Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
06. Menerima Tantangan



Suasana di Aula Misi sangat riuh saat ada beberapa konflik antara Feng Jiu dan pemuda tak dikenal, ditambah dengan kedatangan Ling Qian yang menuangkan bensin ke api, suasana menjadi semakin ricuh!


"Feng Jiu, aku Monlu menantang mu untuk bertarung!" Monlu menunjuk ke arah Feng Jiu.


"Jelas aku tidak mau!" jawab Feng Jiu tanpa berpikir.


"Keputusan Feng Jiu ini sudah sangat tepat. Tidak mungkin dia akan menang melawan Alam Bawaan level 10!" komentar penonton 1.


"Benar, walaupun aku tidak suka padanya karena dulu seorang sampah dan merupakan aib Puncak Yunjin ku, namun sekarang aku membelanya." komentar penonton 2.


"Orang tidak tahu malu darimana ini. Dia jelas ingin menindas orang yang lebih muda dan lemah darinya. Rasa ingin menyentil bijinya stonk!" komentar penonton lainnya.


"Hahahah! Dasar pengecut!" Monlu itu tertawa meremehkan.


"Kau yang pengecut sialan! Berani sama yang lebih lemah!" penonton meneriaki Monlu pengecut.


"Pengecut!" sorak-sorakan itu membuat urat-urat di dahi Monlu muncul karena kesal.


"Yang pengecut itu kalian! Siapa suruh dia terlalu lemah!" raungnya.


Kata-katanya membuat orang-orang di sana terdiam, namun kembali ricuh ,"Peduli apa aku babi!"


"Iya!"


"Dasar pengecut!"


Ayah Ling Qian yang merupakan pengurus Aula Misi muncul di tengah-tengah kerumunan. Dia mengeluarkan aura pelatihan nya sehingga banyak yang merasa tertekan dan terdiam.


"Tolong jangan ribut di sini." ucap nya dengan suara tenang.


"Dan untuk Monlu, karena kau menantang Feng Jiu, seharusnya kau menyiapkan hadiah padanya jika dia menang. Terdengar tidak adil jika kau tidak memberikannya apa-apa."


"Feng Jiu, aku akan memberikan mu 2.000 perak dan 10.000 poin kontribusi dan posisi top 125 murid dari Puncak Yunjin akan di berikan padamu jika kamu bisa mengalahkan Monlu." dia mengakhiri.


Perkataan dari nya terdengar meyakinkan. Namun Feng Jiu tau itu adalah jebakan. Dengan levelnya sekarang, mustahil untuk menang dari Monlu.


"Tetua Ling sangat baik. Tapi bukankah terdengar mustahil jika aku menang melawan Monlu? Bagaimana jika pertarungan dilaksanakan satu minggu lagi agar aku bisa mempersiapkan diri." ujar Feng Jiu dengan nada sopan.


"Lagipula Monlu belum memberi pendapat tentang gagasan anda sebelumnya." lanjutnya.


Tetua Ling menatap tajam Monlu hingga dia berkeringat dingin.


"A-aku akan mempertaruhkan Cincin Penyimpanan ku jika kau menang." Monlu menunjukkan cincin berwarna perak di jarinya.


"Baiklah, (siapa yang akan menolak harta gratis dari mereka)." Feng Jiu menanggapinya dengan tersenyum.


"Ehem, karena sudah diputuskan pertandingan akan berlangsung minggu depan maka, kalian bisa bubar. Harap jangan membuat keributan berlebih di sini!" Tetua Ling langsung menghilang dari kerumunan.


Kerumunan murid pun bubar dan mereka mulai menjalankan aktivitas masing-masing. Berita tentang Feng Jiu yang sudah bisa berlatih mulai menyebar perlahan di Sekte.


Sementara itu, Feng Jiu masih sibuk memilih misi yang akan dia kerjakan. Di sebelahnya ada Lan Meiyu yang membantunya melihat-lihat misi.


