Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
PUTUS



Hari Minggu Disebuah cafe 


Sekumpulan remaja remaja hits Sma Pelita Bangsa dan sekelompok remaja yang berasal dari sekolah lain berkumpul di sebuah cafe tempat tongkrongan mereka biasa saling bercengkrama seperti biasanya tak ketinggalan refan,jenny,chandra,reza,salsa dan Mona juga ikut bergabung.


Ditengah suasana kehebohan yang diciptakan mereka disisi lain Chandra masih berpikir tampak kebingungan sembari menatap refan menopang dagunya dengan tangan kanannya di atas meja.


"Fan Lo semalam kemana sih kok ga ngumpul bareng kita kita?..".(Tanya Chandra yang masih ingin tahu soal semalam)


"Kan gua udah bilang sama lo kalo gue lagi males aja buat ngumpul...


Lagian Lo kenapa sih Chan? Segitunya banget mau tau tentang gue...kepo banget lu tau gak...."jawab refan kesal


"Iya iya iya terserah Lo deh...gak perlu nge gas juga kali kan gue tanya baik baik" angkat tangan nyerah dengan refan tak mau memperpanjang soal ingin tahunya.


Jenny berjalan mendekati refan dengan raut wajah yang  sedikit kesal "fan..... gua mau ngomong sama lo…!"


"Ya ngomong aja."sahut refan


Ga disini ikut gue!(menarik tangan refan).


Refan yang malas berdebat mengikuti saja kemauan pacarnya jenny


 Diluar cafe


Jenny : Kemana Lo semalam!???....


Refan : plis ya gua capek itu mulu yang ditanya sama gue gak Chandra gak Lo sama aja...!


Jenny : jawab pertanyaan gue...Lo sadar gak sih akhir akhir ini sikap Lo ke gue itu berubah...oh atau jangan jangan lo selingkuh sama cewek lain dibelakang gue...iyakan?


Refan : Dan Lo sendiri sadar gak Lo itu terlalu posesif sama gue semua yang Lo minta harus gue turutin,dan sekarang Lo nuduh gue selingkuh, mau Lo apa coba?hmm?


Jenny : gue kekgini karena Lo pacar gue gue ngelakuin yang seharusnya gue lakuin sebagai pacar lo


Refan : Haha dengan cara Lo nuduh gue selingkuh? Dan nuruti semua kemauan Lo? Gua ga bisa..gua butuh kebebasan


Jenny : maksud Lo?Lo mau kita....


Refan : iya.gua mau kita udahan,hubungan kita stop sampe disini..oke.


Refan langsung pergi dari tempat itu meninggalkan Jenny membuatnya merasa hanya terdiam mematung masih tak menyangka apa yang diucapkan refan barusan sementara semua teman temannya hanya melihat mereka adu mulut tak tahu apa yang sedang dibicarakan karena dibatasi dari kaca jendela cafe tersebut.


Chandra:Waah kenapa tuh..Refan tiba tiba pergi


"Diem Lo…mau tau aja urusan orang "(sambung Mona)


"Lah ngapa lu yang sewot..?"


Keesokan harinya….


Disekolah


bro…? (Menepuk bahu refan)kenapa Lo semalam tiba tiba ninggalin Jenny gitu aja??.


Gua sama Jenny udahan 


Seriusan Lo…?kok bisa?..


Udahlah gausa dibahas(Jawab refan untuk menghentikan pembahasan).


Sedikit menaikkan sudut bibirnya


Sebenarnya Reza senang mendengar hubungan sahabatnya refan sudah berakhir karena dia sudah lama memendam rasa kepada Jenny tetapi karena Jenny sudah menyukai Refan lebih dulu mau tidak mau dia harus mengurungkan niatnya.


Dua tahun yang lalu di Parkiran SMA Pelita bangsa


Reza yang baru saja turun dari sepeda motornya sambil membawa setangkai mawar di balik punggungnya menghampiri Jenny


Jen..ada yang mau gue omongin sama lo?


Ntar aja gue juga mau ngomong sama lo...gue liat kalian bertiga sahabatan ,plisss bantuin gue dong buat pdkt an sama temen Lo itu


Ss..siapa?


Ituloh temen Lo yang tinggi keren itu..... refan


Mendengar apa yang dikatakan Jenny membuat Reza mengurungkan niatnya padahal dia sudah bersiap nembak Jenny.


Ahh..rasanya mengingat kenangan itu hanya membuat hatinya masih terasa sakit.


Baginya yang terpenting Jenny bahagia


Reza ga kalah tampan dan kayanya sama refan tapi Jenny tetap lebih memilih refan ketimbang dirinya,sudah lama dia berusaha ngedeketin Jenny tapi orang yang disukainya malah menyukai sahabatnya sendiri dia cuma pasrah... tapi kali ini dia gamau nyerah lagi akan berusaha sebisa mungkin buat ngedeketin Jenny lagi


Refan,reza,chandra menuju ke kantin ketiga cowok hits tampan  di sekolah ini berteman sangat akrab


Pada saat perjalanan menuju kantin Chandra yang berada diantara kedua temannya menghadang jalan mereka dari belakang


Chandra : genks….siapa tu cewek kok gua gak pernah liat ya??sembari mengingat ngingat kira kira anak kelas berapa pikirnya


Reza : keknya siswa baru deh gue juga baru ini ngeliat tuh cewek


Refan hanya terdiam seperti sedang mengingat sesuatu,


Itukan….cewek yang semalam...ngapain dia disini??...(gumamnya).


