Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
32. Lawan Tangguh



Murid-murid di sekitar arena berkumpul untuk menonton pertarungan antara Feng Jiu yang masih belum diketahui oleh orang-orang dan Kailu, murid yang dikatakan merupakan Alam Bawaan terkuat di Sekte Pedang Bambu.


"Ayo mulai!" Feng Jiu merendahkan tubuhnya sedikit. Kemudian dia bergerak dengan sangat cepat memutari arena dan berhenti di belakang Kailu.


Kailu melebarkan matanya, terkejut melihat kecepatan Feng Jiu yang sulit diikuti oleh matanya. Tapi dia bisa menebak Feng Jiu akan menyerangnya dari belakang, sehingga Kailu melompat ke depan.


'Ck, serangan seperti ini sangat mudah di tebak.' Feng Jiu berdecak kesal melihat Kailu yang berakrobat di udara untuk menghindari serangannya.


Feng Jiu memikirkan langkah untuk menyerang Kailu yang menurutnya efektif. Terlihat Kailu hanya membiarkan Feng Jiu berpikir.


'Dia sedang meremehkan ku? Atau sedang memikirkan strategi juga?' tanya Feng Jiu heran di dalam hati karena Kailu tidak mengambil langkah untuk menyerang.


Feng Jiu menjadi lebih waspada melihat Kailu yang tiba-tiba mengubah posisi berdirinya, bukan itu saja, Kailu juga memegang dua pedang di tangan kanannya.


Satu mengarah kebawah dan satunya ke atas, "Gerakan pertama, membelah gunung!" ucap Kailu dengan lirih, namun masih bisa didengar oleh Feng Jiu.


Kedua pedang yang Kailu genggam di tangan kanannya di lapisi oleh cahaya biru pendar yang merupakan energi spiritual. Kemudian dia berlari ke arah Feng Jiu dengan ilmu meringankan tubuhnya dan tangan kanannya entah bagaimana bisa memutar kedua pedang tersebut.


Feng Jiu ingin menghindar dari serangan Kailu, namun dia terus mengejar Feng Jiu. Karena merasa jengkel, Feng Jiu menyambut serangan Kailu dengan tebasan musim panas. Pedang logam biru di lapisi dengan energi iblis oleh Feng Jiu, membuat ketajaman dan kekerasan pedang tersebut meningkat.


"Pedang tiga musim, tebasan musim panas!" Feng Jiu melancarkan tebasan pedang dengan kekuatan penuhnya untuk menyambut serangan Kailu.


PRAANG


Saat kedua pedang bertemu, baik Kailu maupun Feng Jiu malah terpental mundur. Feng Jiu terpental dan berguling di tanah sebelum bangkit kembali.


Sedangkan Kailu, walaupun masih dapat berdiri, kedua pedang yang ia genggam terlepas dari genggamannya dan menancap di dua tempat yang berbeda.


"Serangan pedang mu sangat kuat, tapi akan sulit untuk mengenai lawan jika kau tidak mengunci serangan mu pada titik buta!" ucap Kailu menjelaskan kekurangan permainan pedang Feng Jiu.


"Terimakasih atas arahannya.. Apakah kau masih ingin melanjutkan?" Feng Jiu menerima saran dari Kailu dengan senang hati, karena dia tahu saran tersebut bisa saja menyelamatkan nyawanya suatu hari nanti.


"Tentu saja, aku masih belum puas!" Kailu mengambil pedang yang berada di mulutnya. Kemudian dia mulai bergerak maju dengan pola zig-zag dan beberapa kali membenturkan pedangnya ke lantai untuk mengecoh.


'Sayang sekali kau bertemu dengan ku yang memiliki ilmu penglihatan..' Feng Jiu menggeleng pelan melihat upaya pengecohan Kailu.


Feng Jiu sebenarnya dapat dengan mudah melihat gerakan Kailu dengan penglihatan kekacauan, namun dia tidak menggunakan nya karena matanya masih mampu melihat gerakan Kailu walaupun samar-samar.


Feng Jiu mengingat tujuannya bertarung adalah untuk meningkatkan kemampuannya dalam berpedang dan juga berlatih sekalian menambah pengalaman dalam bertarung, bukan untuk pamer kekuatannya.


Kailu perlahan mendekati Feng Jiu hingga dia merasa pada jarak yang dapat memberikan serangan. Kailu menyerang Feng Jiu dari samping kanannya, tanpa menyadari jika Feng Jiu sudah mengetahui langkahnya itu.


"Pembelah gunung!" mata Kailu melebar karena merasa Feng Jiu sudah pasti terkena serangannya.


Tapi tiba-tiba, pedangnya yang seharusnya mengenai Feng Jiu, malah menebas angin saja. Hal ini membuatnya terkejut. Tidak sampai di situ, sesuatu yang sangat keras menghantam punggungnya hingga Kailu terpental dan berguling-guling di tanah.


"Kukkh! Uhuk!" dengan bantuan pedangnya, Kailu mencoba untuk bangkit.


