
Luka lebam bekas tadi pagi saja belum hilang. Tapi kami berdua malah membuat luka baru.
"Apa yang lo katakan HAH!" Aku berteriak dengan kencang di depan wajah Jonathan.
"Kalo lo ga cinta sama Dara. Kenapa lo pacaran sama dia!" teriakku lagi didepan wajahnya. Namun Jonathan malah tersenyum lalu ia berkata.
"Karena gue pengen balas dendam sama Dara. Lo tau kakak gue mati karena kakak Dara. Mereka bertarung di atas ring berdua demi satu cewek. Dan sekarang gue mau bikin hidup Dara sengsara." Jelas Jonathan.
Dan setelah aku mendengar apa yang Jonathan katakan tadi. Aku benar-benar marah dan aku tahu siapa Jonathan yang sebenarnya sekarang.
Aku menerima taruhan Jonathan itu demi dapetin Dara, dan agar Dara bebas dari ikatan Jonathan yang tak punya hati itu.
"Oke gue terima tantangan Lo. Tapi gue mau cuman gue dan lo yang tahu ini." Ucapku dengan suara pelan di hadapan wajah Jonathan.
****
"Apa? Lo mau tarung diatas ring bareng Jonathan?" Ucap Abi terkejut setelah tahu aku akan bertarung dengan Jonathan di atas ring.
"Iya gue serius Bi. Gue mau Dara putus dari Jonathan."
"Sebenarnya gue sedikit takut Las, gue khawatir sama Lo. Tapi gue yakin lo bisa kalahin Jonathan."
"Aku akan bertanding di tempat Coach Bimo dengan Jonathan, aku akan mengabarimu nanti Bi."
"Baklah."
Kling! kling!
Suara nontifikasi pesan masuk dari Jonathan yang memberitahuku kapan dan dimana kami akan bertarung.
Aku terus berlatih dengan keras malam itu bersama Coach Bimo, lalu aku meminta beberapa trik darinya, cara untuk mengalahkan lawan dan juga meminta izin padanya untuk bertarung di tempatnya.
"Coach aku akan bertarung disini besok malam bersama Jonathan Apa boleh?" tanyaku.
"Jonathan? Kamu akan bertarung dengannya?" Jawab coach Bimo yang terkejut karena ucapanku.
"Sebenarnya boleh saja. Tapi kenapa tiba-tiba kalian ingin bertarung?"
"K-kami hanya ingin bertarung saja."
"Baiklah silahkan. Dan coach akan menjadi wasit kalian agar tak terjadi hal yang tak di inginkan."
Coach Bimo mengizinkanku bertarung ditempatnya bersama Jonathan.
Dan hari itu benar-benar terjadi, aku sudah ada diatas ring bersama Jonathan tepat pukul 10 malam, di tempat Coach Bimo. Hanya Coach Bimo, Bintang dan Abi yang ada di sana. Untuk melihat pertarungan antara diriku dan Jonathan.
Coach Bimo hanya tahu kita bertanding biasa, dia tidak tahu jika pertandingan ini adalah sebuah pertandingan taruhan.
Pertarungan pun berlangsung untuk ronde pertama. Coach Bimo menunjuk Bintang untuk menghitung waktu dalam setiap ronde, satu ronde berlangsung selama 5 menit.
Aku dan Jonathan sudah berada di atas ring dengan coach Bimo yang berperan sebagai wasit. Kami berdua tak memakai pakaian kami hanya memakai boxer. Dengan lengan yang hanya di lilit handwrap, karena ini pertandingan MMA yang bebas jadi kami tak menggunakan sarung tinju.
Bintang menekan tombol penghitung dan ia langsung memukul lonceng, pertanda pertandingan dimulai.
TENG!
FIGHT!
Di ronde pertama aku masih sangat kuat karena masih belum banyak energi yang terkuras. Namun sayang aku kalah di ronde pertama, Jonathan mengalahkanku dengan sangat cepat, pantas saja dia selalu menyombongkan dirinya kepadaku, karena memang benar dia begitu hebat dalam pertandingan MMA.
Ketika kami tengah beristirahat untuk ronde dua, Jonathan terus memnatap tajam diriku.
"Dallas minumalah." Seru Abi sembari memberiku sebotol air.
