
"Guys..guys jam pelajaran pertama apaan?"tanya Chandra dengan hebohnya yang membuat kedua temannya kebingungan
"Biologi,kenapa emangnya?'jawab Reza
"Biologi?? Aduh ****** gua kepsek lagi yang masuk.."menepuk jidatnya sendiri
Emang kenapa kalo kepsek yang masuk?sambung Refan yang masih bingung dengan tingkah temannya yang satu ini
"Ada tugas biologi ga hari ini?? " malah bertanya lagi
"Ada." jawab refan sambil tersenyum licik
"Aduuh mati gua,mana mana buku Lo cepetan pinjam gua mau nyontek "desak Chandra sambil mengulurkan tangannya
"Hahaha mau aja Lo dikibulin
Mana ada pr biologi "sambil memukul punggung Chandra
"Lo gak ngerasain sih yang gue rasain semalam...."mendorong bahu reza "Lo pikir enak hormat bendera sambil panas panasan dibawah matahari terik kekgitu" oceh Chandra kesal
"Hehe sorry bro...sorry...masih ingat aja kejadian semalam" mengelus punggung temannya sambil cengar cengir.
Lo aja yang **** Haha ide kek gitu Lo ikutin Reza
Tring.....
Mendengar lonceng berbunyi semua siswa di kelas tersebut dengan sigap mengambil tempat duduk mereka masing masing tertib,senyap,hening seperti itulah suasana dikelas itu sekarang karena mereka tahu yang siapa yang akan masuk sebentar lagi.
Siapa lagi kalau bukan Bu Nina yang menjabat sebagai kepsek sekaligus guru bidang studi biologi dikelas XII-IPA yang termasuk salah satu guru killer.
"Selamat pagi anak anak…."
"Pagi buuuuuuk"
Serentak mereka menjawab sambil terus memandang mengikuti jalan langkah kaki
Bukan guru tersebut tapi justru seseorang yang berjalan dibelakangnya
"Itu cewek yang semalam...bener gue kan pasti dia siswa baru disekolah kita" bisik Reza kepada Refan yang tak bergeming hanya terus menatap gadis yang berjalan dibelakang Bu nina
"Anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, Baiklah.....silahkan perkenalkan diri kamu kepada mereka"
"Baik Bu."
"Ehm..selamat pagi teman teman semua perkenalkan nama saya Reyna Andini biasa dipanggil dini saya harap saya bisa bergabung dan berteman baik dengan kalian semua."
"Baik...ibu rasa sudah cukup perkenalannya ....Reyna kamu bisa duduk dikursi kosong itu menunjukan kursi di samping Maya dan pelajaran akan segera ibu mulai buka buku catatan kalian.
Selama jam pelajaran yang dibawakan oleh Bu Nina tidak ada satu orangpun yang berani berbuat suara bising atau keributan karena mereka tau guru yang satu ini tidak suka jika ada keributan dalam kelasnya terasa damai dan tentram tidak ada suara seorang pun kecuali suara Bu Nina yang sedang menjelaskan dan sesekali disahut dengan serentak mengerti buk....
Reyna Andini
Seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA seorang gadis muda cantik,mandiri yang memutuskan pindah sekolah di Jakarta.Kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan disaat dia berusia 10 tahun.Semenjak itu dia bersama kakaknya dirawat dan dibesarkan oleh Paman dan bibinya sepasang suami istri itu sangat baik dan menyayangi dia dan kakaknya seperti anak mereka sendiri.
Kakaknya Yuli sedang masa pendaftaran kuliah melalui jalur SNMPTN berhasil lolos masuk di salah satu universitas yang ada di Jakarta membuat dini juga harus pindah sekolah menemani kakaknya disana oleh sebab itu dia pun harus mengurus surat pindah sekolahnya juga ke Jakarta.
