CLAUDIA

CLAUDIA
Kepulangan Claudia



Drrt Drtt Drrt


"Ada apa?" tanya seorang gadis yang sedang berada di dalam taxi yang melaju ke rumahnya,Claudia Anatasya Emerald putri seorang pengusaha textille dan properti


"You've arrived?"


"Gue kakak lo sialan! Panggil gue dengan benar" sentak Claudia kesal,bagamana tidak kesal kalau anak bungsu dari keluarga Emerald yang juga metodenya adik kandung dirinya memanggil tanpa kata 'kakak'


"Oh come on, you're only 5 years older than me!Jangan berlagak paling dewasa"


"Sialan"ucapan Kenzo membuat Claudia meradang,kadang kadang dia heran kenapa ada sikap tak tau sopan satun di dalam diri Kenzo


"Seharusnya lo pulang ke indonesia Kenzo agar tau bagaimana bersikap sopan santun"sindir Claudia pedas


"Very self-conscious"


Claudia mendelik kesal mendengar jawaban dari Kenzo,adiknya benar benar perlu di beri pelajaran.Sayangnya dia telah meninggalkan AS di mana Kenzo tinggal bersama grandfather dan grandmother dari pihak ibunya


"Pengen banget gue cabik cabik mulut sialan lo itu"sunggut Claudia


"Jangan memarahi ku sebelum intropeksi diri sendiri"


"Apa sopan memakai kata gue-lo kepada keluarga sendiri bahkan adik kandung?"


"Ya ya ya" jawab Claudia malas,memang sih ucapan Kenzo benar tapi mo gimana lagi,udah jadi kebiasaan


"Lo kapan pulang?"


"Divert the conversation heh"


"Siapa coba yang ngalihi percakapan"elak Claudia


"Gue cuman mo nanya kapan lo pulang ke indo,you know our parents want you to come home" ucap Claudia pelan


"No, they are not my parents"


"Kenzo--"


"Please,kakak tau aku gak mau bahas mereka lagi,bukannya malam sebelum keberangkatan kakak kita udah omongi"


Claudia menghela nafas kasar,kalau saja bukan karna keluarganya memelihara 'boneka Anabelle' pasti saat ini mereka akan bercengkram hangat dan Kenzo tak akan pergi dari rumah


"Baiklah,kakak tutup dulu ya soalnya udah sampe"


"Oke,good bye"


"Too"


Tut Tut


Claudia pun turun dari taxi dan membayar ongkosnya,dia tak membawa apa pun kecuali sling bag nya yang hanya berisi heandphone,dompet,dan liptint.Toh nanti bisa di beli kalau perlu sesuatu


Claudia langsung masuk ke dalam rumah,di sana dia mendengar gelak tawa yang sangat membahana


'Besar amat tawanya lebih lebih dari toa' sindir Claudia dalam hati di sertai dengusan malas,dia memang tak mengabari 'keluarga tercintanya' soal kepulangannya


"Sayang ini beneran kamu,kok gak kasih tau mama sih bakal pulang?,terus kamu naik apa ke sini?gimana keadaan kamu?"


"Untuk jawaban pertama,ini suprise buat kalian dan ke dua aku naik taxi,lalu yang ke tiga seperti yang mama lihat" jawab Claudia membalas pelukan hangat mamanya,Lizaya Emerald


"Kemari lah putri kecil papa,papa juga merindukkan mu" Claudia pun langsung memeluk papanya


"Kamu suka sekali bikin orang kaget,hmm?"tanya papa Claudia,Prans prayoto Emerald


"Sorry Dad"balas Claudia sambil nyengir kuda lalu pandangannga beralih ke arah kedua kakaknya dan....'boneka anabelle' kesayangan keluarga Emerald


"Dasar" kakak pertama Claudia,Hansa Adipati Emerald menoyor kepala adiknya pelan


"Aduuuhh,sakit banget" ringgis Claudia pura pura sakit


"Kau menyakiti adik ku kak" ujar kakak ke dua Claudia,Putra Langit Emerald mendorong Hansa menjauhi Claudia lalu mengelus dahi Claudia lembut


"Dia juga adik ku kalau kau lupa" Langit hanya mendengus sedangkan Claudia terkekeh,ah dia rindu suasana ini


"Claudia apa kabar?" pertanyaan itu membuat perasaan Claudia anjlok seketika


"I'm fine"jawab Claudia malas


"Kamu jangan lagi gitu,pergi dari rumah mendadak pulang pun mendadak" ceramah boneka Annabelle,Cassy Emerald


"Emang lo siapa ngatur gue,badan badan gue rumah rumah gue keluarga keluarga gue kok situ yang sibuk"balas Claudia sengit


"Claudia"


"Apa mau belain?" tanya Claudia sinis ke arah Hansa


"Bukan gi--"


"Kalau bukan karna mama yang minta pulang gue sambil nangis nangis gue mah ogah sebelum tuh boneka Annabelle kalian pergi"


"Clau--"


"Seklai lagi belain dia gue angkat kaki dari rumah ini and gue keluar dari keluarga Emerald" ancam Claudia,dia tak main main lagi pun dia tak akan mati tanpa keluarga Emerald karna semua orang tau siapa Caludia Anatasya Emerald.


Bukan cuman anak yang lahir dari sendok emas tapi juga masa depan,dia memiliki perusahaan di mana mana dan sekarang perusahaannya berada di peringkat 5 dari seluruh dunia sedangkan keluarganya berada di peringkat 3


"Bu---"


"Udah gue capek" Claudia langsung pergi tanpa mendengar pembelaan yang akan di berikan papanya


Ceklek


Claudia membuka kamarnya dan memasuki ruangan tersebut yang tidak ada berubah,setidaknya setelah dia pergi boneka Annabelle tak menganggu kamarnya.Ia pun langsung menjatuhkan diri di kasur empuknya setelah melepas high heels


"Nyaman nya" lirih Claudia lalu dia pun terlelap


Tak lama setelah Claudia terlelap mama Liza masuk ke dalam kamar Claudia yang tak terkunci lalu mengeleng kepalanya pelan melihat Claudia tidur tanpa menganti pakaiannya.Beliau pun menaruh high heels Caudia di tempat yang telah di sediakan untuk koleksi sepatu Caludia.Lalu mengecup pelan dahi Claudia


"Selamat tidur sayang" mama Liza pun pergi dan menutup pintu perlahan