
Setelah dari perusahan Khurana group raya memutuskan untuk kembali ke kontrakan miliknya dan sahabatnya gloria.
Setelah sampai di kontrakannya raya segera masuk ke kamar nya dan memilih beristirahat karnah sebentar sore dia akan berkerja di salah satu cafe yang cukup terkenal dikota itu.
Setelah cukup lama tertidur akhirnya raya terbangun, dengan cepat dia bersiap siap untuk berangkat kerja.
Raya sudah keluar dari kontrakamnya dengan gaya nya yang menggunakan Celana jeans robek robek dengan sweater hitam dan sepatu sneakers dan tas kecil miliknya, serta rambut coklat yang dibiarkan ter urai dan wajah natural miliknya.
Sebelum ke cafe raya memutuskan untuk mampir ke salah satu supermarket untuk membeli keperluannya, karnah masih ada waktu 30menit lagi. Setelah selesia membeli keperluannya raya berjalan keluar supermarket.
" Hai raya " ucap seseorang.
raya berbalik dan melihat ke ada suara,
seketika badan raya menjadi gemetar saat melihat orang itu.
" m...mau apa kamu " tanya raya gugup
" Pertanyaan yang bagus, sekarang cepat kamu ikut aku " ucap perempuan paru baya itu kemudian menarik tangan raya dengan kasar.
Dengan sekuat tenaga raya melepaskan cengkraman dari Fera ibu tiri nya itu, setelah terlepas raya berlari mencari bantuan.
Raya kemudian berdiri di tengah jalan merentangkan kedua tangannya saat melihat ada mobil yang mendekat, karena jalan itu cukup sunyi. Setelah mobil itu berhenti raya berlari kesamping mobil itu.
" tolong tolong saya " ucap raya mengetuk kaca mobil itu tangannya teihat gemetar
" tolong tolong saya "
Lelaki yang berada didalam mobil itu kemudian membuka pintu mobil itu, dengan cepat raya masuk.
" Cepat cepat jalan " ucap raya melihat kearah fera dan orang suruhannnya yang sudah mendekat, dengan cepat alex melajukan mobilnya.
" Ah sial, pokoknya saya tidak mau tahu, kalian harus menemukannya bagaimana pun caranya " ucap fera terlihat mukanya memerah menahan amarah.
( Di dalam mobil )
Raya mengatur nafasnya mencoba menetralkan kembali.
" terimakasih om, kalau ngak ada om uda ngak tau deh hidup saya kayak gimana " Ucap raya
" sebenarnya kamu kenapa "
" Hallo glo kenapa?? " tanya raya
📞 Ray banyak orang yang cari lo, mendingan lo jangan dulu balik deh gue takut lo jadi apa apa
" Tapi gie harus kemana glo, gue ngak punya teman disini apalagi saudara "
📞 Tapi lo juga ngak bisa pulang
" yaudah nanti gue cari cara lagi deh, gue tutup telefon nya yah " ucap raya dan langsung memutuskan sambungan telefon nya.
Raya melihat keluar jendela wajah nya terlihat khawatir bercampur sedih, sesekali alex melihat kearah raya yang hanya diam dengan tatapan kosongnya.
" hei kamu belum menjawab pertanyaan saya" ucap alex mengangkat bicara. Kemudian raya melihat ke wajah alex
seperti pernah melihatnya tapi dimana yah (batin raya )
" Mama saya sudah meninggal tiga tahun yang lalu, ayah saya baru meninggal beberapa bulan lalu, dan itu ibu tiri saya semua aset papa saya diberikan kepada saya dan mama tiri saya itu mau saya menandatangani aset itu untuk diberikan kepada kakak tiri saya anak dari pernikahannya yang pertama " jelas raya raut wajahnya sudah sepenuh nya berubah sedih
" Saya pergi dari rumah itu sudah sebulan, karnah nana tiri saya mencoba membunuh saya " tambah raya
" Dan renacana nya kamu akan kemana?? "
" Saya tidak tahu, om bisa turunkan saya di cafe permata, saya berkerja disitu "
" setelah itu?? " Tanya alex, raya hanya terdiam dia sendiri bingung harus kemana
" Jam berapa kamu selesai berkerja?? "
" Jam 8 malam "
" Kamu bisa tinggal dengan saya untuk sementara, saya bisa jamin kamu aman dengan saya "
" Tap...."
" tidak ada tapi tapi apa kamu mau mati diusia kamu yang masih muda "
" Baiklah om "