Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Jam istirahat



Pelajaran berlangsung seperti biasanya kini mereka tengah mengerjakan beberapa soal yang baru saja diberikan oleh guru kini semua siswa sibuk menulis dan membolak balik buku


Sementara Refan hanya menatap lekat gadis itu dari belakang lebih tepatnya menatap punggung Reyna.


Reza yang sedari tadi memperhatikan Refan mendekatkan mulutnya tepat ke telinga Refan berbisik "gue tunggu aksi Lo fan.."


Langsung menyingkir dan mengernyitkan dahi merasa risih jika terlalu dekat.


Tanpa disadari keduanya,Jenny yang juga berada satu kelas ternyata sudah melirik memperhatikan dari tadi sepertinya rencana yang dia dan Reza rencanakan perlahan lahan terlaksana.


Kini dia sudah sangat membenci mantan kekasihnya itu yang ada dipikirannya hanya niatan balas dendam.


Seketika matanya dan Reza bertemu membuat mereka saling bersitatap Jenny tersenyum puas dengan Refan


"Apa gue nembak Jenny sekarang aja ya??eh tunggu rencana ini belum sepenuhnya berhasil ntar gue ditolak lagi "gumam Reza


Tak terasa sudah waktunya jam istirahat


Tring....


Semua siswa berhamburan menuju kantin yang sepertinya sudah menjadi tempat keramat di semua sekolah..tentu saja.kenapa tidak,siapapun yang kekantin ketika balik ke kelas pasti sudah merasa kenyang


Ealah Thor...Thor ya iyalah kenyang wong mereka makan


😁😁


Reyna yang tadi sudah diajak Maya kekantin menolak karena dia tidak merasa lapar.jadi dia hanya akan menghabiskan waktu selama jam istirahat untuk membaca buku novel favoritnya yang selalu dia bawa kemanapun pikirnya mungkin ada waktu senggang untuk membacanya seperti sekarang ini.


"Tap..tap..tap...."terdengar suara langkah sepatu dari kursi belakang menuju pintu kelas


Reyna tak menyadari bahwa ternyata ada orang dibelakang,dipikirnya hanya dia saja yang ada dikelas tadi,melihat pria itu berjalan ke arah pintu dia hanya mengangkat kepalanya sebentar kemudian menundukkan kembali fokus pada novelnya


"Klek.."pintu kelas sudah tertutup


"Kenapa dia nutup pintunya?


Entahlah,mungkin dia iseng "


bertanya dan menjawab sendiri gumamnya


Kembali fokus membaca tak menghiraukan pria yang sedari tadi sudah menatapnya berjalan mendekat kearahnya.kini pria itu sudah berdiri tepat dihadapannya


"Tuk."sudah terletak sebuah ponsel tepat di atas buku yang sedang dibacanya


Apa ini? kenapa dia meletakkan ponselnya disini?


"Nomor..."


"Nomor? Nomor apa? Dia bicara pada siapa? "Melihat kanan kiri tidak ada orang dan baru sadar laki laki itu bicara padanya


"Nomor apa?" Akhirnya keluar kalimat yang sudah membuatnya bingung dari tadi


"Nomor HP Lo.tulis disitu." menunjuk ponsel miliknya


"Buat apa?"


"Gausah banyak tanya,lo tulis aja disitu sekarang!"


"Gak.gak ada "sahut Reyna dingin


Sebenarnya dia agak merasa takut tapi karena dipikirnya ini sekolah kan ada banyak orang ngapain harus takut


"Cih,sok kecakepan banget Lo jadi orang.."


Apaan sih nih orang?sok kecakepan?maksud dia apaan? Merasa tambah bingung


Melihat pria itu tak bergeming,segera Reyna mengambil ponsel yang ada di atas novelnya memasukkan segera hp itu ke kantong baju pemiliknya,kembali duduk melanjutkan aktivitasnya


Belum sempat membaca kembali,dengan sigap Refan merampas novel itu dan mengangkat novel itu tinggi karena yang punya berusaha mengambil kembali buku miliknya,berusaha meraih sampai jinjit tapi tetap saja Reyna tidak bisa menjangkaunya karena dia kalah tinggi dan tangannya kalah panjang dari pria itu.


"Kembaliin novel gue! "mintanya dengan sorot mata kesal


"Kalo gue ga mau gimana?"


"Mau Lo apasih?"bertanya dengan nada kesal


"nomor HP lo.."


