Cold CEO

Cold CEO
Episode 7



" Dengar perketat penjagaan dirumah ini pasang CCTV disetiap tempat, dan taruh beberapa pengawal di kampus raya, tapi jangan sampai dia tahu " ujar alex tegas


" Saya sudah membuat setiap pesan yang masuk di ponsel milik raya juga masuk di ponsel milik saya dengan begitu jika orang itu mengancam raya kembali saya bisa segera tau, dan letakan pelacak Gps dimobil raya, saya sudah menaruh juga di ponselnya "


" Baik pak secepat nya akan saya selesaikan " jawab james


" Ya laksanakan hari ini, karena besok dia akan mulai kuliah "


" Baik pak jika begitu saya permisi dulu " James pun berlalu pergi meninggalkan nya.


Julio pun tersenyum melihat ke khawatiran di wajah Alex yang selama ini dia tidak pernah melihat alex mengkhawatirkan perempuan.


" Apakah kita ada kerja sama dengan perusahan raya?? " tanya alex pada julio


" Iya kita mempunyai kerja sama dengan perusahan nya, dan akan mengadakan rapat besok pagi, CEO nya meminta agar bisa bertatap muka dengan lo secara langsung "


" Baiklah " ucap alex


" Kalau begitu gue balik dulu, ada janji dengan vanesya " ucap julio melenggang keluar dari ruangan itu.


Sudah dua jam alex berada di ruangan kerja nya dia kemudian keluar dari ruangan itu, berjalan ke arah lift, tapi dia melihat raya yang sedang memasak di dapur. Perlahan dia berjalan kearah dapur.


" Masak apa?? kemana natali?? " tanya alex


" om sudah datang?? "


" memangnya saya kemana?? "


" Bukannya om pergi, saya sudah dari tadi disini ngak ada om "


" saya ada di ruangan kerja saya " jelas alex


" Ayo duduk om kita makan dulu " ucap raya membawa makanan yang sudah dimasaknya kemeja makan diikuti oleh alex


Alex melihat makanan yang disajikan oleh raya terlihat begitu enak dna menggiurkannya.


" Apakah sudah bisa dimakan?? " tanya alex


Raya pun mengambil makanan untuk alex, setelah itu dia ingin kembali ke tempat duduk nya, tapi alex menarik tangan raya hingga raya terjatuh dipangkuan alex. Mata mereka bertatapan dengan perlahan alex mendekatkan wajah nya hingga tak ada jarak diantara mereka, kemudian me***at bibir seksi milik raya.


Alex yang merasa raya mulai kehilangan nafasnya melepaskan ciuman mereka, kemudian alex membersihkan bibir milik raya dengan jari jempolnya. Dan menatap mata raya.


" Jadilah wanitaku, saya merasa nyaman berada didekat kamu " ucap alex masih menatap mata raya.


Raya hanya terdiam, dia pun meraskan hal yang sama seperti alex tapi apakah harus secepat ini.


" Kamu tidak perlu menjawab sekarang " ucap alex


" Saya mau " ucap raya malu malu


Alex tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh raya kemudian mencium kening raya.


" Apakah kamu amu terus duduk dipangkuan saya?? " goda alex


Dengan cepat raya berdiri dan pergi ke tempat duduk nya yang berada disebelah kiri alex, Natali yang melihat itu sedari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya.


" Apakah enak?? " tanya raya


" kamu sering memasak begini?? " tanya alex


" Ya memasak adalah hobi saya " ucap raya tersenyum


" wah kalau begitu saya akan gendut setelah menikah dengan mu nanti "


Raya tersenyum malu pipinya meron seketika, alex pun hanya tersenyum melihat tingkah kekasih barunya itu.


" om saya masuk ya, soalnya besok pagi ada kuliah " ucap raya


" bisakah kamu mengganti panggilan om dengan yang lain?? "


" tentu saja, bagaimana jika saya panggil nya dengan sebutan Liebe "


" Baiklah " ucap alex tersenyum bahagia