Crazy'S Boyfriend

Crazy'S Boyfriend
Meluapkan semuanya



Reyn hati hati ya begitu ucap Jo ketika melihat Reyna menaiki motor Refan langsung dijawab angguk oleh Reyna mengartikan iya sementara Refan yang mendengar ucapan laki laki itu langsung turun menghampiri


"Woy...maksud Lo apaan ngomong kayak gitu ??" sambil menaikkan alisnya bertanya dengan nada santai


"Gak ada maksud apa apa gue cuma khawatir aja" jawabnya


"Wah...ngajak ribut Lo ya"


sudah geram tangannya terkepal yang sudah itu dilayangkan itu langsung dihalang oleh Reyna


"Stop...stop...Lo apa apaan sih fan kek anak kecil Lo tau gak!"


Ucap Reyna mengarah kepada Refan.


"Si ******** ini kenapa harus sok peduli sama lo" menunjuk Jo sambil mengatur emosinya.


"Cukup Lo jangan nyalahin Jo lagi !"


"Reyn...."


"Cukup fan mendingan Lo pergi dari sini!!"


"Reyn...menarik tangan Reyna ayo pulang sama gue"


Reyna langsung menepis tangan Refan seraya mengatakan "enggak !"


"Gue gak mau!"


"Cepat Lo pergi dari sini !"


"Gue gak akan pergi kalo Lo gak ikut sama gue cepetan naik sekarang!!" sudah merubah nada bicaranya memaksa


Reyna yang mendengar suara seperti itu langsung terngiang di ingatannya akan ucapan Refan beberapa hari yang lalu


Gue akan gendong Lo naik nanti kalo Lo masih belum naik.


Langsung tersadar akan ingatan beberapa hari lalu dia memilih menuruti saja perkataan laki laki itu.


Jo yang melihat itu langsung berpikir seperti ada yang aneh diantara mereka


Kenapa dia mengaku pacaran


Tapi Reyna sepertinya gak merasa nyaman sama laki laki itu dan tadi awalnya Reyna nolak buat naik ke motor dia.


tapi kenapa begitu dia menekankan ucapannya gadis itu langsung naik ya...


*Apa jangan jangan


Reyna diancam sama laki laki itu*


Jo yang mendengar kalimatnya sendiri yang dia ucapkan sekedar langsung kaget membelalakkan matanya dia merasa bahwa Reyna diancam oleh Refan dan dia harus melakukan sesuatu untuk membebaskannya.


Sudah sampai di halaman rumah turun dari motor


"Lo kenapa sih...


"Bisa gak sih ini yang terakhir kalinya Lo nyuruh gue buat naik motor Lo"


"Enggak" langsung dijawab cepat oleh Refan


"Lo pikir gue ini apaan sanderaan Lo...


"Yang semua Lo perintahkan harus gue turuti...


"Gue gak tau ya kenapa Lo tiba tiba mendadak kekgini sama gue...


"Awalnya Lo ngambil novel gue..


"Terus maksa gue buat jadi pacar lo..


"Dan sekarang Lo ngelakuin kekgini memaksa gue dengan semua kemauan Lo..


Begitu kalimat yang Reyna utarakan secara beruntun dihadapan Refan


"Jadi Lo ngerasa tertekan dengan semua ini?"


"Iya?"


"Kenapa Lo suka sama cowok itu?"


"Oke" mengangkat kedua tangannya


"Gue gak akan ganggu Lo lagi"


Langsung naik ke motornya dan beranjak dari sana


Reyna yang masih mematung disana entah kenapa seperti ada perasaan bersalah dalam lubuk hatinya dia merasakan bahwa Refan ucapan Refan barusan seperti anak panah yang langsung menancap ke tubuhnya sakit...


Padahal dia memang menginginkan ini,menginginkan Refan menjauh darinya tapi mendengar perkataan Refan tadi sebenarnya dia ingin langsung menjelaskan bahwa dia tidak mempunyai perasaan lebih sama sekali terhadap Jo


"Kenapa dia malah ngambil kesimpulan kayak gitu??"


"Dan kenapa gue.."


"Kenapa gue merasa bersalah gini.."


Di toilet wanita


Jenny?? gumamnya


"Gue tau lo mantannya Refan dan Lo tenang aja gue sama Refan gak pacaran kok" langsung mematikan kran dan beranjak.


