Cold CEO

Cold CEO
Episode 5



Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh dari kota Z menuju desa tempat mama dan papa alex dimakam kan, akhirnya mereka sampai.


" Ray raya " panggil alex


" eh udah sampai ya pak?? "


" Belum masih jauh " ucap alex dan turun dari mobil berjalan kearah makan mama dan papa nya.


" Katanya belum sampai tapi ini udah berada didepan kuburan " protes raya berlari kecil menyusul alex


Kini mereka sudah berada tepat di deden kuburan mama dan papa nya alex, Alex berjongkok ditengah tengah antara mama dan papa nya memegang batu nisan mama dan papa nya bergantian.


" Ma, pa maaf yah alex baru datang, hari ini alex tepat berusia 29 tahun dan selama 11 tahun alex merayakan nya sendiri, alex harus bagaimana ma pa, hanya alex sendiri didunia ini " ucap alex air matanya mulai keluar membasahi pipinya.


Raya yang melihat juga merasa bersedih dan mengusap punggung alex dengan lembut, mendapat perlakuan seperti itu dari raya membuat alex cukup nyaman.


Setelah satu jam mereka ada di tempat itu akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


" om biar saya yang membawa mobilnya " ucap raya yang melihat kondisi alex


" kamu tidak keberatan?? "


" tentu saja syaa senang jika bisa membantu "


Kini raya yang mengambil ahli mobil alex perlahan raya melajukan mobil itu meninggalkan pekuburan itu.


" Tadi kata om, om ulangtahun ya??, happy birthday ya om semoga apa yang menjadi harapan om diusia yang baru bisa cepat tercapai "


" Makasih ray " ucap alex tersenyum melihat raya


Tidak lama alex tertidur mungkin karena merasa capek saat membawa mobil tadi dan menangis di kuburan tadi membuat alex mengantuk.


Raya sesekali melihat ke arah alex yang terlelap.


tampan ( batin raya tersenyum kearah alex )


Setelah memakan waktu satu jam akhirnya mereka sudah memasuki area perkotaan bertepatan dengan alex yang sudah terbangun dari tidurnya.


" Eh udah dipekotaan, ray kita makan aja dulu yah " ucap alex


" iya , saya juga sudah laper " jawab raya malu malu


" mumpung kita berada didekat mall gimana kita makan di mall aja?? "


" boleh deh om "


" Ngapain?? " tanya angga yang melihat raya seperti mencari sesuatu


" mencari tempat parkir om "


" sini gantian saya saja yang nyetir "


Mereka kemudian berganti tempat manjadi alex yang menyetir. Kemudian alex melakukan mobilnya tidak jauh dari tempat tadi mereka telah sampai di pintu besar dan tinggi berwarnah abu abu itu. Kemudian alex mencari sesuatu di mobil nya terlihat seperti remot kecil berwarnah putih.


" Buka pintu " ucap alex kemudian pintu itu terbuka raya yang melihat itu mengucek matanya berkali kali.


Alex kemudian memarkirkan mobilnya terlihat ada dua mobil lainnya disana tentu saja itu bukanlah mobil biasa. Raya turun masih melihat lihat sekitaran tempat itu.


" Kok hanya ada tiga mobil om "


" tempat parkir ini hanya khusus saya " ucap alex yang masih memandang kedepan


" terus dua mobil itu om?? "


" itu mobil saya "


" kenapa om bisa punya tempat parkir khusus" tanya raya yang kini sudah melihat alex


tunggu sebenarnya om alex ini berkerja apa sih?? rumahnya mewah ada begitu banyak mobil dan pembantu bahkan tempatnya tinggal hanya ada rumahnya sendiri, tempat parkir di mall ini juga khusus. ( Batin raya )


" Apa yang kamu pikirkan tentang saya " tanya alex yang melihat wajah raya seperti sedang berpikir


" tidak apa apa om "


" Apakah kamu tidak mengenal saya?? "


" tentu saya kenal, tidak mungkin saya tidak kenal sedangkan saya tinggal dirumah om "


Alex sudah tidak menanggapi penjelasan raya karenah pintu lift sudah terbuka.


Raya hanya mengikuti alex dari belakang melewati lorong yang panjang dengan hiasaan lukisan yang menjadi pajangan dinding itu.


Akhirnya mereka sampai ditempat yang sudah ada begitu banyak orang tidak seperti tadi hanya mereka berdua.


Alex berjalan kearah salah satu restoran yang paling mewah di mall itu.


" Selamat datang pak Alex, mari silahkan saya akan mengantarkan ketempat anda " ucap pelayan itu ramah. Kemudian alex dan raya berjalan mengikuti pelayan itu semua pasang mata melihat mereka.


" Silahkan pak masuk " ucap pelayan itu membukakan pintu yang selama ini raya baru tau jika ada pintu seperti itu di restoran ini karnah selama raya datang kesini tidak pernah mengetahui jika ada pintu itu.