Demon Martial Arts

Demon Martial Arts
23. Hutan Monster



"Sial! Sial! Sial!"


Feng Jiu melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan kecepatan secepat yang dia bisa dengan menunjukkan raut wajah tegang.


Dia sudah melakukan ini selama beberapa jam namun sesuatu yang mengejarnya tidak berhenti, "Dasar kera sialan! Kalau berani satu lawan satu!" umpatnya kesal.


Feng Jiu yang berencana masuk ke hutan monster untuk berlatih, terlebih dahulu mencari tempat yang aman sebagai tempat tinggal. Namun nasibnya tidak terlalu beruntung, Feng Jiu menemukan beberapa ekor kera yang merupakan hewan spiritual tingkat 1, memiliki kekuatan setara Alam Bawaan level 14.


Tidak sulit bagi Feng Jiu untuk membunuh kera tersebut, namun jumlah mereka yang semakin lama kian banyak. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang.


Apalagi dengan kondisi tubuhnya sekarang makin tidak mungkin untuk menang melawan para kera yang mengejarnya. Bahkan dia ragu masih dapat berlari lebih lama lagi.


Banyak hal yang sudah Feng Jiu lakukan untuk menghadang para kera tersebut, tapi tidak ada yang berhasil.


'Berpikir! Berpikir!' kepala Feng Jiu terasa sakit karena terus memikirkan cara agar bisa keluar dari situasinya saat ini.


"Kiik! Kiik!" kera-kera yang mengejar Feng Jiu tiba-tiba berhenti dan menggelantung di pepohonan, mereka memincingkan mata.


Dengan sedikit kebingungan, Feng Jiu menoleh kebelakang nya dan melihat para kera berhenti mengejarnya.


"Sepertinya aku masuk ke kawasan hewan spiritual yang sangat kuat.." dia bergumam sambil mengamati hutan yang berisi pepohonan yang lebih lebar daripada sebelumnya.


Karena tak memiliki jalan lain, Feng Jiu hanya bisa menetap di sana karena jika dia keluar kembali, para kera akan mengejarnya lagi.


"Uekk!" para kera menatapnya dengan beringas karena Feng Jiu mengejek mereka dengan menjulurkan lidahnya.


"Kiik!"


Segerombolan kecil kera meninggalkan lokasi tersebut karena merasa manusia yang mereka kejar sebelumnya tidak akan keluar dari kawasan tersebut, sedangkan sebagian besarnya masih menetap dan menunggu.


Feng Jiu memanfaatkan peluang tersebut untuk memulihkan stamina nya secepatnya, karena tidak tahu apa akan ada hewan spiritual yang mengejarnya saat dia memasuki kawasan tersebut.


Dengan bantuan ilmu pernafasan yang baru ia pelajari, Feng Jiu hanya menghabiskan waktu setengah jam untuk memulihkan staminanya dan mentalnya setelah dikejar-kejar selama beberapa jam.


"Tunggu aku menjadi lebih kuat, kita akan bertarung habis-habisan!" para kera sedikit terintimidasi saat ditatap dengan tajam oleh Feng Jiu.


'Sebaiknya aku tidak berdiam diri disini. Dan juga, hari sudah mendekati malam. Aku harus mencari tempat beristirahat!' Feng Jiu mengaktifkan Penglihatan Kekacauan untuk berjaga-jaga jika ada hewan spiritual tingkat tinggi yang mendekatinya.


Ia berjalan tak tentu arah karena tidak mengetahui dimana posisi pastinya sekarang. Jika melihat dari pohon tertinggi pun, Feng Jiu hanya dapat melihat hamparan pepohonan yang sangat luas hingga ke cakrawala.


"Sebuah gua!"


Feng Jiu berjalan perlahan mendekati gua tersebut dan memeriksa sekitarnya.


Barangkali ada sesuatu yang menunjukkan gua tersebut di tinggali oleh hewan spiritual, "Tidak ada jejak kaki ataupun bulu-bulu rontok. Hmm? Sebaiknya periksa lebih dekat lagi."


Feng Jiu mendekati mulut gua dan tidak menemukan bahaya apapun dari sana berdasarkan pengamatannya dengan penglihatan kekacauan.


Akhirnya dia dapat bernafas lega dan mulai mengumpulkan bahan-bahan di sekitar nya untuk menjadikan gua tersebut sebagai tempat peristirahatan dan pelatihan sementaranya di hutan monster.


...{•••}...


Feng Jiu terbangun dari tidurnya pada saat matahari belum terbit. Dia hanya tidur dengan alas dedaunan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat membuatnya tidur dengan nyaman.


"Gara-gara dikejar oleh kera-kera kemarin, aku tidak sempat mencari sumber air." Feng Jiu mengeluhkan kondisinya sekarang yang sedikit kehausan, karena dari kemarin dia belum meminum setetes air pun.