"Kantin yuk...udah laper gua nih....." langsung berlari menuju kantin karena sudah tidak dapat menahan cacing diperutnya yang sudah demo minta makan kemudian langsung disusul kedua temannya


"Za...tungguin kita dong "serentak Refan dan chandra


Rasanya seperti ada yang kurang bagi Chandra jika tidak menggoda atau mengusili satu orang pun karena dari tadi pagi dia belum menjahili satu orang pun, ditengah keramaian kantin Chandra sedang sibuk mencari mangsanya


"Na...h keknya si Maya tuh samperin ahh"


Langsung berjalan kearah tempat yang diduduki seorang perempuan yang tengah menyantap makanannya.


Dia menatap gadis itu lekat dengan serius


"May....Lo makin hari makin cantik aja" gombal Chandra


Yang digombali pun langsung tersenyum malu


"Hehe....Kak Chandra bisa aja nih Maya kan jadi malu"


"M A Y A "namalo itu ga pernah lupa dalam hati dan pikiranku,karna selalu termayang Mayang di hatiku...."melanjutkan gombalannya seolah sedang membaca puisi membuat gadis didepannya merasa semakin tersipu malu seperti melambungkannya ke langit


Melihat keanehan tingkah laku temannya dari kejauhan Reza dan refan hanya tertawa


Jam istirahat telah usai


Kantin yang tadi ramai diisi dengan manusia dengan perut keroncongan kini sudah kembali ke kelas masing masing.


Bu Novi seorang guru bidang studi matematika yang cantik memasuki ruang kelas XII-IPA


"Selamat siang anak anak...."


"Siang buk...."


"PR yang semalam ibu berikan silahkan masing masing kumpulkan di atas meja ibu sekarang...."


"Bagi yang belum menyelesaikan harap berdiri kedepan kelas..."


"Ingat....nanti akan ibu cek satu satu jika kedapatan berbohong akan ibu tambah hukumannya


Mengerti!...."


"Mengerti buk...."


Chandra yang dari tadi sudah gelisah karena belum selesai mengerjakan pr


"Za?Lo udah ngumpulin tugas??" tanyanya dengan heran karena dari tadi Reza hanya santai berpangku tangan melihat temannya yang sedang sibuk sendiri


"Udah doong "(sambil cengengesan)


"Kapan Lo ngerjainnya?"


"Tadi pagi pas gua datang langsung nyontek punya Maya tuh..haha"


"Kok Lo ga ngasih tau gua sih?"?timpalnya kesal


"Yeee nyalahin gua salah Lo sendiri..."


"Chandra...!!!mana buku pr kamu?kenapa tidak ada di sini"


"Ah....i.iya buk bukunya ng...ng.. ket ketinggalan" sambil menggaruk belakang leher


"Banyak sekali alasan kamu ya...sekarang kamu keluar hormat bendera!!!..."perintah Bu Novi memberi hukuman


"Gua ada ide supaya Lo gak dihukum" bisik Reza


"Apaan???...."Dengan semangat seperti akan mendapatkan ide cemerlang dari Reza.


"Lo kan raja gombal tuh...Gombalin aja Bu Novi pasti luluh deh hatinya terus Lo gak jadi dihukum...gimana?"jawabnya dengan serius


bagaikan memberikan sebuah penerangan cahaya ilahi kepada chandra


"Bagus juga ide lo..Oke...thanks bro" langsung berdiri dari bangkunya berjalan kedepan dengan santai tanpa disadarinya Reza dan refan sudah menahan tawa tak sabar melihat apa yang akan dilakukan chandra


"Bu Novi yang cantik dan baik hati


Ibu tau ga kenapa buku saya ketinggalan??...."mulai dengan aksi gombalnya


"Buku kamu bukan ketinggalan tapi kamu yang memang belum mengerjakannya...!!!"


Kok Bu Novi bisa tau sih gumamnya dalam hati


Dengan cepat chandra menjawab


"Bukan Bu....bukan itu alasannya..


Sudah saya kerjakan semalam karena kepikiran ibu terus jadi saya lupa deh bawa buku pr saya."


Mendengar apa yang barusan dikatakan Chandra membuat seisi kelas tertawa terbahak bahak


"Oooh....


kamu pikir ibu akan termakan gombalan recehmu itu "( sambil menjewer telinga chandra)


"aaa...aw sakit Bu sakit iya iya Bu ampun Bu ampun sshhh...."mengusap usapkan telinganya yang sudah merah.


"Cepat kamu keluar berdiri dilapangan hormat bendera SEKARANG!!!.."


"iya iya Bu..."pasrah saja sambil berjalan menuju keluar pintu kelas sembari menatap Reza yang sedari tadi sudah tertawa senang bukan main melihat temannya dihukum


Awas aja lu....!!!


Terkadang begitulah persahabatan senang disaat temannya merasa kesal kepadanya hehe