DALLAS

DALLAS
CHAPTER 24



Malam pun tiba Jonathan membawaku dan juga Dara ke arena pertandingan. Aku dan Dara duduk dibelakang sedangkan Jonathan duduk dibalik setir. Dan tiba-tiba seseorang masuk dan duduk didepan bersama Jonathan. Seketika Dara terkejut.


"Bintang!" Kata Dara.


"Hai Dara, kenapa lo kaget? Emangnya gue hantu apa!" cetusnya sembari memasang sabuk pengaman.


Bintang dari dulu sudah dekat dengan Jonathan, jadi apa yang dilakukan Jonathan dia pasti akan menurutinya.


"Dallas lo bakal tanding di tempat biasa." seru Jonathan.


"Kenapa harus disana? Bagaimana jika pak Harris tahu dan coach Bimo juga tahu?"


"Ga akan, mereka ga akan datang. Karena mereka cuman punya lo, so pasti mereka ga akan datang. Lo tenang aja!"


Ketika aku berbicara dengan Jonathan akan hal itu, tiba-tiba Dara bertanya padaku.


"Dallas, apa maksud dari perkataan kalian? Pak Harris, Coach Bimo dan tempat biasa?"


Ya mungkin ini adalah saatnya Dara tahu semuanya.


"Aku akan memberitahumu nanti setelah pertandingan oke." jawabku lembut.


Kami sampai di arena pertandingan MMA ilegal, arena yang sama yang pernah ku pakai untuk bertanding MMA ilegal tempo hari bersama Coach Bimo dan Pak Harris. Dalam sebuah gedung yang tak berpenghuni.


Setibanya di arena aku dan Dara masuk kesebuah ruangan untuk mengganti pakaianku dan melilit tanganku dengan handwrap. Seperti biasa aku tak pernah bertanding dengan sarung tinju kecuali ketika latihan.


"Dallas... A-aku sangat mengkhawatirkanmu, aku tak sanggup untuk melihat pertandingan ini." ucap Dara dengan penuh rasa cemas kepadaku.


Lalu aku mendekatinya dan memegang kedua tangannya dan berkata bahwa aku akan baik-baik saja.


"Dara dengar, jika kamu tak berani untuk menontonnya kamu tunggu saja disini. Dan aku akan baik-baik saja. Kamu tahu, ini kesempatan yang sangat besar agar Jonathan melupakan soal balas dendam itu."


"T-tapi..."


"Sudahlah jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan ini, kamu tunggu saja disini dan do'akan aku, agar bisa mengalahkan lawanku." ucapku pada Dara dengan senyuman.


Aku pergi meninggalkan Dara seorang diri diruangan itu. Lalu aku masuk ke arena pertandingan bersama dengan Jonathan dan Bintang. Ketika aku melihat lawanku, aku benar-benar terkejut karena lawanku ukuran badannya lebih besar dariku, dan ucapan Jonathan itu memang benar.


"Lihat badan dia lebih besar darimu 20pound, nama dia Tom . Ini MMA pertandingan bebas, kamu pasti bisa habisi dia Dallas, dan ingat janji kita." bisik Jonathan pada telingaku.


Aku naik ke atas ring dengan disaksikan oleh orang-orang berdasi dari kalangan pebisnis besar. Para penonton seperti itu sudah biasa bagiku karena setiap pertandingan aku selalu melihatnya, tapi orang yang beratnya 20pound lebih besar dariku kini ada di hadapanku dan itu adalah pemandangan yang baru kulihat langsung dengan mata kepalaku sendiri.


"Biasanya aku melihat orang seperti ini hanya dalam video pertandingan MMA, sekarang aku melihatnya langsung dan bahkan harus bertarung dengannya." ucap batinku.


"Dallas! Fokus! Jangan pikirkan apapun!" Sahut Jonathan dari sudutku.


Lonceng pun berbunyi pertanda pertandingan dimulai, baru saja pertandingan dimulai tapi lawanku yang bernama Tom itu langsung mengiring ku ke arah tali, dan terus melontarkan pukulannya padaku.


Percut mendarat dan hook kiri mendarat di badanku, ketika aku terus di dekat tali.


"MENJAULAH DARI TALI DALLAS!" Jonathan terus berteriak dari arah sudutku.


Dan pada akhirnya dalam 5 ronde pertama aku kalah. Aku beristirahat di sudut ring dan Bintang memberiku sebotol air.


