
"Refan gimana ya...?"
"Apa gue telfon aja ya..."
"Duh..gue keterlaluan gak sih..."
"Lukanya udah diobatin apa belum ya.."
"Mbak..."
Panggil salah seorang customer yang membuyarkan semua lamunannya
"Eh iya mas" buru buru menghampiri.
"Saya pesan ini satu ya" ucap costumer tersebut sembari menunjuk menu.
"Iya mas mohon ditunggu ya.." mengangguk sopan dan beranjak dari sana.
Hari ini dia merasa kurang fokus bekerja karena melamunkan pria itu dari tadi karena dia masih merasa sangat bersalah coba aja kejadian tadi pagi gak terjadi pasti dia tidak akan merasa sebersalah ini
"Siapa sih tuh cowok !!..ishh tiba tiba ngaku ngaku pacar lagi" gerutunya kesal kepada pria yang disekolah tadi.
Pulang kerja tadi dia memilih naik ojek entah kenapa sewaktu diajak Jo pulang bareng tadi dia bersikeras menolak walaupun masih ada rasa sedikit tidak enakan.
Kak Yuli yang sudah terlelap didalam mimpi sedangkan Reyna masih memegang ponselnya mengetikkan beberapa kata disana yang kemudian dia hapus lagi.
Mengetik....kemudian menghapus lagi
Begitu yang dia lakukan berulang ulang sampai dia rasanya lelah sendiri
"Aaaa..." menjatuhkan ponselnya diatas tempat tidur
"kenapa sih hati... kenapa Lo bisa merasa bersalah kayak gini.." memukul dadanya sendiri
"Gue kan semalam ngucapin kebenaran apa adanya...
FAKTA"
"kenapa Lo jadi merasa bersalah gini dan lukanya pasti udah diobatin
Gak mungkin kan dibiarin gitu aja."
"Din...kamu kok belum tidur sih.."
Kak Yuli yang langsung terbangun akibat kasur yang bergoyang goyang yang dihentak Reyna beberapa kali.
"Eh iya kak ini mau tidur"
segera mengambil hpnya di atas tempat tidur tanpa sadar dia menekan tombol kirim
tertinggal satu kata yang belum dia hapus.
Matanya langsung melotot menatap ponsel.
"Aaaa..." langsung teriak kaget
"Kamu kenapa??" kak Yuli langsung panik.
"Eh..itu kak ta tadi ada kecoa lewat hehe"
"Kamu ini bikin orang kaget aja,udah buruan tidur ntar tetangga bangun terganggu dengar teriakan kamu."
"Iya kak "
Duh terkirim lagi gimana nih..
*Gak bisa dihapus lagi
Kira kira udah kebaca belom ya*...
Chat baru belum dibaca
Reyna yang tadinya sudah ingin berbaring harus duduk lagi karena mendengar notifikasi chat masuk
Kenapa?
Kata yang tertulis disana
Enggak,gak jadi balasnya
Oh yaudah pesan baru lagi
"Hufftt...tenang Reyna tenang Lo harus tenang."
"Loh...kok gak ada pesan lagi"
"Dia udah tidur"
"Ah gak mungkin"
"Tumben banget dia cuek"
"Gak kayak biasanya"
"Apa dia marah sama gue.."
"Ah terserah lah bodo amat.."
Setelah menatap ponsel cukup lama menunggu apabila ada pesan baru tapi sepertinya tidak akan ada chat yang masuk lagi
"Mungkin dia udah tidur kali ya..."
Kita lihat Lo sejauh mana Lo bakal bersikap dingin terus sama gue
Pelajaran yang baru saja dimulai oleh seorang guru didepan kelas menulis beberapa baris kalimat di papan tulis yang ditulis ulang oleh para murid di buku catatan mereka masing masing.
Reyna melirik kursi kosong yang ada dibelakangnya kursi yang biasa ditempati oleh pria itu
Kemudian melirik jam tangan yang dikenakannya sudah 20 menit pelajaran pertama berlangsung pikirnya akan tetapi laki laki itu juga belum datang
Kok dia gak masuk ya?
Pikirnya sedikit gusar yang tidak diketahui orang terutama Maya disampingnya.
Sekembalinya dari kantin menuju kelas tadi dia sempat berpapasan dengan Reza dan Chandra pandangan keduanya bertemu namun tidak berbicara sepatah kata pun tapi didalam hati Reyna tersimpan beberapa pertanyaan yang ingin dia tanyakan
"Dimana Refan?"