Aku membuka pengaman gigiku sebentar untuk minum, ketika ronde kedua sudah akan di mulai kembali aku memasangnya lagi.
"Dallas kamu pasti bisa mengalahkan Jonathan, demi Dara kamu pasti bisa!" Abiyan terus menyemangatiku saat itu, karena mungkin dia takut aku merasa putus asa. Dan kalah di tangan Jonathan.
Namun di ronde kedua dan ketiga aku berhasil mengalahkannya karena mengikuti cara yang di ajarkan oleh Coach Bimo kepadaku.
Aku memukul kepalanya tetapi tidak sampai membuat Jonathan dalam bahaya. Karena pertandingan MMA adalah pertarungan bebas jadi aku boleh memukul bagian kepalanya.
Aku benar-benar bahagia bisa mengalahkannya. Lalu ketika pertandingan selesai aku berbicara pada Jonathan agar dia menepati taruhannya.
"Jo! lo harus tepatin taruhan lo itu. Gue mau lo putusin Dara dengan cara baik-baik. Dan ingat lo juga harus rahasiakan ini semua." ucapku pada Jonathan.
Wajah Jonathan terlihat begitu marah entah marah karena ia kalah atau marah karena dia harus mengakhiri hubungannya dengan Dara.
"Iya! bakalan gue tepatin. Lagi pula sejujurnya gue ga cinta sama Dara." cetus Jonathan.
"Ingat! Dengan baik-baik. Dan lo harus rahasiain ini semua. Gue ga mau Dara tahu kalo gue udah tarung MMA sama lo!" tegasku.
Ketika aku sampai di rumah, aku membaringkan badanku yang lelah diatas ranjangku yang begitu empuk.
Tiba-tiba aku teringat soal ucapan Jonathan tentang Dara, "Kenapa Jonathan terus mengatakan hal-hal buruk tentang Dara?" Tanyaku pada diriku sendiri.
Lalu aku membuka laptopku dan mencari tahu tentang Dara melalui sosial medianya. Namun dalam sosial media Dara, Dara tak pernah memposting dirinya bersama Jonathan ataupun kehidupan pribadinya.
Ia hanya memposting lukisan-lukisan yang ia buat sendiri. Tapi dalam salah satu lukisan yang di posting Dara, ada lukisan seorang lelaki yang ia lukis dan dalam captionnya dia hanya memberikan emotikon hati berwarna hitam dan sebuah mawar.
Namun lelaki itu tampak tak seperti Jonathan, entah siapa lelaki itu. Mungkin itu adalah kakak laki-laki Dara yang di maksud Jonathan saat itu. "Apa ini kakak Dara?"
Ketika aku asik mencari tahu tentang Dara. Yasmin datang kerumahku malam-malam.
"Dallas! Dallas buka pintunya dong!" Sahut Yasmin didepan pintu rumahku. Dengan spontan aku berlari untuk membukakan pintu untuknya.
"I-iya Yas tunggu sebentar." ketika aku membuka pintu untukknya, Yasmin benar-benar terkejut melihat wajahku.
"DALLAS!!! apa yang terjadi dengan wajahmu? Apa kamu bertengkar? Dallas kenapa kamu selalu bertengkar ya ampun, aku bilangin ya sama tante Elga kalo kamu suka bertengkar!" Ancam Yasmin.
"J-jangan Yas, aku mohon jangan beritahu ayah dan ibuku. Masuk deh biar aku kasih tahu apa yang terjadi denganku"
Lalu aku memberitahu segalanya pada Yasmin, soal MMA dan pertarungan taruhan MMA antara diriku dan Jonathan
"Apa! Jadi sejak kamu kelas 10 kamu sudah mengikuti pelatihan MMA dan hari ini kamu baru saja bertarung dengan Jonathan?"
"Iya Yas aku tak mau berbohong padamu, jadi aku ingin memberitahumu semua ini. Dan aku belum memberitahu ayah dan ibuku soal ini, aku harap kamu tak memberitahunya aku takut mereka khawatir. Aku akan memberitahu mereka nanti setelah aku siap"
"Baiklah aku akan merahasiakannya, tunggu. Apa Abiyan tahu?"
"Ya dia tahu."
"Aish, kenapa kamu memberitahu dia lebih dulu di bandingkan diriku?" kata Yasmin merajuk.