"Hahahaha! Kau sangat kuat!" Kailu malah tertawa di kondisinya yang tidak baik-baik saja.


"Uhuk! Aku akan serius.." namun tiba-tiba tatapan matanya menjadi tajam. Kailu menggenggam pedangnya dengan kedua tangan.


Dia terlihat menghirup udara dalam jumlah besar secara perlahan. Urat-urat di kepalanya mulai menonjol dan muncul hembusan angin yang kuat karena energi spiritual dalam jumlah besar keluar dari tubuhnya.


"8 Jalan Penguasa Pedang! Jalan pikiran, buka!" teriak Kailu sembari mengangkat pedangnya ke atas.


DHUAAR


Tubuh Kailu mengeluarkan ledakan energi spiritual yang sangat besar, cukup besar untuk menciptakan kawah di lantai arena.


"Uwaahh! Ini adalah teknik legendaris?!" Feng Jiu membuka mulutnya. Perasaan nya menjadi campur aduk, antara terkejut karena pertama kali melihat teknik legendaris, dan waspada karena merasa teknik tersebut sungguh kuat.


Ledakan energi spiritual di tubuh Kailu membuat rambutnya yang panjang berkibar. Feng Jiu melihat seutas senyuman di wajah Kailu yang menjadi bersinar karena energi spiritual yang meledak-ledak di sekitarnya.


"Tidak ku sangka, hari ini adalah hari dimana aku bisa membangkitkan teknik legendaris keluargaku.." ucap Kailu yang merasa takjub karena kekuatan yang besar mengalir di dalam tubuhnya.


SWUUSH


"Glek!" Feng Jiu menelan ludahnya dengan kasar setelah menyaksikan Kailu menghilang secara tiba-tiba dari penglihatannya.


Secara tiba-tiba Kailu sudah berada di samping Feng Jiu dengan pedangnya yang siap menebas. Untungnya Feng Jiu sempat mengaktifkan penglihatan kekacauan sehingga dia dapat menghindar dengan refleks.


Feng Jiu ingin memberikan serangan balasan, namun Kailu sudah duluan menghilang dan muncul dari arah yang berbeda untuk memberi serangan lainnya.


Hanya dalam beberapa puluh detik, Feng Jiu dan Kailu sudah bertukar ratusan serangan. Semuanya terjadi begitu cepat. Murid-murid yang tidak terbiasa dalam bertarung hanya dapat melihat dua energi berbeda warna saling berbenturan dan percikan bunga api.


"Kau masih bisa mengimbangi kecepatan ku?!" tanya Kailu terkejut. Setelah ratusan kali pertukaran serangan, dia menyadari kecepatan mereka berimbang sehingga satupun dari serangannya tidak ada yang kena.


"Aku hanya beruntung.." sahut Feng Jiu sambil tersenyum. Dia dapat mengimbangi kecepatan Kailu karena menggunakan energi iblis dalam jumlah besar di seluruh tubuhnya.


Ditambah dengan kualitas fisiknya dan pemahamannya terhadap ilmu Langkah Awan, Feng Jiu dapat mengimbangi kecepatan Kailu yang menggunakan teknik legendaris.


Feng Jiu merasa beruntung karena dapat berlatih metode Seni Dewa Besi sehingga dia tidak kekurangan energi spiritual, yang berarti dia memiliki pasokan energi iblis yang banyak untuk bertarung dengan jangka waktu panjang.


"Ayo Kailu! Jangan malu-maluin teknik legendaris keluarga kita! Hajar dia!" Monlu berteriak kembali.


"Diam kau sepupu idiot!" sahut Kailu sambil mengejeknya.


"Huh? Apa?!"


Kailu mengabaikan sepupunya itu dan fokus menatap Feng Jiu. Dia merasa laki-laki yang menjadi lawannya itu memiliki kekuatan yang misterius.


Padahal levelnya berbeda satu dibawah dengannya, tapi kekuatannya berada di atasnya walaupun dia sudah menggunakan teknik legendaris milik keluarganya.


'Hm, aku masih belum puas mencoba kekuatan teknik ini!' Kailu menunjukkan semangat bertarung yang tinggi di matanya, sehingga energi spiritual di sekitarnya mengamuk dan bergejolak.


Kailu kembali bergerak, namun bukan mengarah ke Feng Jiu, melainkan kedua pedangnya yang menancap di lantai. Dia menarik satu pedangnya, membuat ledakan energi spiritual di tubuhnya menjadi lebih besar lagi.


Saat akan menuju ke pedang yang kedua, Feng Jiu menghadangnya dan mereka mulai bertukar serangan lagi.


'Sial, dia sungguh mengerikan dengan dua pedang!' Feng Jiu merasa tertekan saat mengetahui dia dapat mengimbangi kekuatan Kailu sebelumnya karena Kailu hanya memegang satu pedang saja.


'Aku juga pengen punya teknik semacam ini!' teriak Feng Jiu frustasi dalam hatinya