Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Jo



Kok dia tau gue mau kesini??


Turun dari motor masih dengan tatapan kesal sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat angin.


"Kalo Lo masih pasang muka kayak gitu gak bakalan ada orang mau masuk ke cafe ini nanti." ujar Refan yang masih menatap gadis itu dengan wajah jutek.


Sebelum masuk cafe Reyna menatap tajam dan menghilang dari hadapan pria itu.


Sesudah memastikan gadis itu masuk dia kembali menyalakan motornya segera beranjak dari tempat itu.


***


Jenny ,salsa dan Mona ketiga sahabat perempuan itu sedang maskeran merawat wajah mereka yang cantik cantik itu bercerita atau saling curhat sudah pasti tidak ketinggalan didepan meja rias terlihat Jenny sedang memakaikan kutek dikukunya sesekali ditiup jari jemarinya itu.


Mona yang baru saja selfie langsung memposting fotonya tersebut di akun Instagram miliknya.


Sedangkan salsa sibuk dengan urusannya sendiri berbaring di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap entah kenapa mengisi TTS sudah menjadi mainan favoritnya sejak kecil.


"Guys kalian tau gak?" membuka suara


"Enggak." sahut Mona


"Yeee gue belum selesai ngomong,dengerin dulu"


"Oke,lanjut."


sahut Jenny sembari meniup jarinya.


"Benda apa yang di dunia ini keciiiil banget sampe gak bisa dilihat dengan mata yang pasti jawabannya bukan kuman ya."


Mereka berdua tampak berpikir


"Mmm...apaan ya? Gatau." Mona mengangkat bahu malas berpikir.


"Emang apaan?" Sahut Jenny yang tak juga menemukan jawabannya.


"Ya mana gue tau,gue kan nanya sama lo pada Haha" Tergelak.


"Dasar Lo hantu TTS "


Jenny melemparkan boneka yang ada didekatnya yang berhasil dielakkannya salsa.


"Tau tuh bikin orang kesal aja..lama lama Lo kayak si chandra tau gak!"


"Kok bawa bawa Chandra sih... hayo ngaku Lo naksir kan sama dia Haha.."


Mona tengah mencari barang yang bisa dia lemparkan kepada salsa yang juga berhasil dia elakkan.


"Kenapa sih Lo Mon giliran Chandra aja Lo langsung sensian gitu" ujar salsa yang masih tergelak kecil.


"Stop..jangan sebut sebut nama si mulut mercon itu" bentaknya kesal


"Yeee mulut Lo sama dia sama aja kali makanya gue bilang Lo bedua cocok toh Chandra juga ganteng kan?"


"Gue gak sudi pacaran sama cowok mulut mercon kayak dia!


Lo bilang dia apa? Ganteng? Yaudah Lo aja pacaran sama dia."


"Gak mau ah ntar Lo bilang gue nikung Lo lagi."


"Gue bakal persilahkan jalan tol yang lebar buat Lo sa" tersenyum sinis.


Melihat pertengkaran mulut keduanya Jenny hanya acuh dan memilih fokus menghias kukunya.


"Huffff....udah daripada ribut pacaran aja Lo bedua sama Chandra gampang kan ?


Pasti tuh anak nerima Lo bedua deh gue jamin 1000%."


"Enggak,gue gamau buat salsa aja noh."


"Bener yaa? Awas cemburu Lo"


Menunjuk Mona


"Oh my to the God Jenny...video Lo ditembak didepan umum tersebar di grup." Teriaknya kaget melihat grup sekolah.


"Haha gue udah tau kali."


"Heran deh gue sama tuh orang pede banget gitu nembak seorang Jenny didepan umum."


"Udahla ngapain sih Lo bahas itu"


Mengerutkan keningnya.


"Yaaa kali aja dia mau ngikutin cara Refan dulu nembak Lo Jen ya gak?" Sahut salsa.


"Stop...gue gak mau ada pembahasan mantan disini."


Dengus Jenny sebal tapi tetap melanjutkan menghias kukunya.


"Tapi Lo heran gak sih...


"Stop..kalo gue bilang stop ya stop."


Bentak Jenny


Sedangkan salsa yang ingin melanjutkan kalimatnya terpaksa harus mengunci mulutnya rapat rapat karena takut Jenny tambah emosi dan kembali menatap buku persegi panjang itu.


Mona hanya tertunduk serius menscrool scrool layar ponselnya.


Mereka sudah pernah bertanya alasan hubungan sahabatnya itu kandas akan tetapi Jenny memilih untuk tidak membahas hal itu.


