Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
01. Si Sampah



SWUUSSH


Di sebuah bagian dari sebuah sekte, seorang anak berusia dua belasan tahun sedang menyapu daun-daun yang berserakan oleh daun-daun kering.


"Huft, sebelah sini sudah bersih. Tinggal aula utama."


Anak itu menatap ke langit yang mulai menguning, tanda sore hari tiba dan tak lama lagi hari pun gelap.


Dia meratapi dirinya sendiri, yang tak berguna. Tak bisa berlatih, dianggap sebagai sampah bahkan di kucilkan oleh orang-orang.


Anak itu kemudian beranjak dan pergi ke aula untuk membersihkan area sebelah sana.


Tak di duga, beberapa orang anak mencegatnya. Dia terkejut pada awalnya, namun wajahnya menjadi datar.


"Apa yang kau inginkan, Ling Qian?" tanyanya dengan sedikit mendengus. Ling Qian sangat sering mencari masalah dengannya.


Dia sangat ingin menghajar bocah tersebut. Namun apa daya, dia seperti manusia biasa yang tak bisa berlatih dan memiliki energi spiritual seperti Pembela Diri Spiritualist.


"Aku sedikit kesal hari ini. Ayahku menolak membelikanku Pil Spiritual tingkat 3. Kebetulan ada kau di sini, jadi aku bisa melampiaskan kekesalan ku." jawab Ling Qian dengan intonasi seorang penindas handal.


"Cih, bilang saja kau ingin mencari masalah lagi denganku." dia mendengus kesal lagi.


"Hahahaha! Memang iya. Kenapa? Apa yang bisa kau lakukan? Teman-teman, tangkap dia. Aku baru saja menguasai Ilmu 'Tinju Angin Barat' dan ingin mencobanya pada sampah ini!" perintah Ling Qian.


"Wah, kau keren sekali. 'Tinju Angin Utara' merupakan Ilmu Tingkat Menengah."


"Hahaha, aku memang jenius! Tapi tunggu apalagi, cepat kerjakan!" bentak Ling Qian.


"Hehe, aku baru naik ke Alam Bawaan level 5 kemarin. Coba kulihat, apakah kau bisa memukul ku dengan sapu rapuh tersebut?" bacotan gak penting bawahan Ling Qian.


"Feng Jiu hanyalah sampah. Mungkin dia bisa mati jika kita memukulnya menggunakan energi spiritual. Sebaiknya gunakan fisik kita saja." temannya memperingati.


"Memangnya kenapa jika dia mati? Tidak akan ada yang peduli. Namun tidak akan seru jika dia langsung mati. Baiklah, aku akan gunakan kekuatan murni ku saja."


Note : Kekuatan Murni adalah kata lain dari kekuatan fisik atau kekuatan tubuh.


Feng Jiu mengumpat dalam hatinya, 'Dasar brengsek. Kalian hanya mempermainku saja.'


Kedua anak itu berlari ke arah Feng Jiu. Tak tinggal diam Feng Jiu pun membentuk kuda-kuda berpedang hanya dengan sapunya.


"Rasakan ini!" Feng Jiu melangkahkan kakinya ke kiri dan menghindari pukulan darinya.


Dia menusukkan pedangnya ke lutut anak itu hingga suara pukulan keras terdengar. Anak yang terkena serangannya meringis.


'Sampah ini walaupun tak bisa menjadi Pembela Diri Spiritualist, tapi ilmu berpedangnya mengerikan. Bahkan fisik Alam Bawaan Level 4 sepertiku saja masih tak bisa menang.' dia berkata dalam hati sambil menahan sakit di kakinya.


Satu temannya maju dengan meluncurkan tendangan yang sangat kuat bagi Feng Jiu. Tapi, dengan bersusah payah, Feng Jiu menghindar dari serangan tersebut.


Feng Jiu menggenggam sapu di tangannya dengan kedua tangannya, dia mengangkat sapu tersebut dengan sekuat tenaga dan memukul tepat ke biji lawannya.


CTAK


"AAAAHHHHH!" dia berteriak dengan keras dan berguling-guling di tanah.


Ling Qian dan satu temannya merasakan ngilu.


"Cih, kalian melawan seorang sampah saja tak becus. Lihat baik-baik!"


Ling Qian mengumpulkan energi spiritual di tangannya yang berupa cahaya biru. Kemudian dia meninju udara kosong dan sebuah pusaran angin yang menuju ke arah Feng Jiu.


"Aku penasaran, apakah kau dapat menahan serangan ini dengan tubuh lemahmu itu. Ayahku mengatakan jika serangan ini dapat menghancurkan sebuah pohon dalam sekali serang." kata-kata sombong Ling Qian keluar dari mulutnya.


"Tuan muda Qian sungguh hebat. Serangan mu setara dengan kekuatan tinju Alam Pemurnian level 1."


'Sialan! Sudah tidak sempat. Apakah aku akan mati saat ini?' Feng Jiu menutup matanya, tapi tak terjadi sesuatu.


Dia membuka matanya, dan melihat seorang gadis bergaun biru di depannya. Menahan serangan Ling Qian dengan pedangnya.


"Ling Qian, kau berniat membunuh seseorang di dalam sekte?" dia berteriak pada Ling Qian.


"Mei'er? Kenapa kamu membela sampah sepertinya?" tidak menjawab pertanyaan pertanyaannya, Ling Qian bertanya balik.


Jujur dia merasa sedikit sakit hati saat melihat orang dia sukai melindungi orang lain, apalagi itu laki-laki, dan sampah, tapi lebih tampan darinya.


"Kami berasal dari puncak yang sama. Tidak mungkin aku membiarkan mu membunuh saudara seperguruan ku. Dan lagi, kita tidak sedekat itu, jangan memanggilku Mei'er." Lan Meiyu memberikan tatapan tajam sehingga nyali Ling Qian langsung ciut dan berlari.


'Lan Meiyu berada di tingkat Alam Pemurnian level 3. Jika aku bertarung dengannya aku bisa terluka parah. Ayah pun tak bisa melakukan apa-apa karena latar belakangnya terlalu kuat. Feng Jiu sampah, aku iri sekali padamu. Aku akan membuatmu cacat hingga Meiyu jijik melihatmu!'


Feng Jiu menghela nafas lega saat melihat Ling Qian lari tunggang langgang dan menghilang dari pandangannya.


Lan Meiyu mendekatinya.


"Feng Jiu, kamu tidak kenapa-kenapa kan?" Lan Meiyu bertanya dengan wajah khawatirnya.


"Tidak apa-apa. Terimakasih Lan Meiyu, ini sudah kesekian kalinya kamu menyelamatkan nyawaku." jawab Feng Jiu.


"Bukan masalah. Ling Qian itu sangat sombong karena ayahnya dipromosikan menjadi tetua balai misi. Aku hanya membuat kesombongannya hancur agar dia tidak menindas orang lagi."


"Lagian kita ini belajar di satu puncak yang sama. Tentu saja harus saling melindungi!" Lan Meiyu berbicara panjang lebar.


"Oh, aku bisa terlambat jika tak bergegas. Sampai jumpa lagi!" Lan Meiyu melambaikan tangannya kemudian menghilang juga dari pandangannya.


Feng Jiu menghela nafasnya, kemudian dia pergi ke aula utama dan membersihkan area tersebut.