Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
02. Feng Jiu



: Alam Bawaan


Seseorang akan resmi di katakan sebagai Pembela Diri Spiritualist jika dapat menyimpan energi spiritual di dalam tubuhnya dan menggunakannya untuk memperkuat tubuh mereka.


Pada Alam Bawaan, energi spiritual akan memperkuat tiga bagian tulang, dan setiap tulang ada tiga tahap penguatan.


Pembela Diri Spiritualist yang lebih tinggi dapat menyimpulkan level Alam Bawaan dengan melihat seberapa padat tulang mereka dan seberapa banyak tulang dipadatkan.


Biasanya orang-orang akan memadatkan tulang tangan untuk mendapatkan kekuatan serang lebih atau tulang bagian bawah untuk kegesitan.


Intinya, Alam Bawaan lebih fokus terhadap penguatan tulang dan kekuatan murni.


{•••}


Feng Jiu tidak pernah bisa mengumpulkan energi spiritual, oleh sebab itu dirinya tidak dapat berlatih.


Bukan berarti dengan itu, Feng Jiu tidak memiliki kekuatan sama sekali. Feng Jiu menyempatkan dirinya untuk berlatih Ilmu 'Pedang Tiga Musim' yang dimana ilmu ini tidak memerlukan energi spiritual untuk dipraktekkan.


Ada tiga gerakan pada 'Ilmu Pedang Tiga Musim'. Dia baru menguasai satu gerakan yaitu 'Tebasan Musim Panas'.


Untuk dua gerakan lainnya, Feng Jiu tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih, apalagi dia tidak memiliki pedang untuk berlatih dengan baik.


Sejak dulu Feng Jiu mengumpulkan kontribusi sekte agar bisa mendapatkan sebuah pedang agar bisa berlatih 'Ilmu Pedang Tiga Musim'.


Hari ini, dia telah memiliki poin yang cukup banyak agar bisa membeli pedang. Setidaknya dia bisa mengambil beberapa misi kecil daripada menyapu area sekte untuk mendapatkan kontribusi, pikirnya.


Feng Jiu pergi menuju Aula Penukaran.


'Tumben tidak ada Ling Qian. Syukurlah kalau begitu. Setidaknya hari ini sedikit tenang.'


Dia masuk ke bangunan penukaran.


"Tetua, aku ingin mencari pedang yang memiliki harga di bawah 5.000 poin kontribusi." ucap Feng Jiu.


"Hm? Baiklah, tunggu sebentar. Akan ku carikan pedang yang cocok untukmu." tetua itu menghilang.


Seraya menunggu, Feng Jiu berkeliling di Aula Penukaran. Pandangan matanya tertarik pada sebuah batu dengan bentuk persegi.


Feng Jiu merasakan perasaan akrab dan seperti ada sesuatu yang mempengaruhinya untuk menyentuh batu tersebut.


Saat tangannya hendak menyentuh batu tersebut, tetua yang tadi datang lagi.


"Nak, ini adalah Pedang Logam Biru. Pedang ini ditempa dari material besi tingkat dua dan sisik binatang buas bayi naga biru yang merupakan binatang buas tingkat dua."


"Pedang ini merupakan senjata spiritual tingkat 3." tutupnya.


"Eh tetua, aku mengatakan harganya di bawah 5.000 poin kontribusi, bukan 500.000." ucap Feng Jiu yang merasa ada sesuatu yang salah.


"Tidak ada yang salah. Harga pedang 4.999 poin kontribusi. Ambil atau tidak?" tanya tetua itu.


"Ambil ambil ambil."


'Gilak, senjata spiritual tingkat 3 sangat langka bagi murid tingkat bawah seperti ku. Bakan bagi murid tingkat atas saja hanya beberapa yang memiliki nya. Kenapa harga senjata spiritual tingkat 3 menjadi semurah ini?'


"Hm? Beberapa hari yang lalu tetua kami menemukan batu ini di sebuah makam kuno. Namun tidak ditemukan cara menggunakannya. Kami juga mencoba menghancurkannya, namun nihil. Batu ini sangat keras." jelas tetua itu.


"Mungkin batu ini tidak ada gunanya selain sangat keras. Jadi kau boleh mengambilnya gratis."


"Terimakasih tetua!" Feng Jiu memberikan hormat pada tetua itu.


{•••}


Sebelum kembali ke rumahnya, Feng Jiu menuju ke hutan bambu yang berada di luar sekte. Dia ingin mengambil beberapa batang bambu untuk membuat sebuah sarung pedang.


Karena pedangnya mungkin akan menarik banyak perhatian dan bisa membawa hal-hal yang tak diinginkan olehnya.


"Luar biasa! Rasanya memotong bambu dengan pedang ini seperti sedang memotong tahu. Ketajamannya sangat luar biasa." gumam Feng Jiu yang terpukau oleh pedangnya sendiri.


"Bukannya kau si sampah Feng Jiu?" kesenangan Feng Jiu berakhir saat mendengar suara seorang anak sebayanya.


'Mulai lagi. Kukira hari ini adalah hari yang diberkati karena mendapatkan senjata spiritual tingkat 3 dan tak ada gangguan dari Ling Qian.' dengan perasaan kesal Feng Jiu membalikkan badannya.


"Ha? Siapa kau?" tanya Feng Jiu. Dia tidak pernah melihat anak tersebut.


"Aku? Aku adalah murid baru. Seminggu yang lalu aku bergabung dengan sekte ini. Tapi aku telah mendengar banyak tentang mu, orang yang terkenal bukan karena bakat, namun karena wafat!"


"Hey! Itu mulut ngomong seenak jidat. Tapi siapa pula yang mengatakan hal itu tentangku?"


"Tidak penting siapa yang mengatakan nya.." kemudian dia melihat pedang yang dipegang oleh Feng Jiu dan tau itu bukan pedang tingkat rendah.


"Oh, pedang yang kau miliki itu lumayan juga. Berikan saja padaku, pedang itu tidak akan berguna di tanganmu." ucapnya seraya menunjuk pedang yang di genggam oleh Feng Jiu.


"Ha? Memangnya pedang ini akan berguna di tanganmu?" Feng Jiu sekarang merasa sedikit panik. Dia tidak mengetahui tingkat kekuatan anak itu.


Jika dibawah Alam Bawaan Level 5 atau 4, dia dapat mengalahkannya jika lawannya lengah.


"Aku sekarang baru berumur 11 tahun dan sedikit lagi akan menerobos ke Alam Bawaan Level 4. Bukankah aku seorang jenius? Setahun lagi aku yakin sudah berada di Alam Pemurnian." jawabnya menyombongkan diri.


"Kalau begitu, ambilah." Feng Jiu menyerahkan pedang itu.


Anak itu mendekati Feng Jiu, namun...


"Pedang Tiga Musim : Tebasan Musim Panas!" Feng Jiu menggunakan ilmu pedangnya dan menebas leher anak tersebut dengan cepat.


Karena terlalu dekat, dia tidak bisa menghindar dan mati seketika.


"Sekuat apapun kamu, jika lengah dan meremehkan lawan mu, sangat mudah mengalahkan mu." ucap Feng Jiu tanpa sadar.


Dia langsung menutup mulutnya sendiri.


"A-apa yang kukatakan?" Feng Jiu menjadi bingung.


Kemudian batu persegi di dalam kantong celananya bergetar dan keluar. Batu tersebut memancarkan cahaya merah dan beberapa tulisan aneh dengan warna merah gelap.


"¿Akhirnya, setelah ribuan tahun, ada seorang yang cocok untuk mewarisi warisanku¡"