Mengingat kejadian beberapa hari,yang dia ditembak didepan umum oleh anak kelas 12 ips 3 seketika dia teringat dengan Refan melakukan hal yang sama.


Itu sebabnya kenapa dia tidak mau membahas itu dan membiarkan video itu tersebar saja toh nanti lama lama juga video itu bakal menghilang dengan sendirinya.


Akan tetapi muncul ketakutan besar didalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa sanksi akan Reyna.


Yang dia tau gadis itu adalah gadis yang cuek dan berhati dingin akan tetapi...sepertinya dugaannya selama ini salah.


***


Kini cafe itu sudah tutup semua karyawan sudah pulang lagi lagi Jo menawarkan tumpangan nya mengajak Reyna pulang bareng dengan alasan rumah mereka yang searah untuk menolak pun Reyna merasa tidak enakan.


"Reyn makan bakso disitu dulu yuk" ajaknya yang sudah memarkirkan sepeda motornya sejajar dengan beberapa kendaraan yang juga terparkir disana.


Reyna yang juga merasa lapar karena dia belum makan apapun setelah pulang sekolah tadi selain sesendok makanan yang disuapkan cowok aneh itu.


Karena satu tempat pekerjaan dan sering pulang bareng kini mereka sudah seperti sepasang teman yang sangat akrab tanpa merasa canggung sedikitpun bahkan tadi disela sela perjalanan mereka tertawa bersama.


"Bang,baksonya 2 mangkok ya" sembari duduk di kursi plastik yang sudah tersedia disana.


"Oke mas" sahut si tukang bakso.


Tak menunggu lama makanan sudah tersaji dihadapan mereka.


Dimalam yang udara nya terasa sejuk memang pas menyantap bakso dengan kuah kaldu yang hangat dan gurih.


"Reyn kamu mau sambel gak?"


"Boleh." mencicip kuahnya sedikit


"Kayaknya kurang pedas deh."


"Mau tambah lagi ?"


"Boleh deh hehe"


Melihat Reyna yang menyendok sambal itu cukup banyak menuangnya ke mangkoknya


"Udah reyn jangan kebanyakan ntar kamu sakit perut lagi."


"Makan bakso kalo gak pedas kurang nikmat tau Jo."


"Masalahnya bukan cuma itu"


"Terus apaan?" menatap curiga


Mendekatkan kepalanya sembari merendahkan suaranya yang hanya bisa didengar oleh Reyna


"Ntar kang baksonya marah sambelnya dihabisin."


Kedua nya langsung tergelak tawa


Ditengah menyantap makanan lezat itu dan saling bercerita satu sama lain dibarengi dengan tawa mereka.


"Oh iya reyn aku salut Loh sama kamu."


"Ha? Kokbisa? Emang apa yang istimewa dari gue?"


"Yaa...zaman sekarang jarang tau perempuan kayak Lo reyn sekolah sambil cari duit sendiri."


"Ah banyak kok,bukan cuma gue aja...udah ah ntar kuping gue naik lagi dipuji terus Haha..."


Keduanya tergelak bersamaan.


Setelah menghabiskan bakso mereka kembali beranjak untuk pulang kerumah.


"Kak...dini pulang"


"Kok tumben agak lama." jawab Yuli.


"Iya kak tadi dini sama Jo mampir dulu makan bakso hehe"


"Trus kakak gak dibeliin nih..."


"Hehe maaf kak abis...dini pikir kakak udah tidur sih..


Yaudah deh besok dini beliin."


"Bener ya hehe...


Jo makasih ya udah anterin dini."


"Eh iya kak sama sama kalo gitu saya pamit ya kak"


"Iya hati hati"


"Makasih ya Jo hati hati ya dah..."


Setelah Jo menghilang


Kak Yuli memperhatikan Reyna lekat


"Kayaknya kamu senang banget malam ini"


"Enggak kok kak,biasa aja."


Langsung masuk kedalam


"Kalian pacaran ya..."


"Ih apaansih kak dini sama Jo gak pacaran tau kita itu temenan."


"Yaudah deh kalo gamau ngaku."


"Iiih ngaku apaan coba kita emang temenan kak..


Udah ah kak dini ngantuk


Selamat malam kak Yuli."


Ting... suara pesan masuk


Jo : sampai ketemu besok ya reyn,slmt malam :)


Slmt Malam Jo. balasnya.


Meletakkan hp diatas meja mencharger nya dan segera menarik selimutnya terlelap.


Ting...


Orang gila : besok Lo gue jemput.