Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Tantangan diterima



"Buka buku hal 170


Disitu ada tugas presentasi untuk tiap tiap individu dan itu akan menjadi tugas kalian untuk Minggu depan,masing masing dari kalian harus mempresentasikan ini di depan kelas .


Dan bla...bla....bla...."


Begitu seorang guru menjelaskan panjang lebar diakhiri dengan pertanyaan dengan sorot matanya menyapu seisi ruang kelas


"Paham semua?"


"Paham buk..."serentak


"Ada pertanyaan?"


Nihil,tidak ada satupun dari mereka yang mengajukan pertanyaan atau bicara entah memang mereka sudah mengerti atau justru takut jika bertanya akan dijelaskan panjang lebar lagi.ya begitulah siswa terkadang hanya manggut-manggut seolah mengerti padahal belum xixixi hanya untuk menghindari penjelasan dari guru yang panjang lebar yang bikin otak tambah mumet


"Baiklah jika tidak ada pertanyaan,ibu anggap kalian sudah mengerti.."menunjukkan dengan sorot matanya yang artinya mengatakan bahwa jangan sampai ada yang tidak menyelesaikan tugasnya itu Minggu depan.


"selamat siang dan sampai jumpa Minggu depan.."


Begitu kalimat terakhir menutup pelajaran yang menandakan bahwa pelajaran telah selesai


Setelah membereskan semua buku dan kertas diatas mejanya Bu Nina langsung beranjak menuju pintu kelas


Yang masih didalam kelas hanya diam menatap punggung guru tersebut sampai menghilang dari pandangan mereka..


"Hufft..."begitu mereka menghela nafas lega sambil mengelus dada seperti baru habis berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan


Membereskan semua buku dan alat tulis mereka memasukkannya kedalam tas masing masing.


Semua siswa sudah berhamburan keluar kelas melangkahkan kaki mereka ke pintu gerbang sekolah.


Kini sekolah terlihat sepi hanya mungkin hanya ada beberapa orang saja yang masih membicarakan entah apa.


Berjalan menuju parkiran sekolah


"Anak baru itu kalo diliat liat cantik ya."


chandra membuka pembicaraan yang memecahkan keheningan dari tadi "siapa namanya re..re.". "Reyna?" sambung Reza cepat.


"Iya."spontan menunjukkan jari telunjuknya kehadapan Reza


"Tapi gue heran deh tu anak cuek banget.refan yang ganteng aja gak bikin dia kepincut apalagi gue?hmm"


"Kenapa? Lo mau gebet tu anak?"


"Yaudah pdkt an aja langsung kan bagus kalo dia gak ngelirik gue jadi Lo gampang deketinnya"


sahut Refan dengan pedenya,karena refan sangat percaya diri kalo dia ganteng


"gue udah punya gebetan kali" sahut Reza


siapa? sambung Chandra


tak menggubris malah mengalihkan pembicaraan


"Fan.gimana kalo Lo deketin Reyna?" tanya Reza antusias


"Gamau gue! Ngapain Lo nyuruh nyuruh gue deketin dia" bantah refan


"Kenapa Lo gamau? belum bisa move on dari Jenny?"


"Siapa bilang? gue udah move on asal Lo tau!"


"Terus kenapa Lo nolak gue suruh deketin Reyna?"


"Heh! Emang Lo pikir gua cowok apaan yang mau deketin semua cewek.Dia tuh bukan tipe gue!"


"Justru itu..gue ngeliat Reyna kalo ngeliat Lo biasa aja keknya dimata dia Lo itu gak ada ganteng gantengnya dan kesimpulan gue keknya Lo juga bukan tipe dia,pasti Lo bakal susah deketinnya


mm... gimana kalo gue tantang lo?"


"Apaan sih Lo maen tantang tantangan segala"


"Takut?"


"Cih...yang ada tu cewek klepek klepek sama gue!"


"Wah wah refan emang gak ada tandingannya..terima aja fan buktikan kalo lo bisa"tambah chandra


Sementara tidak jauh dari gerbang sekolah masih berdiri Maya dan dini sambil bercengkrama yang sedang menunggu angkutan umum sesekali melihat nomor setiap angkutan umum yang lewat


"Mm...hari ini dini gak bisa may,gimana kalau besok?"


"Yaudah deh,besok pun gak papa,kan masih ada waktu seminggu."


"Ngomong ngomong dini hari ini mau kemana?"


"Mm...ada deh."sambil tersenyum


"Oooh Maya tau dini mau kencan sama cowok ya?"


