Cold CEO

Cold CEO
Episode 1



Matahari sudah keluar dari persembunyiaan nya, menampakkan cahaya nya diatas bumi burung burung berterbangan berkicau seperti irama di pagi hari.


Seorang lelaki sudah siap dengan pakaian kerja nya berdiri didepan cermin memasang kan dasi di kemejanya sendiri.


Dia menatap kosong kearah cermin setelah memakai dasinya, entah apa yang dipikirkannya wajah nya menampakkan kesedihan.


" Ma, Pa lihatlah aku sekarang, sekarang aku sudah punya segala nya semua yang ada di dunia ini bisa aku miliki tapi tidak dengan kebahagiaan " ucap lelaki itu melihat kearah cermin matanya terlihat berkaca kaca, wajah nya penuh kesedihan.


" Pagi tuan, silahkan duduk " ucap ART yang terlihat masih muda itu


Tanpa menjawab alex segera duduk dan memakan makanan yang Sudah dibuat oleh Natali asisten dirumahnya.


tring tring tring


📞 hallo lex gue nanti terlambat kekantor, soalnya harus ke kampus dulu. Mahasiswa gue mau ngumpulin tugas mereka nanti abis itu gue langsung kekantor


" hmmm " balas alex dingin, kemudian memutuskan sambungan telefon nya dan melanjutkan makannya.


Ditempat yang lain waktu yang sama terlihat seorang gadis yang mondar mandir dikamarnya seperti mencari sesuatu.


" Cari apa sih lo ray " tanya glori sahabat raya


" gue cari makala gue "


" itu ditangan lo apa ****** "


" hehe lupa, yaudah gue pergi dulu ya "


" hati hati " Teriak glori


Raya segera berlari menuju garasi rumah kontrakannya bersama sahabatnya, meskipun keadaan raya tidak semewah seperti dulu tapi raya tidak akan menjual mobil sport peninggalan alm. Ayahnya saat dia berusia 20thn.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk raya sampai ke kampusnya, karena jarak dari kontrakannya untuk sampai ke kampusnya hanya memakan waktu lima menit.


Dengan cepat raya keluar dari mobilnya dan berlari ke kelasnya, karna pagi ini adalah kelas dosen terganteng dan terkiler di fakultasnya.


hai raya cantik


selamat pagi bidadari


eh yayang raya udah ada


Begitulah ucap para kaum adam yang melihat raya lari kearah kelasnya. Raya memang memiliki wajah yang cantik natural, body goals yang me buat para kaum adam tergiur melihatnya. Bahkan dia dijuluki anugra Tuhan yang terindah.


" ray gue pikir lo ngak datang " ucap lorentia teman sefakultas raya


" gue pikir udah terlambat " ujar raya mengatur nafasnya


" paling juga sebentar lagi tu dosen muncul "


Dan benar saja yang dikatakan oleh lorentia dua menit setelah raya duduk dosen itu sudah datang.


" Selamat pagi anak anak " ucap dosen itu


" Selamat pagi pak " ucap mereka serentak


" Hari ini sesuai dengan janji bapak, akan dikumpulkan tugas yang bapak minta ya, tau sendiri sanksi apa yang akan diberikan jika tidak membuat tugas nya ya " ucap julio menunjukkan senyum manisnya, tapi bukan senyum kebaikan melainkan senyum mengancam.


" silahkan kumpul kam tugasnya disini "


Satu persatu siswa membawa tugas nya kedepan termaksud dengan raya. Setelah semua selesai mengumpul terlihat julio msnghintung jumlah tugas yang masuk.


" Bagus, semua tugas nya ada ya sebagai imbalan nya saya tidak akan mengajar hari. ini " ucap julio kemudian keluar dari kelas disusul dengan Mahasiswa lainnya.


" Eh ray udah ngak ada kelaskan ?? " tanya lorentia


" udah ngak ada ren, gue udah mau langsung balik "


" yaudah gue lebih dulu yah " ucap raya kemudian berjalan menjauh dari glori


( Tempat Parkir )


Raya berjalan perlahan kearah mobil sport hitam miliknya.


" eh eh kamu kesini " ucap seseorang memanggil raya, melihat siapa yang memanggilnya dengan cepat raya melangkah kearah orang tersebut


" Ban mobil saya pecah, saya sudah menelfon orang untuk kesini, untuk memperbaikinya membutuhkan waktu yang cukup lama, saya ada urusan mendadak bisakah kamu membantu saya " tanya julio


" Tentu pak apa yang bisa saya bantu "


" Saya mau numpang dimobil kamu, dan antarkan saya ke perusahan Khurana Group "


" Baikla pak ayo " ucap raya membalikkan badannya kearah mobilnya


" bantuin saya bawain ini " ucap julio memperlihatkan makala makala yang diserahkan tadi oleh raya dan lainnya


Raya kemudian mengambil beberapa dari makala itu dan bawa ke mobil nya.


" Sini biar saya yang nyetir " ucap julio mengambil ahli kunci di tangan raya


Tanpa menjawab raya segera masuk ke mobil nya duduk disamping kemudi membiarkan julio membawa mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan yang hanya memakan waktu lima belas menit itu, akhirnya mereka sampai di lobi perusahan ternama seasia itu.


" Ayo turun kamu bantuin saya bawain berks berkas nya " ucap julio membuka sabuk pengaman nya


selamat pagi pak


selamat pagi pak


selamat pagi pak


ucap setiap karyawan yang berpapsan dengan mereka, kemudian julio masuk ke lift yang dikhususkan untuk CEO itu.


gila jangan bilang pak julio ini yang punya perusahan ini, tapi kenapa dia menjadi dosen yah??


Batin raya yang melihat setiap karyawan membungkuk saat melihat kedatangan julio.


Mereka sampai ditingkat 55 itu, raya masih setia mengikuti julio dari belakang kemudian masuk ke ruangan kaca yang terlihat mewah memperlihatkan keindahan kota itu yang dilihat dari dinding kaca transparan yang berada tepat dibelakang kursi kebesaran yang diyakini raya adalah milik julio, tapi terlihat seseorang yang membelakangi mereka melihat keluar kaca transparan yang memperlihatkan kota itu.


" Dari mana aja lo baru sampai " tanya lelaki itu


" sorry sorry bro, tadi ban mobil gue pecah jadi kelamaan deh " ucap julio duduk di sofa membiarkan raya berdiri dan masih menggenggam makala makala ditangannya.


Lelaki itu berbalik menghadap raya dan julio, dia melihat raya yang berdiri dengan berkas berkas ditangannya entah itu berkas apa. Julio yang melihat mata alex, mengikuti pendangannya.


" Astaga, maaf raya saya lupa kalau kamu masih disini " ucap julio


" iya ngak apa apa pak "


" sini taruh sini aja " ucap julio menepuk meja didepannya, kemudian dengan cepat raya meletakkan makala makala itu.


" Kalau begitu saya permisi ya pak "


" terimakasih sebelumnya ray " ucap julio tersenyum manis kearahnya, sedangkan alex tidak melepaskan pandangan nya sedari tadi sampai raya hilang di balik pintu.


" Biasa aja bro liat nya " ucap julio


" Sana kerja ngapain duduk "


" selow kali bro ngak usah marah marah " ucap julio keluar dari ruangan alex dengan membawa kembali makala makala itu.