Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Penjelasan refan



"Refan....tunggu."


Mendengar ada yang memanggil dari belakang ketiga siswa laki laki tersebut dengan cepat menoleh kebelakang walaupun mereka bertiga sudah dengar hanya nama Refan yang dipanggil tapi tetap saja mereka penasaran siapa kiranya walaupun suara itu bersumber dari orang yang sangat dikenalnya.


Karena yang dipanggil tidak mendatangi maka yang memanggil harus mendatanginya bukan...


"Fan..gue butuh penjelasan Lo ?.."langsung mengatakan apa yang sudah sangat ingin ia katakan diawal saat Refan mengakhiri hubungan mereka


"Penjelasan apaan lagi??gue selingkuh?"


Jen kapan sih Lo bisa ngertiin perasaan gue? Reza yang memandang Jenny hanya dengan tatapan nanar


Chandra dan Reza yang paham akan situasi langsung meninggalkan tempat itu juga


"Fan..gue sama Chandra balik duluan ya,selesain urusan Lo dulu bro " menepuk bahu Refan yang tak menghiraukan mereka sudah beranjak dari sana


"Bukan..ini bukan soal selingkuh fan.."


"Terus??"


"Ini tentang Lo yang mutusin gue tiba tiba kemarin....Lo mutusin gue secara sepihak.... "masih merasa belum terima diputusin oleh pacarnya jenny meminta penjelasan Refan


"Jen...gua udah capek dengan semua keegoisan Lo semua permintaan Lo yang harus gue turutin gua minta sama lo pliss....terima keputusan gue...


Kenapa Lo jadi orang yang ngemis cinta kekgini sama gue ??"sontak jenny kaget mendengar kata ngemis dari mulut refan


Refan saat melampiaskan semua perasaannya kepada Jenny


"Ngemis...? Lo bilang gue ngemis cinta sama lo...dasar brengsek Lo fan "


Menangis kesal sambil memukul dada Refan


"Emang begitu kenyataannya kan...Lo yang dulu ngumbar ngumbar kedekatan kita padahal kita belum resmi pacaran disaat itu gue cuma ngebantu Lo supaya Lo gak malu didepan banyak orang makanya gue nembak Lo didepan siswa lain juga..."


"Jadi alasan Lo nembak gue karena itu...?"air mata Jenny terus menerus keluar jadi Lo gak pernah cinta sama gue? Gak pernah ada rasa sama gue?"


"Iya..."sambil mengangguk kan kepala


Haha.... walaupun tertawa tapi Jenny sambil mengeluarkan bulir bulir kristal bening yang terus menempel membasahi dipipinya masih tidak percaya apa yang dikatakan refan


Hiks..hiks...mengusap air matanya berusaha menghilangkan raut kesedihan yang ada diwajahnya


"Oke ....gue terima penjelasan Lo dan Lo akan tau akibatnya nanti...." menunjuk dada Refan dengan sangat kesal dan langsung pergi meninggalkannya


Sementara Refan masih mematung ditempat itu tapi dia merasa lega,lepas dari semua yang telah lama dia pendam seperti sudah melepaskan membuang beban yang ada di kepala dan hatinya jauh jauh


Dikamar Jenny hanya menangis sendiri setelah mengobrak abrik kamarnya berantakan semua barang barangnya berserakan memenuhi lantai tempat tidurnya berantakan tidak karuan ditambah dengan foto fotonya bersama Refan semasa pacaran dua koyak berserakan menjadi keping kepingan kecil yang ada di kepalanya hanya kata kata Refan yang masih terngiang ngiang membuatnya semakin frustasi mengacak acak rambutnya sendiri


"Jadi hanya gue.....cuma gue yang cinta sama lo." berkata kepada sebuah kepingan foto yang masih dipegangnya "jadi selama ini Lo gak cinta sama gue?...?"


Selang beberapa menit kemudian


Hahahaha.....tertawa lepas seperti orang yang sedang kesurupan langsung berdiri menghadap cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhnya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki


Sambil menatap cermin


"Bodoh banget sih Lo..."menunjuk ke arah cermin


"Kenapa Lo nangis ha?!!...apa yang Lo tangisin??Refan?si cowok brengsek itu ha??!!! "Merasa tambah kesal lagi lagi dia mencampakkan botol kaca di atas meja riasnya tepat didepan cermin dan prannkk.... membuat cermin itu berserak berhamburan dilantai


Derrtt...derrtt...bunyi panggilan masuk dari handphone miliknya buru buru diangkatnya menarik napas dalam dalam dan siap untuk bicara


"Jen..Lo dimana sekarang? gue lagi bete nih....gua main kerumah Lo ya" terdengar suara salsa yang menelfon


"Gausah...gua lagi ga dirumah.". langsung mematikan sambungan telponnya


Jenny bertekad untuk tidak memberitahukan perihal hubungannya dan Refan dia tidak akan cerita kepada siapapun tentang kejadian disekolah tadi walaupun kepada teman dekatnya sendiri salsa dan Mona


"Iya...salsa dan Mona gak boleh tau soal ini...yang ada nanti malah gua yang malu karena Refan gak pernah cinta sama gue...gue gak mau ada satu orang pun yang tau gue hanya akan bilang kalau gue yang mutusin Refan saat kejadian di depan cafe...." dan "Lo fan...(menunjuk sobekan foto Refan yang masih dipegangnya erat)Lo tunggu aja kapan pembalasan gue ...Lo harus ngerasain apa yang gue rasain sekarang...kalo bisa lebih dari ini berkata kepada dirinya sendiri sambil mengepal kedua tangannya geram.