"Bukan may..gak mungkinlah dini aja gak punya pacar"


"Sama hmm."menundukkan wajahnya sedih


"Kok lo sedih sih may."merangkul Maya "Lo jangan sedih,Tuhan itu menciptakan manusia berpasang-pasangan,jadi Lo gak perlu sedih karena nanti Lo pasti nemuin pasanganlo mungkin gak sekarang karena Tuhan tau kita kan masih anak sekolah hehe jadi kita harus fokus belajar dulu"hibur dini


Entah kenapa Maya merasa terhibur dengan apa yang dia dengar barusan dari dini dan mengangkat kepala lagi berhadapan dengan dini tersenyum lebar


"Kok Maya gak kepikiran gitu ya Din..eh itu angkot Maya udah dateng..menunjuk nomor angkutan Maya duluan ya din..dah"dini sudah duduk didalam angkot melambaikan tangannya kepada dini


"Daah.."sahut dini tersenyum


Kembali lagi dengan 3 orang yang masih didalam sekolah


"Gimana?Lo mau nerima tantangan gue?"Tanya Reza


"Kalo gue berhasil gimana?"


"Gue akan ngelakuin apa yang lo suruh dan kalo Lo gak berhasil akan jadi sebaliknya gimana?"


"Oke..hnggh kita liat aja nanti" akhirnya menerima tantangan


Oke. jawab Reza semangat


Chandra yang menyaksikan percakapan mereka dari tadi hanya diam dan bingung melihat Reza kenapa dia menantang Refan sampe segitunya..apa yang direncanakannya? kata kata itu terus berputar di kepalanya berusaha menemukan jawaban tetapi tetap saja tidak menemukan jawabannya,mengingat kejadian kejadian selama ini sepertinya tidak ada hubungannya dengan kejadian sekarang


Ahh..mungkin dia iseng aja kali ya


Begitu pikirnya tak mau ambil pusing


Keesokan harinya kembali beraktivitas seperti biasanya bangun pagi seperti biasanya Reyna dan kakaknya yang hanya tinggal berdua dalam sebuah rumah petak kecil bangun seperti biasanya,kakaknya Yuli selalu bangun lebih awal darinya sudah mempersiapkan sarapan untuk dia dan adiknya sudah menjadi tanggung jawabnya pikirnya karena dia yang paling tua dan merasa sangat perduli kepadanya setelah paman dan bibinya


Dini yang baru saja membuka pintu kamar sambil mengucek ngucek matanya melihat kakaknya yang tengah duduk sambil sarapan


"Kamu sudah bangun Din.cepat mandi sana lalu sarapan setelah itu kita berangkat"


"Iya kak" menyeretkan kakinya kekamar mandi


Selesai mandi dan berpakaian dia duduk di samping kakaknya untuk sarapan bukan di meja makan melainkan di ruang tamu yang hanya ada satu sofa yang tidak terlalu panjang,tv dan kipas angin hanya itulah sekiranya perabotan mereka selain alat masak lemari dan tempat tidur namun mereka sangat bersyukur dan nyaman tinggal disini


"Kakak kenapa gak bangunin dini sih?kan dini bisa bantuin kakak nyiapain sarapan."merasa bersalah


Tersenyum "Din..Kakak cuma nyiapin sarapan untuk kita berdua gak repot dan gak lama kok.ini udah jadi kewajiban kakak mengurus kamu"


"Kak..dini udah gede..dini bisa kok bantuin kakak.apapun yang kita lakukan akan lebih ringan dan mudah kalo kita ngelakuin nya sama sama"


Mendengar perkataan adiknya,hati Yuli jadi tersentuh bersyukur dia memiliki adik yang pengertian,baik dan nurut padanya


"Iya deh iya..besok besok kakak bangunin lebih awal.." mengusap usap kepala adiknya


Beberapa detik kemudian


"Astaga Din kakak lupa ngasih tau kamu semalam,kalo kakak akan ada tugas penelitian hari ini dari kampus karena perjalanannya jauh jadi kemungkinan kakak akan nginap disana dan balik lusa"


"Ga papa kak,dini bisa jaga diri kok kakak ga perlu khawatir"


"Tapi nanti kamu bagaimana?"


"Kakak gak usah khawatir sekolah dini kan gak terlalu jauh jadi pulang sekolah dini langsung pulang kakak tenang aja


Dini gak akan kenapa napa kok"


Berusaha meyakinkan kakaknya karena dia tau kakaknya pasti mencemaskannya dan dia juga harus mendukung kakaknya karena ini tugas dari kampusnya


"Hmm...bener ya kamu jangan kemana mana,pukang sekolah nanti harus langsung pulang..ingat."


"Iya kak Yuli yang cantik"hehe


Setelah itu mereka berangkat bersamaan tapi berlainan tujuan yang satu menuju SMA Pelita bangsa sementara yang satu lagi menuju kampus.