"Udah gue bilang gak ada"


Reyna hanya terdiam tak bergeming,masih bertanya tanya dalam kepalanya sendiri kenapa?untuk apa? Rasanya aku gak ada salah sama cowok ini?ngomong aja gak pernah


Tring...


Lonceng berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai dan pasti mereka akan kembali ke kelas masing masing sementara Refan sudah kembali duduk di kursinya dengan membawa novel ditangannya


Kini kelas sudah terisi seperti sedia kala


Reyna hanya menggerutu kesal dikursinya tidak tau harus berbuat apa karena dari tadi dia sudah meminta novelnya dengan cara baik baik akan tetapi Refan tidak memberikannya


"Din..dini kenapa?"tanya Maya heran karena terpasang raut wajah tidak menyenangkan di wajah Reyna


"Hngngh...gak papa kok may "berusaha tersenyum mengendalikan rasa kesalnya


"Tadi maya liat dini cemberut..dini marah sama Maya?salah dini apa may?apa karena Maya ke kantin tadi sendiri?"


"Enggak may..bu,bukan gitu..dini gak marah kok sama Maya"


Duh..gimana jelasinnya ya


" dini..dini..dini hanya pusing nyari jawaban soal ini ,duh susah banget"


Berusaha menyembunyikan karena dia tidak mau Maya tau soal kejadian jam istirahat tadi


"Ooh.kirain apa?Maya gak mau Reyna sampai marah sama Maya.reyna kan teman baik Maya"


Memang sebelum Reyna masuk ke sekolah itu Maya tidak mempunyai teman akrab karena tidak ada orang yang mau berteman dengannya karena menganggap dia culun


Duuh..novel gue..apasih mau anak itu?


Selama pelajaran berlangsung kembali,di kepala Reyna hanya ada gimana caranya mengambil novelnya kembali


Sesekali dia melirik kursi belakang dengan kesal tapi yang dilirik justru malah tersenyum ga jelas


Sshhh...dasar gila!


"Reyna?Reyna?Reyna?"


Panggil seorang guru berulang ulang karena dari tadi dia tidak menyahut


Menyenggol sikut teman disampingnya berusaha memberi tahu kalau guru sedang memanggilnya "sstt..din" menyenggol lebih keras "dini?"


"Dasar gila! "Langsung menutup mulutnya rapat dengan kedua tangannya membuat dia dan se isi ruangan tercengang


"Apa?gila?siapa yang gila? "tanya seorang guru yang didepan kelas


Duuh kok bisa sampe keceplosan gini sih


Berusaha mencari cara alasan supaya guru tidak marah,matanya tertuju pada buku yang ada di atas mejanya.langsung terlintas ide cemerlang di kepalanya


"Aaaa ini bu..di buku ini tertulis penyakit virus rabies disebabkan oleh gigitan anjing gila"


Masih merasa cemas menunggu reaksi guru tersebut dan akan pasrah mungkin jika dia akan dihukum.


"Iya.benar anak anak..virus rabies ini..


Bla...bla....bla..."


"Apa?benar?emang tadi yang ditanya padaku apa? Sshh...dasar gara gara dia aku jadi gak bisa fokus gini belajar" menggerutu kesal dalam hati


"Terimakasih ya Tuhan.engkau telah memberiku hidayah "sekaligus bersyukur karena dia tidak menyangka ternyata jawaban yang diberikannya nyambung dengan pertanyaan guru tadi walaupun dia masih belum tau apa yang ditanyakan kepadanya tadi


Kini dia fokus kedepan menyimak guru menerangkan karena tidak mau kejadian tadi terulang lagi


"Iya nanti saja kalau sudah pulang sekolah aku minta dari pada nanti aku dihukum begitu pikirnya"


Ditengah pelajaran berlangsung sudut bibir laki laki itu tak henti hentinya melengkung masih tergelak kecil tanpa suara karena melihat Reyna yang gelagapan tadi entah kenapa dia merasa senang melihatnya


"Haha cuma gara gara buku ini dia sampe segitunya.


Kira kira dia memang gak ingat sama gue apa pura pura lupa ya?


Tapi keknya dia bukan orang yang pelupa deh buktinya tentang pelajaran aja dia ingat.cih terlihat senyum simpul disudut bibirnya


Lo gak akan bisa ngambil apa yang ada ditangan gue dengan mudah" refan