Sebelumnya dia menolak ajakan Lan Meiyu untuk mengerjakan misi bersama. Karena dia tidak ingin merepotkan gadis tersebut untuk yang kesekian kalinya.


Tapi Lan Meiyu adalah tipe orang yang keras kepala. Dia bersikeras untuk membantu Feng Jiu, bahkan hanya dengan mendapat 10% dari hadiahnya saja dia masih ingin membantu.


Feng Jiu takut akan terjadi sesuatu pada Lan Meiyu. Bukan karena kenapa-kenapa, latar belakangnya sangat mengerikan. Ini sebabnya Ling Qian segan padanya walaupun ayahnya merupakan Tetua Aula Misi.


Kakeknya Lan Meiyu adalah Master dari Puncak Yunjin. Bahkan ayahnya memiliki status yang lebih hebat lagi, yaitu seorang jenderal kerajaan.


Kekuatannya sendiri saja dapat membinasakan sebuah sekte kecil, apalagi jika di tambah dengan pasukan dibawah kepemimpinannya.


{•••}


Di Puncak Yunjin, ada sebuah pondok kecil di dekat kolam yang airnya berwarna giok transparan.


Terlihat seorang pria dewasa tiga puluhan tahun duduk santai ditemani dengan secangkir teh.


Dia mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan nya, benda itu adalah sebuah plakat giok.


Plakat giok itu bercahaya terang. Dia kemudian tersenyum tipis.


"Menarik. Tambahkan hadiah jika dia bisa menang." ucapnya di depan plakat tersebut. Setelah itu dia menyimpannya kembali.


"Aku sungguh penasaran, seperti apa kemampuan anak yang kau bawa?" dia bergumam di lirih. Setelah itu menyeruput teh nya secara perlahan dan menatap langit.


{•••}


"Lan Meiyu, kau yakin ingin mengambil misi ini?" Feng Jiu menatap Lan Meiyu seperti gadis di depannya sedang bercanda.


"Aku sangat yakin. Dia hanya hewan buas tingkat dua saja yang setara dengan Alam Bawaan Level 3. Aku sendiri saja sudah cukup untuk mengalahkannya." jawab Lan Meiyu dengan percaya diri.


'Hm, perkataan Lan Meiyu cukup masuk akal. Akan sangat mudah baginya untuk membunuh hewan buas tingkat dua itu. Tingkat kekuatan nya adalah Alam Pemurnian level 3 dan dengan berbagai ilmu dan senjata spiritual tingkat tinggi nya, dia dapat menang dengan mudah.'


'Huft, walaupun bisa dapat naik tingkat dengan mudah, namun bukan itu saja tujuan ku mengambil misi. Ya sudahlah, apa boleh buat. Lagian dia cukup baik ingin membantuku.' Feng Jiu tersenyum tipis.


Hadiah dari misi tersebut adalah 6.500 poin kontribusi dan pil spiritual tingkat 2 sebanyak 3 buah.


Dengan pil spiritual sebanyak itu cukup bagi seseorang setingkat Feng Jiu untuk naik ke level 4, atau bahkan jika bisa langsung ke level 5 Alam Bawaan.


Lan Meiyu mengambil kertas misi dan mendaftarkan nya dengan namanya dan Feng Jiu. Tak ingin menghabiskan banyak waktu, dia menarik lengan Feng Jiu secara tiba-tiba dan langsung menuju ke Hutan Monster.


Sementara itu, Tetua Ling - Ayah Ling Qian menatap kepergian mereka. Di sampingnya berdiri Ling Qian yang menatap benci Feng Jiu.


"Qian, aku tak bisa melakukan apa-apa karena ada Lan Meiyu di sampingnya sekarang." ucap Tetua Ling.


"Aku tahu ayah. Tapi, dia pergi berduaan dengan orang yang kusukai, bukankah itu kurang ajar?!"