Belum sempat kakinya melangkah lagi dia sudah dihadang dengan tangan dan kaki Jenny


"Gue tanya Lo suka sama Refan apa enggak?"


"Kenapa ?" jawabnya


"Kenapa?"


Sembari memiringkan sedikit kepala ucapnya lagi mengulangi ucapan Reyna


"Lo tau diri gak sih Lo itu siapa?" hmm!!


"Eh gue gatau dan gak mau tau apa maksud Lo nanya kekgini sama gue"


"Dan kalo Lo ngerasa gue ngerebut Refan dari Lo"


"Lo salah besar"


"Gue gak pernah berharap dia suka sama gue.."


"Cih...belagu banget Lo."


"Tapi bagus sih Haha memang itu yang gue mau"


"Lo jangan pernah bermimpi untuk cinta sama Refan tapi Lo harus bikin dia jatuh cinta sama lo"


"Setelah itu Lo tendang dia jauh jauh"


"Maksud Lo apasih ?"


Mengernyitkan dahi tak mengerti apa maksud gadis dihadapannya ini


"Dasar **** Lo gak nyadar kalo laki laki yang ngejar ngejar Lo itu sengaja dekatin Lo buat balas dendam sama gue...


"jadi gue mau Lo jadi perantara buat gue balasan dendam gue juga sama dia"


"Gue rasa Lo cukup tertarik buat jadi mainannya dia jadi Lo harus manfaatkan situasi ini"


"Lo harus bikin dia jatuh cinta sama lo tapi dengan syarat Lo jangan membalas cintanya Refan"


"Kalo Lo sampe berani...


"Lo akan berhadapan sama gue !"


"Ngerti !!.."


Jenny langsung beranjak dari sana karena terdengar suara seperti ada yang ingin masuk ke toilet dia tidak mau sampai ada yang mendengar pembicaraan nya dan Reyna


"Dia pikir dia siapa yang mau nuruti semua perintahnya.."


" kenapa mereka bisa putus sih padahal kan mereka cocok sifatnya gak jauh beda Haha dasar si cowok gak waras ternyata mantannya lebih gak waras" batinnya


Reyna yang baru saja masuk kelas tiba tiba langsung dirangkul oleh laki laki kelas 12 ips suruhan Jenny


"Sayang...ntar pulang sekolah bareng lagi ya"


"Loh dia bukannya pacaran sama Refan kok......."


batin beberapa mata yang memandang mereka


"Apaan sih Lo" langsung melepaskan rangkulan laki laki itu


"Reyna kok Lo jadi kekgini sih tadi pas pergi sekolah kita baik baik aja kan kenapa Lo jadi kekgini" ucapnya


Beberapa pasang mata yang melihat sangat mendengar jelas apa yang dikatakan keduanya tak terkecuali Refan


"Eh gue gak kenal ya sama lo


Lepasin..." Reyna yang berusaha melepaskan tangan laki laki itu


Refan melihat kejadian itu langsung merasa geram


"Lo lepasin tangan Lo itu" ucapnya geram.


"Dia cewek gue fan kami baru aja pacaran tadi pagi jadi dia masih malu malu


Sayang ayo..."


ucapnya yang sudah menoleh ke arah Reyna.


Bug.............


hantaman keras di pipi langsung melayang di wajah laki laki itu yang membuat pria itu tak tinggal diam dia membalas kembali pukulan Refan


Perkelahian yang terjadi diantara keduanya yang tak bisa dilerai membuat salah seorang siswa yang melihat pertengkaran itu memanggil guru BK


Keduanya kini tengah duduk berhadapan dengan guru BK tersebut menjawab pertanyaan yang dilontarkannya keduanya menjelaskan sesuai dengan kejadian tapi tetap saja Refan yang lebih bersalah dimata guru tersebut karena ketua kelas tadi melapor bahwa Refan yang memulai perkelahian lebih dulu.


"Refan atas perkelahian yang kamu timbulkan disekolah ini kamu saya skors selama tiga hari" ucap guru BK


Keduanya hanya diam tak bergeming refan yang menatap sinis laki laki disampingnya ini rasanya ingin sekali melayangkan tinjunya ke wajah laki laki itu tapi apa boleh buat jika ditempat seperti ini pasti dia yang akan disalahkan dan hanya akan memperpanjang masa skorsnya setelah selesai menasehati panjang lebar keduanya dipersilahkan keluar dari ruangan tersebut.