Paman dan bibinya merasa bangga karena Yuli berhasil masuk ke universitas impiannya tapi disisi lain dia merasa berat jika harus berpisah untuk sementara waktu kepada keponakan yang disayanginya akan tetapi mau tidak mau mereka harus mendukung biar bagaimana pun demi pendidikan dan masa depan keponakannya
"Paman...bibi...Yuli dan dini minta izin ya untuk pergi ke Jakarta mohon doa dan dukungan Paman dan bibi...,"sembari mencium tangan mereka satu persatu
"Iya nak...pergilah..kalian jaga diri kalian baik baik disana ya dan jangan sungkan untuk minta kepada kami apa yang kalian butuhkan dan jika sudah sampai nanti jangan lupa menghubungi kami"
Mengelus kepala keduanya dengan penuh kasih sayang
"Iya paman...bibi...kami pasti akan kembali lagi untuk menemui Paman dan bibi..."sekali lagi mereka memeluk kedua orang yang sudah mereka anggap orang tua sendiri.
Tak sanggup membendung lagi air mata mereka jatuh membasahi pipi mereka semua tapi itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.
Din...untuk sementara ini kita bisa tinggal disini"
"Bagus kok kak...seperti tempat dan suasana disini juga nyaman"
"Iya...bagus kan...Paman dan bibi memberikan kita uang untuk pegangan selama kita dijakarta dan sisanya masih kakak simpan....kalo kamu ada keperluan bilang aja..."
"Nanti kalau kakak sudah masuk kuliah sepulang kuliah kakak bisa kerja paruh waktu Kan bisa buat keperluan kita sehari hari sekaligus tabungan...biarpun Paman dan bibi sangat baik sama kita tapi kakak gak mau terus merepotkan mereka biarpun mereka gak pernah merasa direpotkan..."
Sebenarnya mereka tidak pernah merasa kekurangan apapun semasa tinggal bersama Paman dan bibinya mereka hidup berkecukupan hanya saja Yuli merasa sudah cukup untuk membiayai dia dan adiknya kini harusnya dia sebagai kakaklah yang harus membiayai adiknya sekaligus membalas kebaikan Paman dan bibinya jika dia sudah lulus sarjana nanti biar sebanyak apapun nanti kasih sayang tidak akan pernah cukup terbalaskan yang dia ingin hanya membuat paman dan bibinya merasa senang dan bahagia di hari tua mereka kelak.
Mendengar apa yang diucapkan kak Yuli dini merasa bangga dan terharu akan kedewasaan pemikiran kakaknya yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Hehe iya kak aku juga nanti bakalan kerja part time..."
"Gausah Din .....kamu fokus sama sekolah kamu aja dulu...!"
"Heeeh....ini anak jadi kamu berpikiran buat kerja paruh waktu juga..??"
"Jangan..pokoknya jangan kamu fokus aja belajar..."
"Tapi kak....dini"
"Gak ada tapi tapian....sudah ayo sekarang bantu kakak kita rapikan barang barang kita dulu..."
"Hmm iya deh kak...iya" memanyunkan bibirnya
"Oh iya Din...hari Senin kakak sudah mulai masuk kuliah...kamu kapan mulai masuk di...SMA apa itu namanya??"
"SMA Pelita Bangsa kak hari Senin juga dini masuk sekolah."
Epilog
"Kak...tadi kakak nyuruh beli buku tulis sama bolpoin kan?"
"Eh..iya sudah kamu beli? Kok cepat banget?..?"
"Udah kak...kebetulan minimarketnya gak jauh dari sini..."
"Kamu sudah nentuin pindah ke SMA mana?"
"Sudah kak...rencananya besok dini mau mendaftar"
"Mau kakak temenin?..."
"Boleh...."
"Kak dini telfon Paman dan bibi ya...
kangen sama mereka.."
"Kakak juga....sedang apa ya Paman dan bibi sekarang....?"
"Halo...bibi...bibi apa kabar??...Paman dan bibi sehat sehat saja kan"
terdengar suara dari seberang sana ......
"iya bibi...dini dan kak Yuli disini baik kok..."
"dini hari Senin sudah mulai masuk sekolah dan kak Yuli juga sudah mulai kuliah..."jawabnya dini dengan antusias
.................
"kak nih...sambil memberikan handphone yang dipegangnya bibi katanya mau bicara juga sama kakak..."..
lama mereka mengobrol baru beberapa hari sepertinya mereka sudah sangat kangen dengan Paman dan bibinya.