Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Mimpi buruk



Akhirnya kegiatan belajar mengajar di sekolah hari ini berjalan Dengan lancar seperti biasanya,akan tetapi tidak bagi Reyna, hari ini bukanlah hari yang sama seperti biasanya.


Yang biasanya selepas pulang sekolah dia langsung pulang tidak ada niatan kemana mana tapi kini dia harus melakukan sesuatu agar mendapatkan novelnya kembali.


"Dini jadikan kerumah Maya hari ini buat ngerjain tugas bareng?"


Bertanya perihal obrolan semalam sambil membereskan alat alat tulis mereka kemudian memasukkannya kedalam tas mereka masing masing.


Oh iya,kok aku bisa lupa ya..duh,gimana ni,gelisah menggigit ujung bibirnya sendiri.


Seketika di kepalanya bermunculan akan percakapan yang terjadi semalam,tadi pagi maupun hari ini


tapi kan aku udah janji sama kak Yuli kalo pulang sekolah langsung pulang,aku lupa lagi ngasih tau kalo mau kerumah Maya,dan hiks novel gue..gimana nih?


"Din?dini?dini lagi mikirin apa"?menggoyangkan lengan Reyna yang sedari tadi melamun tidak menjawab pertanyaan Maya


"May,dini minta maaf ya," dengan wajah memelas "keknya hari ini gak bisa deh" merapatkan kedua telapak tangannya didepan dada "soalnya hari ini kakak dini ada tugas dari kampus jadi dini disuruh langsung pulang,dini gak mau bikin kak Yuli khawatir."


Dini sudah pernah menceritakan kepada Maya tentang dia dan keluarganya dan alasan kenapa dia pindah sekolah sampai kakaknya yang begitu sangat sayang dan perhatian kepadanya.


"Gak papa kok Din maya ngerti kok.dari pada nanti kak Yuli khawatir mendingan kita ngerjain tugasnya ditempat Reyna aja,gak usah jadi dirumah Maya gimana?"


Berpikir sejenak,


Tapi novel gue hmm


"Ide bagus may..yuk"


Tersenyum,menarik tangan Maya langsung keluar dari kelas membuat mimik wajah ceria seperti biasanya padahal dalam hatinya sedang ditimpal kegalauan bagaimana nasib novelnya.


Sementara Refan sekarang sedang berada dirumah Reza,memang mereka bertiga sudah memutuskan untuk ngumpul dirumah temannya yang satu ini menghabiskan waktu dari pulang sekolah sampai sore hingga malam saking terlalu asiknya apalagi yang bisa mereka lakukan setelah pulang sekolah selain bermain atau sekedar ngumpul bareng teman mereka


"Yak,pum pum pum" keduanya saling mengeluarkan suara khas mereka masing masing dikuti dengan jari tangan mereka yang sibuk menekan nekan tombol,saat bermain Playstation saking serunya Refan dan Chandra hanya menatap layar sambil sibuk menekan dan menggerakkan benda yang sedang mereka pegang ditangan masing,sedangkan yang punya rumah melakukan aktivitasnya sendiri membiarkan bebas apa yang mau dilakukannya kedua temannya.


"Chan..Lo udah selesai nonton yang kemarin kan,sini dong gue juga mau nonton"


Meminta sebuah cd anime beberapa hari yang lalu dipinjam chandra,


Masih fokus main game tak menggubris."Chan?",panggil Reza yang kedua kalinya


"Aahh berisik amat Lo za lagi seru nih" meneruskan aktivitas serunya


"Chan?" Panggil Reza sudah yang ketiga kali


"Tanya sama Refan noh,gua kasih ke dia kemarin" sambil tetap fokus main game


Belum sempat ditanya


"Ada didalam tas gue,ambil aja,berisik amat Lo" langsung menjawab karena tak mau diganggu disaat dia sedang fokus main


"Coba dari tadi Lo bilangnya kan gue gak nunggu lama kekgini huh!"langsung membuka tas sekolah Refan merogoh rogoh isi tas tersebut.


"Wih apaan nih fan?novel,sejak kapan Lo suka baca novel" membolak balikan benda yang dipegangnya memperhatikan semua sisinya


Refan langsung terpelonjak kaget merebut apa yang dipegang reza "yang ini jangan lo sentuh!"


"Yeey gue menang!"dari arah sana Chandra berteriak kegirangan "Haha fan akhirnya Lo kalah"


"Pelit amat Lo gua cuma mau liat doang." berusaha mengambil buku yang sudah berpindah tangan dan langsung disembunyikan dibalik punggungnya


Refan berusaha mengelak,menepis tangan Reza yang sedang berusaha merebut benda ditangannya tapi tidak bisa karena Refan menggenggamnya sangat erat


"Gak perlu Lo liat ini,ini cuma novel biasa tuh cd Lo!" menunjuk cd yang sudah keluar dari tasnya


Reza memilih mengalah saja,


"Terserah Lo deh novel doang kok iyaiya gue memang gak perlu liat lagian gue juga gak suka baca novel" sembari mengambil cd dan menyalakannya di laptop miliknya


Huh... Untung aja dia gak curiga menghela nafas lega


Kembali ke Dini dan Maya yang sudah berada didalam kontrakan tempat dini dan kakaknya tinggal


Kini mereka tengah ngerjain tugas bersama


Gue cerita gak ya sama Maya soal kejadian tadi,?menatap Maya yang sedang menulis di hadapannya setengah menunduk.


Aah gausah deh..tapi..gue penasaran eh bukan gue cuma mau cari tau gimana cara menghadapi orang setengah waras kaya dia supaya gue bisa dapetin novel gue balik


"May.."ragu ragu "Refan itu orangnya aneh banget sih?" akhirnya berhasil mengeluarkan kalimat yang ingin dia katakan


"Aneh gimana maksudnya?"


