
Tap tap tap
"Sayang,sini mama masaki sarapan khusus buat kamu" ucap Liza antusias
Claudia membalas ucapan mamanya dengan senyuman lalu makan sarapan yang sudah di siapkan Liza
"Ma cuman Clauidia aja apa di sini,sampe mama gak peduliin yang lain?" tanya Cassy iri
"Janagn memicu pertengkaran Cassy" peringat Hansa tegas,sedangkan Cassy hanya menatap Hansa dengan mata ber-kaca kaca
'Nih anak dari kemaren nangis mulu dah' dumel Claudia dalam hati
"Hansa jangan memarahi adik mu" tegur papa Prans
"G-gak pa-papa hiks kok pa" ucap Cassy dengan linangan air mata buaya yang khas
Claudia yang mendengarnya memutarkan matanya malas sedangkan Hansa hanya diam,dia tak merasa dirinya keterlalua kenapa malah di salahkan.
'Apa ini yang di rasakan Claudia saat di salahkan?' batin Hansa sedu,dia ingat Claudia sering di salahkan hanya karena Cassy menangis
"Hansa minta maaf" suruh papa Prans menatap putra sulunya tajam
Tak
Semua itensi menatap Claudia yang menghentakkan gelas bekas susu coklat dengan keras,Claudia mengambil tisue dan melap bibirnya anggun seperti seorang bangsawan
"Kak Hansa kamu ke kampus pakai mobil kan?" tanya Claudia lembut dan Hansa mengangguk
"Tolong antarkan aku ke sekolah Emerald High School aku ada tes untuk masuk ke sana" pinta Claudia yang tentu di sambut antusias Hansa
"Kamu sekolah di sana?" tanya Cassy dengan sesekali sesunggukkan
"Hmm" jawab Claudia malas
"Sama gue aja dek" tawar Langit
"Gak perlu,gue mau manja manja sama kakak sulung gue" tolak Claudia
"Ck nyebelin lo,gue juga kakak lo" sunggut Langit yang hanya di balas kekehan oleh Claudia
"Ayo kak" ajak Claudia
"Tunggu dulu Hansa,kamu harus minta maaf sama Cassy" suruh papa Prans penuh penekanan
"Kak gue kagak salah,tuh curut yang baperannya over dosis" sengit Claudia
"CLAUDIA!"
"APA!" balas Claudia balik membentak
Papa Prans mengatur nafasnya dengan Cassy yang mengelur punggung papa Prans sedangkan mama Liza dan Langit hanya diam menonton tapi ketara mereka tak suka
Hansa menarik tanggan Claudia,Langit ikut pergi berangkat sekolah dan mama Liza yang memilih pergi ke salon
"Papa jangan marah nanti sakit" ucap Cassy lembut
Cassy memeluk papa Prans saat tau tak ada orang di rumah
"Aku temeni papa buat bantu papa tenangi emosi papa,nanti aku izin sama temen aku" ucap Cassy mengelus dada bidang papanya
Papa Prans mengangguk senang dia memeluk pinggang Cassy lalu menaruh dagunya di pundak kanan Cassy
"Emang kamu yang paling ngertiin papa" lirih papa Prans dan Cassy hanya mengembangkan senyumnya
"Aku akan selalu ada untuk papa"
.
.
.
"Beritanya sudah tersebar?" tanya Claudia di telpon pada Emily
"Sudah nona,beritanya akan menyebar hari ini dengan cepat"
"Bagus,ke ruang bagian ke uangan perusahaan dan ambil bonus di sana,saya sudah konfirmasi tinggal kamu ambil"
"Terima kasih nona"
"Ya,jangan lupa kirim file ke e-mail ku"
"Baik nona"
Tut tut
Claudia mematikan telponnya dan kembali fokus pada laptopnya,dia harus segera membereskan masalah di perusahaannya lalu kembali mengurus masalah C 2 group
"Tadi siapa?" tanya Hansa memecahkan keheningan
"Emily,asisten ku di perusahaan" balas Claudia apa adanya
"Tadi kamu ngomong berita,emang berita apa?" tanya Hansa kepo
"Kakak bakal tau nanti" balas Claudia menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas yang selalu di bawanya
"Oke"
"Makasih kak,sampai jumpa di rumah" ucap Claudia mengecup pipi kanan Hansa dan Hansa membalasnya dengan kecupan di dahi