit giok dapat di lewati dan bisa langsung berlatih ke tingkat selanjutnya, darah emas.
"Selebihnya, kau dapat mengetahuinya sendiri saat mempelajarinya nanti. Semoga kau dapat belajar seni ini dengan baik.." He Danxuan tersenyum sebelum tubuhnya di lapisi oleh cahaya kekuningan.
Dia meluncur ke udara dan bergerak dengan sangat cepat, kembali ke Sekte Beruang Besi. Feng Jiu sudah berapa kali melihat hal itu, tapi dia masih tetap terpana dan sangat ingin merasakan rasanya meluncur di udara seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang mencapai Alam yang lebih tinggi.
Semua orang yang menyaksikannya juga mengeluarkan ekspresi terkagum, terutama mereka yang dari kalangan orang biasa tanpa kekuatan.
Feng Jiu tak ingin berlama-lama lagi di atas arena itu. Dia langsung melompat dengan lincah menuju atap bangunan di sana dan mulai menuju ke arah perpustakaan sekte.
Banyak orang yang ingin mengikutinya, namun gerakannya yang lincah membuatnya sulit diikuti dan akhirnya menghilang dari pandangan semua orang.
...{•••}...
"Hm? Kau sudah kembali.. Apa yang kau temukan?" Master Yunjin tidak terkejut sama sekali dengan kedatangan pria berjubah biru putih yang tiba-tiba berada di depannya.
"Master!" pria itu menunduk memberi hormatnya. Kemudian dia mulai mengatakan, "Aku menemukan sesuatu yang menarik.."
Pria itu diam sebentar, melihat rekasi Master Yunjin. Melihat tidak ada jawaban, dia melanjutkan.
Kilau mata pria yang sebenarnya sudah sepuh itu menunjukkan ketertarikan. "Ku tebak, He Danxuan hanya menggunakan kekuatan tubuhnya saja untuk melawan Feng Jiu?"
Seperti yang diperkirakan olehnya, pria berjubah itu mengangguk. "Terus, apa yang menarik dari itu?"
"Itu.. Feng Jiu juga melawan nya dengan kekuatan tubuhnya. Dan dia menang." walaupun di luar terlihat tenang dan tidak terkejut, di dalam hatinya Master Yunjin bertanya-tanya.
'Dulu aku hanya melatih mentalnya saja di tempat 'penyiksaan'. Tidak pernah aku melatihnya dalam kekuatan tubuh. Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu?'
'Kau lihat... aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Anak yang kau bawa ke sini sepertinya perlahan menjelma menjadi seorang jenius.. Bukan, tapi seorang monster!'
Pria berjubah itu masih diam, melihat Master Yunjin yang melamun. Tapi setelahnya, dia melihat tanda dari Master Yunjin untuk pergi.
"Terus awasi dia.."
"Baik master!"
Master Yunjin tersenyum tipis dan menggeleng ringan saat beberapa memori memenuhi pikirannya.
...{•••}...
Dua belas tahun yang lalu, seseorang dengan tubuh yang bersimbah darah datang ke Sekte Pedang Bambu. Penampilan nya yang sangat mengerikan dengan pakaian compang-camping serta luka sayatan di sana-sini membuat banyak orang waspada terhadap nya.
Saat sampai di sana dia hanya meneriakkan nama 'Lan Hou'. Murid-murid di sana menganggap nya sebagai orang yang sudah tidak waras.
Tapi beberapa murid yang bersimpati akhirnya bertanya dengan baik-baik maksud dan tujuan pria itu.
"Aku hanya ingin bertemu Lan Hou! Hou!" pria itu mengeluarkan aura berwarna hitam pekat dari tubuhnya.
Membuat banyak murid kehilangan kesadarannya. Beberapa murid dengan tingkat yang tinggi dapat bertahan dan menunjukkan arah tempat Lan Hou berada.
Selanjutnya mereka melihat pria itu melompat dengan sangat cepat ke arah yang di tunjuk oleh murid tersebut.
Murid-murid yang masih sadar bernafas lega. Dan mulai berpikiran siapa sosok orang yang dapat menekan mereka hingga seperti itu, dan yang membuat mereka lebih penasaran apa urusannya dengan Lan Hou?
"Hou!" dia meneriakkan nama yang sama. Hingga seorang dengan penampilan 30 tahun menampakkan dirinya.
"Kau?" dia terlihat bingung. Karena pria itu di tutupi oleh darah di seluruh tubuhnya, membuat dia kesulitan mengenalinya.
"Hou, jaga dia. Rawat dia dengan baik!" pria itu menyodorkan sebuah kain yang dia bawa dari tadi.
Setelahnya dia buru-buru ingin meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum dia pergi, Lan Hou menghentikannya.
"Apa maksudnya ini? Siapa kau?" Lan Hou menjadi bingung dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba dan menyuruhnya untuk merawat seorang bayi.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Berikan ini padanya saat dia berusia 15 tahun. Sama seperti ku, anakku memiliki kondisi khusus yang tidak bisa berlatih seperti biasa." setelah memberikan Lan Hou sebuah kalung, dia lagi-lagi mengambil ancang-ancang untuk pergi.
"Tunggu! Kau..."
"Dengar, tidak ada waktu untuk menjelaskan. Semuanya akan kau ketahui saat anakku berusia lima belas tahun. Tak usah mencari tahu lagi."