
"Memangnya kenapa jika kau sudah naik level lagi? Kau hanya level 8, dibandingkan dengan ku yang level 11, kau masih kalah jauh." Monlu berusaha membuat semangat tarung Feng Jiu turun.
"Lagi pula, dengan pengalaman ku, kau tidak ada kesempatan untuk menang. Sebaiknya kau menyerah saja!" dia melanjutkan.
"Apa yang diucapkan Monlu sangat masuk akal. Kekuatan Monlu dan Feng Jiu berbeda jauh dan sangat tidak mungkin untuk Feng Jiu menang. Di tambah dengan pengalaman Monlu yang lebih banyak, sehingga persentase kemenangan Feng Jiu di bawah 10%!" seorang penonton mengeluarkan spekulasi dan kalkulasi nya seolah seorang ahli.
"Cuih, tidak usah berlagak pintar. Anak yang belum lahir saja mengerti akan hal ini.."
"Lah, anak yang belum lahir bagaimana... What??"
"Tidak perlu banyak beromong-kosong! Mari kita bertarung!" Monlu menghunuskan pedangnya pada Feng Jiu.
Monlu dengan ilmu meringankan tubuhnya, bergerak cepat ke arah Feng Jiu. Dengan kecepatan demikian, Feng Jiu tidak dapat melihat sosok Monlu.
Feng Jiu juga lupa untuk mempelajari ilmu meringankan tubuh, padahal ilmu tersebut sangat berpengaruh besar dalam pertarungan.
Sekarang dia bisa saja kalah dalam sekejap mata karena kecepatan Monlu, namun... Penglihatan Kekacauan dapat melihat pergerakan Monlu dengan sangat jelas.
Penonton di sana banyak yang berdecak kagum dengan kecepatan tubuh Monlu yang hampir setara dengan seorang Alam Pemurnian level 1.
'Monlu sangat fokus dalam melatih ilmu meringankan tubuhnya. Dengan kecepatan nya saat ini Feng Jiu tidak akan bisa menang darinya. Huh, memangnya kenapa jika kau masih hidup, hari ini kau akan di buat cacat olehnya!' Ling Qian mulai tersenyum lebar saat melihat Feng Jiu hanya berdiam diri di samping Monlu yang bergerak dengan sangat cepat di sekitarnya.
"Hahaha! Bagaimana rasanya menghadapi orang dengan kecepatan seperti ini?" suara samar-samar Monlu dapat didengar semua orang.
Sementara itu, Feng Jiu mengepalkan tangan kirinya karena kesal Monlu terus berputar di sekitarnya. Walaupun dia dapat melihat pergerakan Monlu dengan sangat jelas, namun melihat dia berputar membuatnya sedikit pusing.
Feng Jiu bergerak ke satu arah dan mengarahkan tinjunya tanpa pengerasan. Banyak penonton yang mencibir tindakan Feng Jiu hanya sia-sia karena kecepatan Monlu sungguh mengerikan.
Tapi tidak dengan Monlu, dia membelalakkan matanya karena Feng Jiu meninju tepat mengarah ke tempat yang akan dia lewati.
"Sial! Tidak mungkin meng-"
BUAAKK
Bahu Monlu terkena pukulan dari Feng Jiu. Seketika tubuhnya yang sedikit kurus itu terpental dan berguling di lantai arena. Beruntung baginya, dia tidak keluar dari arena.
Keheningan terjadi di antara penonton. Apakah benar pukulan yang di lancarkan oleh Feng Jiu mengenai tepat ke tubuhnya?
Bahkan Monlu sampai terpental beberapa meter dan hampir keluar dari arena. Monlu bangkit dengan bantuan pedangnya. Dia mengusap bahunya yang terkena pukulan, kemudian,
"Aku tidak akan bermain-main lagi. Pedang Persik!" Monlu menerjang maju dengan pedangnya.
"Ayo lihat ilmu pedang siapa yang lebih baik! Pedang 3 Musim : Tebasan Musim Panas!"
Pertukaran serangan pedang antara Feng Jiu dan Monlu tampak spektakuler. Selain keindahan seni berpedang mereka, ledakan energi berbeda warna membuat pertarungan tersebut tampak memukau.
Beberapa orang sadar bahwasanya Feng Jiu hanya menggunakan ilmu pedang yang itu-itu saja. Tapi terlihat permainan ilmu pedangnya semakin meningkat.
Gerakannya lebih halus namun bertenaga, bahkan ilmu berpedang milik Monlu perlahan di tekan olehnya.
