
Alex sudah duduk di sofa yang berada di kamarnya dan menggunakan sepatunya, hari ini dia menggunakan baju yang lebih santai dengan celana jeans robek robek selutut dan baju abu abu dibalut dengan jaket hitam dan rambut zigzag coklat serta kacamata hitam miliknya membuat dia teihat sempurna
Alex berjalan menuju pintu kamarnya, kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan kebawah, baru beberapa langka dia kembali lagi dan berdiri didepan pintu kamar yang ditempati oleh Raya.
tok tok tok ( Alex mengetok pintu kamar raya )
" iya sebentar " teriak raya dari dalam kamar
Tidak lama pintu kamar sudah terbuka.
" Raya, raya " ucap alex melambaikan tangannya didepan raya yang melamun saat melihat Alex
" e..eh maaf, ada apa om " tanya raya menahan malunya
Aduh kenapa bisa ada manusia seganteng ini, mana baik lagi. (Batin raya )
" Bisakah kau menemani saya hari ini?? " tanya alex
" Tentu om, kalau begitu saya siap siap dulu ya " ucap raya segera berlari kedalam kamarnya tanpa menutup pintu kemudian berlari ke kamar mandi.
Alex yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan manarik ujung bibirnya membentuk senyuman yang jarang terlihat itu.
" Saya menunggu dibawah " teriak alex segera turun kebawah.
" Selamat pagi pak mari silahkan duduk " ucap Natali menarik kursi untuk alex duduk
" Silahkan dimakan pak " ucap Natali Setelah selesai menyajikan makanan dipiring alex
" Saya akan menunggu raya "
Terlihat wajah Natali yang berubah menjadi merah padam menahan emosi dengan kedua tangannya yang dikepal.
" Kalai begitu saya permisi pak " ucap Natali kemudian pergi meninggalkan ruangan makan itu.
Tidak lama raya turun dengan celana Roll up short dan baju putih setengah badan bertangan panjang serta rambutnya yang diikat setengah dan tas hitam mini miliknya.
" Ayo sarapan dulu " ucap alex menatap raya kemudian menetralkan kembali wajah nya.
Raya duduk, dan mereka mulai makan seperti biasa selama dimeja makan hanya keheningan saja.
Raya kaget saat melihat dibelakang mobil alex ada mobil nya yang terparkir.
" ayo masuk " teriak alex yang sudah berada didalam mobil, sedangkan raya masih mematung melihat mobilnya.
Dengan cepat raya melangkah menuju mobil alex, setelah itu alex melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah mewah miliknya.
" dari rumah om sampai saat ini saya belum lihat kalau ada rumah lainnya om " ucap raya yang masih fokus melihat keluar jendela yang hanya ada pepohonan yang sepeti ditata
" Semua ini milik saya dan hanya ada rumah saya disini "
" What?? " ucap raya kaget kemudian dia seperti terlihat berpikir.
" Apa yang kamu pikirkan?? " tanya alex yang melihat tingkah raya
" om bayangkan yah, dari rumah om sampai ke jalan besar pun membutuhkan waktu 20menit itu pakai mobil om, pakai mobil, bagaimana kalau jalan kaki bisa berakhir di akhirat itu om " ucap raya menjelaskan alex hanya tersenyum kecut melihat tingkah raya.
" Memangnya kenapa kamu mau jalan kaki?? "
" yah ngak lah om, saya kan lari dari ibu tiri saya biar ngak mati, dan disini saya juga harus mati karena berjalan " ucap raya yang kini sudah melihat keluar jendela mobil lagi.
" om kita akan kemana?? " tanya raya yang kini sudah melihat alex
" Ke makan mama dan papa saya "
" Senasib kita om, hanya saja mama dan papa saya itu adalah orang tua angkat, mereka mengangkat saya sejak saya masih bayi " jelas raya wajah nya sudah memperlihatkan kesedihan, Alex yang menyadari perubahan wajah raya segera mengalihkan topik.pembicaraan
" Kamu ngak ada kulia kan hari ini?? "
" ngak ada "
" Kapan selesainya?? "
" bulan depan udah selesai "
" Terus rencana kerja dimana?? "
" Ngak tau om, belum kepikiran " Ucap raya, dan alex hanya mendengarkan tidak menjawab.