Dengan mengandalkan pendengarnya, Feng Jiu dapat menemukan sumber air terdekat sebelum matahari tepat berada di atas kepala.


"Air!" dengan perasaan senang, Feng Jiu melepas seluruh pakaiannya dan melompat ke dalam telaga yang memiliki air yang sangat jernih.


Feng Jiu membersihkan tubuhnya sekaligus memuaskan dahaganya di sana. Setelah urusannya di sana selesai, dia mulai memikirkan tentang makanan untuk mengisi perutnya.


Feng Jiu menyesalkan dirinya tidak membawa beberapa makanan untuk mengisi perutnya karena belum tentu pada hari-hari pertama menemukan hewan biasa atau hewan spiritual yang dapat dimakan, atau setidaknya lazim dimakan.


...{•••}...


'Aku tidak ingin mati konyol karena kelaparan. Tapi tidak terlihat hewan apapun di sekitar sini..' Feng Jiu mengamati kondisi hutan di sekitarnya dengan penglihatan kekacauan.


Namun Feng Jiu tidak menemukan tanda-tanda keberadaan makhluk hidup selain dirinya. Dia juga sudah berusaha mencari sungai untuk mendapatkan ikan dari sana, tapi tidak ketemu juga.


Sebenarnya ada banyak tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan seperti beri-berian serta biji-bijian, tapi dia ragu untuk memakannya karena sekarang berada di alam liar yang asing baginya.


Bisa saja tumbuh-tumbuhan tersebut beracun dan dia malah mati keracunan makanan, tentu baginya lebih baik mati dimakan hewan spiritual daripada keracunan makanan, apalagi mati kelaparan.


Beberapa jam kemudian, perut Feng Jiu terasa sangat perih karena tidak diisi dari kemarin. Dia berguling-guling di tanah sambil mengatakan 'lapar'.


Kelakuan nya itu membuat Feng Jiu tidak sengaja masuk ke semak-semak dan dia menemukan seekor kelinci gemuk yang terkejut melihat kemunculannya.


"Hehe, kelinci~" Feng Jiu yang sebelumnya menjadi lemas dan sulit bergerak, tiba-tiba kembali berenergi dan berdiri dengan tegak.


Kelinci itu langsung berlari dan Feng Jiu mengejarnya. Dia terkejut karena kecepatan kelinci itu tidak seperti kelinci pada umumnya. Kemudian dia berpikir itu adalah hal wajar, mengingat tempatnya sekarang adalah hutan monster yang berisi hewan spiritual.


Tidak menutup kemungkinan kelinci yang ia kejar merupakan hewan spiritual juga.


"Kemari lah!"


Feng Jiu mengejar kelinci itu hingga cukup jauh dari gua tempatnya tinggal. Tapi tidak seperti sebelumnya, dia memperhatikan sekitarnya dan mengingatnya agar tidak kesulitan mencari jalan kembali ke tempat tinggal sementaranya.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Feng Jiu untuk menangkap kelinci tersebut karena ilmu meringankan tubuhnya. Kelinci di tangan Feng Jiu tampak bergetar hebat karena ketakutan.


Ditambah lagi saat Feng Jiu menatapnya dengan senyuman mengerikan, baginya, "Eh? Sudah mati?" Feng Jiu tersenyum masam. Padahal dia hanya tersenyum saja tapi kelinci tersebut mati ketakutan.


"Apakah aku semengerikan itu?"


...{•••}...


"Nyam, sangat enak. Ternyata benar daging binatang spiritual sangat enak walaupun tidak menggunakan bumbu apapun!" Feng Jiu mengeluarkan kesan pertamanya saat memakan daging binatang spiritual pertama kali.


Beberapa menit berselang, kelinci yang ia tangkap sudah habis dilahap olehnya. Feng Jiu merasa sudah cukup prima untuk memulai pelatihan seni dewa besi pada hari itu.


Namun dia teringat bagaimana besok dia akan mencari makanan kembali? Tidak mungkin Feng Jiu selalu beruntung dan menemukan seekor kelinci di semak-semak hanya dengan berguling-guling saja.


Jadi dia menunda pelatihannya hari itu dan mulai menjelajahi area sekitarnya untuk menemukan tumbuhan atau hewan-hewan yang dapat dia makan.


"Ini?.." Feng Jiu menemukan sebuah tempat yang tidak di tumbuhi pohon. Hanya ada tanah yang ditumbuhi rumput dan sebuah batu yang menjulang ke langit.


Tingginya mungkin mencapai 30 meter dan terlihat tertutupi oleh banyak lumut.


"Tempat yang aneh.." Feng Jiu menggeleng kemudian berjalan meninggalkan lokasi tersebut dan fokus pada tujuan utamanya saat ini.