"Feng Jiu memiliki insting dan refleks yang hebat. Dia bisa menghindari dan menebak serangan dari Monlu, bahkan sesekali berhasil memberikan serangan balik. Insting seperti ini hanya bisa di dapatkan setelah ratusan pertarungan hidup dan mati." Tetua Ling tanpa sadar memuji Feng Jiu hingga membuat Ling Qian terbatuk karena tidak percaya.
Melihat celah yang terbuka lebar dari Monlu, Feng Jiu mengeraskan kaki kanannya dan menendang perut Monlu sekuat tenaga.
Monlu yang tidak mungkin menghindar cuma bisa menangkis dengan pedangnya. Dengan kekuatan fisik yang dikuatkan oleh aura es dan pengerasan tubuh, Feng Jiu membuat Monlu terpental beberapa meter ke belakang.
Satu hal yang membuat para penonton terkejut tidak percaya adalah, pedang milik Monlu patah menjadi dua. Terlihat sangat tidak mungkin bagi seorang Alam Bawaan level 8 untuk mematahkan Senjata Spiritual tingkat 3 dengan tendangan nya.
Kecuali jika Feng Jiu memiliki fisik yang sangat kuat. Beberapa orang tahu pelatihan keras yang dilakukan oleh Feng Jiu beberapa hari sebelumnya untuk melatih kekuatan fisiknya.
Namun itu belum cukup untuk membuktikan kekuatan fisiknya yang mengerikan.
"Uhuk! Tidak mungkin!" Monlu menatap tidak percaya pada pedangnya yang terbelah menjadi dua bagian karena tendangan dari Feng Jiu.
Dia perlahan mengangkat kepalanya. Melihat sebuah pedang terhunus di depan wajahnya. Dengan ekspresi putus asa, Monlu berucap, "Aku menyerah..."
Kerumunan penonton menjadi hening dan saling memandang. Pertarungan yang sangat tidak adil bagi Feng Jiu, dan seharusnya tidak mungkin baginya untuk menang itu berakhir, dengan kemenangan dimiliki olehnya (Feng Jiu).
Seorang gadis langsung melompat dan memeluk Feng Jiu, membuat dia mendapat tatapan membunuh dari beberapa murid laki-laki.
"H-hey Lan Meiyu!" Feng Jiu berusaha melepaskan pelukan dari gadis itu untuk membuat tatapan membunuh itu tidak bertambah banyak lagi.
"O-oh, ma-maaf!" Lan Meiyu melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya karena malu.
Feng Jiu hanya tersenyum tipis. Raut wajahnya berubah saat dia menatap Monlu kembali.
"Seperti yang dijanjikan, jika kau kalah maka cincin penyimpanan mu menjadi milikku.." Feng Jiu menunjuk cincin perak yang digunakan oleh Monlu.
Monlu menenggak ludahnya. 'Bodohnya aku, jika aku tahu Feng Jiu memiliki kekuatan mengerikan dan kesempatan menang ku kecil, isi cincin penyimpanan ini sudah ku pindah kan.'
Tentu saja Monlu keberatan untuk memberikan cincin penyimpanan miliknya. Karena isi di dalamnya adalah barang berharga yang telah ia kumpulkan selama hampir 4 tahun! Dan nilai semua barang tersebut jika di total sekitar 500-600 ribu perak!
"A-aku..." Monlu menatap Tetua Ling yang menonton pertarungan itu dari kejauhan.
Tetua Ling muncul di hadapan mereka berdua. "Feng Jiu, cincin penyimpanan milik Monlu terlalu berharga baginya dan tidak bisa memberikannya untukmu. Untuk menggantikan nya, aku bisa memberikan mu 1 botol pil spiritual tingkat 2. Bagaimana?"
Perkataan tersebut membuat Feng Jiu terkejut dan raut wajahnya berubah menjadi marah.
"Bagaimana bisa seperti itu? Ini adalah pertaruhan yang telah di sepakati. Bahkan ada banyak yang menyaksikannya. Bagaimana anda dengan tidak tahu malunya ingin menggantikan pertaruhan?!" Feng Jiu berbicara lantang penuh kekesalan.
"Memangnya kenapa?! Kau tidak suka? Apa yang bisa kau lakukan? Aku adalah seorang Tetua, seorang murid seperti mu tidak pantas untuk mengatur ku! Kau sudah mendapatkan peringkat 125 Puncak Yunjin dan 10.000 kontribusi serta 2.000 perak, tapi masih ingin cincin penyimpanan Monlu?! Ini sungguh tidak adil baginya!"
"Kau berbicara tentang keadilan di saat kau melakukan ketidak adilan?"
"Siapa yang bicara?!"