"Dallas, lo harus menang inget janji lo, kalo lo menang gue bakalan hapus balas dendam itu!" kata Jonathan tepat di depan wajahku.


"Pak Harris... " gumam Bintang sembari melihat ke arah penonton. Seketika aku terkejut mendengarnya.


"Pak Harris? Pak Harris ada disini?" tanyaku pada Bintang, lalu Bintang menunjukan dimana pak Harris berada.


"Lihat itu pak Harris-kan dan mantan pelatihmu Jo!" ucap Bintang pada Jonathan.


"Jo lo bilang pak Harris ga akan datang, kenapa dia bisa ada disini? Bisa berabe nanti, gue bakalan kena masalah kalo gue tiba-tiba ada di sudut lo!" ucapku pada Jonathan dengan wajah yang penuh kecemasaan.


"Gue ga tahu kenapa dia ada disini!"


Tak lama pak Harris tiba-tiba menghampiriku dan naik keatas ring.


"Apa-apa'an ini, Dallas kamu tak ingat kamu ada disudut siapa? Kamu ada di sudut saya Dallas. Saya terus mencarimu tapi kamu hilang dan sekarang kamu bertarung disudut dia!" Tegas pak Harris sembari menunjukan jari telunjuknya ke wajah Jonathan.


"Pak Harris, saya tahu itu. Tapi untuk kali ini biarakan saya ada disudut Jonathan terlebih dulu. Ini urusan pribadiku, aku harus mendapatkan hadiah dari pertandingan ini untuk Jonathan. Setelah itu saya akan kembali kesudut pak Harris, saya berjanji."


Aku menjelaskan pada pak Harris namun aku tak tahu pak Harris akan semarah apa nanti padaku. Jika aku tak ada di sudut pak Harris lagi, maka mungkin aku tak akan mendapatkan lagi uang untuk melanjutkan hidupku.


Waktu istirahat pun usai, aku kembali berdiri dan melanjutkan pertarungan MMA ilegal ini lagi.


Pukulan demi pukulan terus aku lontarkan pada Tom lawanku diatas ring. Namun sayang aku terus kalah lagi dan lagi di setiap ronde. Ya aku kalah lagi dan lagi karena pertandingan yang tak adil ini.


Bluk!


Aku tersungkur diatas ring begitu keras, ketika Tom lawanku memukulku diarea ginjalku. Ah... Sungguh diarea itu sangat menyakitkan.


Namun aku berusaha berdiri dan melawannya lagi. Tapi Tom lawanku itu, dia petinju yang mungkin lebih hebat dariku bahkan dia mengeluarkan strategi pukulan yang hebat.


Aku tersungkur lagi dan Tom lawanku yang berbadan besar itu terus memukul bagian kepalaku. Aku tak bisa bangung kedua tanganku terus menutupi wajahku.


Orang-orang yang ada disudutku terus berteriak keras agar aku bangun dan bangkit. Namun tak semudah itu, mungkin aku benar-benar akan KO saat itu juga.


Ketika aku masih tersungkur diatas ring dan Tom lawanku yang terus memukulku tanpa ampun. Tiba-tiba Dara berlari masuk kedalam arena dan mendekat ke ring.


"Dallas... " dengan nafas yang tak teratur Dara teruas memanggil namaku di samping ring.


Dengan penuh air mata dia terus memanggil namaku. Dia cemas melihatku yang sudah tersungkur diatas ring.


Wasit pun mulai berhitung namun aku tak bangun-bangun dan pada akhirnya aku kalah.


Jomathan pun marah semarah-marahnya melihatku tergeletak tak berdaya diatas ring karena kalah. Dia langsung pergi bersama dengan Bintang meninggalkanku.


Ketika semua orang pergi meninggalkan arena Dara berlari naik keatas ring dan menghampiriku, dengan wajah yang penuh darah aku tak berdaya di hadapan Dara.


"Dallas..." Dara terus menyebut namaku sembari memegang wajahku.


"Dara... Maafkan aku, aku kalah dan tak bisa memenangkan hadiahnya untuk Jonathan." Ucapku dengan suara yang parau.


Dan tiba-tiba pandanganku gelap, semuanya gelap. Aku tak sadarkan diri dan sejak saat itu aku tak tahu apa-apa lagi aku tak tahu apa yang terjadi ketika aku tak sadarkan diri.


Entah berapa lama aku tak sadarkan diri, karena kepalaku begitu sakit karena pukulan Tom lawanku yang tanpa ampun saat pertandingan MMA.