"Dimana teman Lo yang aneh itu?"
"Kenapa dia gak masuk?"
Sederet pertanyaan yang sudah tersusun dikepalanya akan tetapi dia mengurungkan niatnya.
Apa gue telfon aja ya ?
Duduk bergumam sambil memegang menatap ponsel yang ada ditangannya.
"Enggak gak kalo gue telfon nanti dia ke geeran lagi"
Segera memasukkan posel itu kedalam sakunya.
Ucap Reza kepada gadis itu yang hanya ada mereka berdua disana
"Ng...nggak tau" jawabnya.
"kok Lo nanya ke gue kan dia temen lo..."ucap Reyna pelan.
"Lah...Lo kan ceweknya..."
Reyna hanya terdiam
"Lo gak tau kabar cowoklo sendiri?"
"Dia bukan cowok gue"
"Terus....?"
Memutar matanya gugup
"Kok diam..."
"Oke gue tau gue yang salah karena semalam gara gara mau nolongin gue makanya dia berkelahi kekgitu dan iya gue tau ini salah gue juga karena sekarang dia pasti sakit makanya gak masuk sekolah..."
ucap Reyna cepat.
"Sakit?"
Ucap Reza setelah mendengarkan perkataan ngebut tanpa spasi dari gadis itu.
"Iya soalnya semalam gue liat dagunya memar gitu..."ucap Reyna pelan.
"Gue gatau"
mengangkat bahu
"Kalo Lo mau tau tanya aja sendiri." langsung beranjak pergi.
"Eh gue nanya sama lo masa Lo gatau sih" teriaknya
"Gue gak tau."
Sudah menghilang dari pintu
"Ck...gak dia gak temennya sama aja sama sama ngeselin.."
"Reyn...pulang bareng yuk"
"Gak usah Jo gue naik ojek aja"
"Cowok yang kemarin mana katanya dia pacar lo"
"Eh..."
"Bareng gue aja yuk...plis..sekalian makan bakso pinggir jalan ada yang mau gue omongin..."
"Mmm tapi..."
"Ayolah reyn pliss...."
Akhirnya Reyna menyetujui ajakan Jo
karena Jo yang tadi memohon dia jadi merasa tidak enak dan singgah ditempat yang sudah ditentukan.
"Oh iya Jo tadi katanya ada yang mau diomongin" sambil menyantap bakso lahap.
"Ng...nanti aja deh"
"Sekarang aja emang apaan? penting banget ya? aku penasaran..."
Jo meletakkan sendok dan garpunya dan menatap Reyna lekat seraya berkata
"reyn..."
"Aku suka sama kamu..."
Reyna yang sedang mengunyah dibuat tersedak dengan ucapan Jo dengan segera Jo mengambilkan air dan memberikannya
"Ng...sorry ya reyn kamu pasti kaget"
"Tapi gak dijawab sekarang gak apa apa kok."
"Duuh.. gimana cara ngomongnya...gue harus jawab apa ya...gue gak ada perasaan lebih sedikitpun sama Kak Jo"
Kejadian yang tadi masih tereka ulang dikepalanya.
"Refan gimana ya?" Batinnya belakangan ini dia sering mengkhawatirkan laki laki itu
"Aaaa...."
mengacak acak rambutnya sendiri
"Kenapa sekarang aku jadi mikirin dia ya duh...kok aku jadi gak tenang gini sih"
Akhirnya dia segera mengambil benda persegi yang ada diatas meja itu.
Mengetikkan sebuah pesan singkat disana yang tak lama kemudian dibalas kembali oleh penerima tersebut.
Derrrt....derrrt segera mengangkat ponselnya yang bergetar karena ada panggilan masuk.
"Kenapa ? Lo kangen sama gue ?"
Ucap si penelepon.
"Idih geer banget lu"
"Udahlahlo ngaku aja,gak usah pura pura kekgitu gue udah tau"
"Tau...tau apaan ?"
Hah...gak mungkin kan dia tau soal itu...
"Gue juga kangen sama lo ucapnya"
Sejenak Reyna terdiam.
"Halo Lo masih disitu kan..."
"Halo....?"
"Reyna...?"
"I...iya" jawabnya terbata bata.
"Besok pulang sekolah gue jemput"
"Hmm..."
"Dasar batu keras kepala banget sih jadi orang."
Memaki ke arah hpnya beberapa detik kemudian refan tersenyum dengan sudut bibir yang terangkat.