"Ya..aneh aja gitu menurut gue"


"Dia gak aneh kok malahan dia itu cowok cool dan keren banyak penggemarnya tau banyak cewek cewek disekolah kita yang naksir sama Refan"


Dih cowok gak waras kekgitu banyak yang naksir


"Oh ya?terus terus..."tanya Reyna bersemangat ingin tau


Paling enggak dia tau sedikit informasi tentang Refan agar bisa mengambil novelnya dengan mudah.


"Biarpun banyak yang naksir tapi dia gak pernah merasa sok kegantengan pokoknya dia itu orangnya cool banget deh keren makanya cewek cewek di sekolah makin tergila gila sama dia apalagi semenjak mereka tau kalo dia sama Jenny putus makin banyak yang berusaha ngedeketin" jelas Maya


"Jenny?Jenny yang segenk sama salsa,mona"


"Iya teman sekelas kita juga dia itu mantannya Refan emang sih dia cantik tapi dia orangnya sombong banget udah gitu judes lagi pokoknya gak ada cocok cocoknya deh sama Refan."


"Haha Kok jadi Lo yang kesel sih may" mengernyitkan dahi


"Hehe iya Din habis Maya terbawa emosi" menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Jenny dihadapan reyna


"Kok mereka bisa putus?oh gue tau pasti si Refan itu ketahuan selingkuh kan?" Bertanya dan langsung menyimpulkan sendiri dengan apa yang ada dipikirannya


"Penyebab mereka putus Maya kurang tau sih,"mengangkat bahunya "tapi banyak cewek cewek disekolah kita malah senang dengan berakhirnya hubungan mereka" perjelas Maya


Yang hanya direspon manggut-manggut serius oleh dini tak tahu apa yang ada dipikirannya.


"Eh dini kok tiba tiba nanya nanyain Refan sih?apa jangan jangan..."sudah tersenyum sambil menyimpulkan sendiri apa yang ada dipikirannya.


"Apaansih Maya jangan berpikir yang macem macem deh" malah jadi kesal


"Maya gak pikirin yang macem macem kok..suer"


"Terus Maya mikirnya apa?"


"Maya pikir jangan jangan dini juga ngefans ya sama Refan hehe Maya juga sih sebenarnya siapa coba yang gak terpesona sama wajah seganteng Refan"


Tuk.. kacamatanya yang sudah terjatuh dilantai karena menabrak seseorang.


Mengambil dan memasangkannya kepada yang punya


"Lain kali kalo jalan hati hati ya may,"sambil tersenyum "Untung aja kacamata Lo tadi gak pecah*


"Eh,i iya Refan"


"May,maya?" sudah menggoncang goncangkankan tubuh Maya yang dari tadi senyum senyum sendiri sambil menatap langit langit ruangan


"Ah dini gangguin aja,refan itu tadi lagi ngomong sama Maya tau dia bilang kalo Maya harus hati hati dia gak mau Maya kenapa napa" kesal sendiri karena dini sudah membuyarkan semua khayalannya


"Yaampun may jadi Lo dari tadi ngelamunin si cowok aneh itu" terkejut dengan apa yang barusan dikatakan Maya.


"Hehe" cengar cengir sendiri


Dini yang melihat tingkah Maya hanya melebarkan datar bibirnya sambil geleng-geleng


Mereka menghabiskan waktu mengerjakan tugas sambil bercengkrama sambil tertawa untuk mengusir kejenuhan dan kebosanan sampai tidak terasa sinar matahari sudah mulai memudar.


"Udah sore nih..Maya pulang dulu ya akhirnya tugas kita kelar juga jadinya udah lega deh" membereskan buku dan alat tulisnya


"Iya akhirnya selesai juga ya may"


"Dah dini,maya pulang dulu ya"


"Hati hati dijalan may,daah..."melambaikan tangan


Karena sudah sore takut pulang keburu malam jadi Maya memutuskan pulang naik ojek online karena biasanya jam jam segini sudah tidak ada angkutan umum.


"Haaah akhirnya selesai juga" menjatuhkan badannya berbaring di sofa merasa kelelahan karena dari tadi dia hanya belajar dan mengerjakan tugas karena kelelahan Reyna memejamkan matanya terlelap dalam mimpi


Beberapa menit kemudian..


"Kalo Lo mau novel ini,lo harus jadi pacar gue!"


Tersentak kaget langsung terduduk dan mengatur suara napasnya yang tersengal menghembus dengan sangat cepat tak beraturan sekujur tubuhnya dipenuhi keringat seolah baru saja mengalami mimpi buruk


Kini dia sudah bisa mengatur napasnya normal,menelan ludahnya glek,apa itu tadi?hufft,untung cuma mimpi,kok bisa sih aku mimpi kayak gitu,apa tadi katanya,pacar? Gak mungkin,gak mungkin,gak mungkin,gak mungkin menepuk nepuk kedua pipinya berusaha menyadarkan diri


Gak mungkin.gue gak mungkin pacaran sama cowok gila kekgitu..pokoknya apapun ceritanya gue harus merebut balik novel gue


Itu cuma mimpi Din.gak akan kejadian seperti itu,mimpi itu bunga tidur iya,cuma mimpi. berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa mimpi itu tidak akan jadi kenyataan dan menganggap itu hanya bunga tidur kemudian segera beranjak dari sofa pergi ke dapur untuk memasak sesuatu yang bisa dia makan karena selepas kaget bangun dari tidurnya dia merasa sangat lapar.