Keesokan harinya.....


Pagi itu Jenny turun dari mobil yang dikendrainya sendiri setelah memarkir mobilnya langsung berjalan menuju kelasnya dengan sangat ceria senyum lebar terpampang jelas diwajahnya tak menunjukkan raut wajah sedih sedikitpun


sederet siswa laki laki yang dari tadi berdiri sambil berbincang kepada lawan mereka seketika memalingkan matanya menatap Jenny terlihat seperti ada yang berbeda darinya tapi entahlah memang biasanya Jenny selalu tampil cantik hanya saja kali ini dia lebih terlihat cantik dari biasanya.


Jenny sudah sampai di dalam Reza langsung terkesima dibuat olehnya


tercium aroma khas parfum yang biasa dipakai Jenny


Sesekali dia mengedarkan pandangannya menatap Refan tapi pria tak menoleh sedikitpun hanya sibuk sama handphone miliknya


"Waah....sal..Jenny kita hari ini beda banget dari biasanya gue aja sebagai sesama perempuan pangling liatnya..." menatap Jenny yang berjalan menuju arah kursinya.


"Iya Mon...Eh tapi kan Jenny memang biasanya cantik" sambung salsa yang tak kalah kagumnya


"Jennyyyy....Lo semalam kemana sih? Bukannya dijawab malah langsung dimatiin padahal gue sama Mona semalam mau main kerumah Lo tau...!"


"Haha gue semalam kesalon..."


"Yaudah deh...ntar pulang sekolah gimana kalo kita ngumpul dirumah gue kita ngadain partyy....."jawab Jenny sambil bersorak penuh kegirangan


Kebetulan nyokap bokap gua lagi pergi keluar kota.


Chandra yang jaraknya hanya beberapa langkah dari meja mereka langsung menyambar


"Apa? Party? Asik tuh...Eh gue boleh ikut dong ya pliss"


"Apaan sih Lo nyambar aja kayak petir..."ketus Mona


"Ehh yang ada mulut Lo tuh nyerocos terus ....disambar gledek baru tau rasa Lo...". sambung Chandra yang tak mau kalah ketusnya dari Mona


Memang Chandra suka melakukan rayuan gombal kepada wanita tapi untuk perempuan yang satu ini dia ogah....karena liat udah males liat mulutnya yang celoteh terus kek petasan tahun baru.


Terlihat Jenny sedang berfikir


"Mmm...yaudah deh Lo boleh gabung sama kita"


"Yaahh Jen...kok dibolehin sih"


"Asik....yes...(mengepal tangan penuh kemenangan )gue ajak Refan sama Reza juga ya?...."


"Terserah Lo deh.....satu sekolahan Lo ajak pun gak papa"


"Apalo?!!...wlek..."memeletkan lidahnya kepada Mona yang sudah cemberut duluan karena kesal mendengar persetujuan Jenny ikut serta dalam party mereka.satu kosong uhuyy....


Sekali sekali gak papa Mon tenang party kali ini pasti bakalan seru karena rame gak cuma kita bertiga ya gak....,?


Mona hanya menurut saja karena apa boleh buat...toh pestanya diadain di rumah Jenny


"Din...ke kantin yuk...gue laper nih.."


ajak Maya sambil menarik lengan dini


Yuk...gue juga laper...yang diajak langsung bangkit dari kursi duduknya.


Dini meskipun siswa baru disekolah itu dia siswa yang sangat baik dan ramah kepada semua orang dia berteman sama siapa saja jika berpapasan di jalan dia juga tidak sungkan untuk menegur duluan akan tetapi dia tidak akan mau mengikuti sekumpulan atau sekelompok Genk yang ada di sekolah itu karena menurutnya pertemanan seperti itu hanya akan berdampak buruk pada seseorang yang akan merasa tertindas dan di bully ditambah lagi Genk Jenny yang satu lokal dengannya karena sekarang sudah menjadi senior dia menjadi semakin sombong menjunjung kesenioritasannya dan biasanya mereka juga sering ngumpul ngumpul bareng dicafe dini tidak punya uang dan waktu yang untuk dihambur hamburkan


baginya sekarang yang terpenting adalah bersekolah dan belajar dengan giat.