
Sinar matahari sudah masuk kecela cela kamar raya, terlihat raya yang sudah siap dengan gaya khas miliknya.
Rok span warnah puti dipadukan T-shirt warnah hitam dan sepatu sneakers putih, rambut yang dibiarkan terurai dan tas selempang berwarnah senada dengan baju nya.
Raya keluar dari kamarnya kemudian mengetuk pintu kamar alex yang kini sudah menjadi kekasih nya.
tok tok tok
" Liebe " teriak raya
Alex didalam tersenyum mendengar suara cempreng raya yang memanggilnya dengan sebutan Liebe itu. Kemudian membuka pintu kamar nya.
" Apakah bisa masuk?? " tanya raya
" tentu saja, masuklah siapa yang akan melarang mu "
Raya kemudian masuk kekamar dengan kombinasi warnah putih dan abu abu, terlihat beberapa pajangan foto disana dan lukisan.
" Sayang bisa pasangkan dasi?? " tanya alex membawa dasi dari walk in closet nya.
" Ya kesini duduk lah " ucap raya kemudian memasang kan dasi untuk alex
" kok tau " ucap alex melihat dasi yang sudah terpasang rapi itu.
" Dulu saya sering lihat bunda memasang kan dasi untuk ayah "
" Liebe sebenarnya kerja apa sih " tanya raya
" nanti juga kamu tahu " ucap alex
" Baiklah ayo kita kebawah " tambah alex menggenggam tangan raya
Raya hanya menunduk rona merah di pipi nya kembali lagiππ
" Mari silahkan tuan " ucap Natali, kemudian mengambil sendok nasi goreng tapi dicegah alex
" Tidak perlu, biarkan raya yang mengambil nya kau pergi lah "
Dengan segera raya mengambil nasi goreng untuk alex kemudian untuk nya.
Selama makan mereka hanya terdiam hingga satu notifikasi yang berbunyi dari ponsel milik raya dan juga alex secara bersamaan.
Raya melihat notifikasi itu begitu juga dengan alex, wajah raya berubah menjadi takut bercampur khawatir.
" Ada apa?? " tanya alex seakan tak mengetahui apa apa
" ti...dak tidak ada apa apa " ucap raya segera memasukkan ponselnya kedalam tas kembali
Setelah makan mereka berjalan untuk pergi ke halaman depan, mobil keduanya sudah terparkir dengan baik.
" hati hati ya " ucap alex mencium kening raya
Raya hanya mengangguk kemudian masuk ke mobil nya yang berada didepan mobil alex.
Mobil raya telah meninggalkan pekarangan rumah mewah milik alex.
tit tit tit
π hallo pak
" halo apakah semua sudah beres?? "
π ya pak semuanya sudah beres
" Pagi ini raya mendapatkan pesan mengancam lagi, jaga dia baik baik jika terjadi apa apa dengan dia maka kalian akan menjadi gantinya "
π Baik pak
Kemudian alex memutuskan sambungan telefon nya, masuk kedalam mobilnya.
" Jalan pak " ucap alex pada pak novi
( Kampus Raya )
Raya sudah berada di kampusnya, pikirannya melayang kemana mana memikirkan pesan yang masuk padanya tadi pagi.
Dia berjalan dengan tatapan kosong bahkan tidak mendengar saat glori memanggil nya.
" ray " ucap glori memegang bahu raya
" i....iya " ucap raya terkaget
" lo kenapa?? " tanya glori
Raya menarik tangan glori pergi ke taman yang dekat dengan fakultas glori.
" Tadi tante fera mengirim pesan sama gue glo, gue takut " ucap raya bibirnya gemeteran wajah nya pucat.
" lo ngak usah pikirin tu kuntilanak, ada gue semampu nya gue bakalan bantu lo " ucap glori memeluk raya
" Ayo kita ke kantin, gue belum sarapan " ucap glori menarik tangan raya
Sesampai nya dikantin fakultas glori semua menatap glori dan raya yang datang. perempuan yang disukai dan di kagumi oleh kaum adam di universitas itu datang ke kantin yang bukan kantin fakultasnya.
Semua memuji dan mencari perhatian untuk mendekati raya tapi raya hanya diam, tidak memperdulikan pujian mereka.
" Ray lo mau makan apa?? " tanya glori
" gue udah sarapan tadi " jawab raya
" hehe gue lupa lo kan sekarang tinggal dengan CEO perusahan ternama se asia " ucap glori
" Apa?? " tanya raya kaget
" ya CEO Khurana perusahan nomor satu se asia, lo bisa kenal dengannya bagaimana. secara dia itu menutup diri dari publik "
Raya tidak menjawab dia hanya terdiam membayangkan jika dia sekarang adalah kekasih dari CEO perusahan ternama se-asia itu.