
Selang beberapa menit setelah kejadian di depan pintu kelas. Jason, Sesil dan Nora yang sedang menunggu Claudia merasa ia terlalu lama menghampiri mereka di kantin.
"Claudia lama amat ya." Ucap Nora memulai percakapan ada kedua temannya.
"Iya nii,, Peyut incess udah kerucuk kerucuk pengen maaeeemm..." Sahut Sesil manja.
"Itu urusan nanti, balik aja dulu. Siapa tau tu anak kenapa-kenapa lagi di kelas. " Timpal Jason.
"Bener juga kata lo." Ujar Nor merespon ucapan Jason.
"iihh,,, peyut gue gimana? " Tanya Sesil dengan centil pada kedua temannya itu.
Jason menatap malas Sesil yang bertingkah centil seperti anak kecil.
"Yaudah pesen sana, gue mau balik aja ke kelas! " Ucapnya sambil berdiri beranjak meninggalkan kantin.
"Gue juga deh." Timpal Nora, mengikuti ucapan Jason.
"Sebel bangettttt.... Yaudah deh iya,, gue juga ikut." Sahut Sesil pasrah mengikuti kedua temannya itu, berjalan meninggalkan kantin.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas menghampiri Claudia yang sedari tadi di tunggu kehadirannya. Di koridor kelas mereka bertiga masih bertanya-tanya mengapa Claudia lama sekali ke kantin menyusul mereka.
"Gue masih penasaran, Ngapa Claudia lama amat." Ucap Nora.
"Iya sii,, gue juga. Kalo si dakocan itu berani ganggu Claunya gue, habis dia gue maki-maki." Sahut Sesil geram.
"Berisik !!" Imbuh Jason yang sedang serius berjalan di koridor kelas.
Dari jauh mata Jason melirik ke pintu kelas mereka, terlihat sosok Claudia yang sedang berdiri disana. Badannya bersandar ke pintu kelas sehingga menampakkan dirinya yang menatap kosong keluar kelas. Melihat itu, Jason langsung berlari menuju kelasnya. Nora dan Sesil pun menjadi panik dan bingung mengetahui reaksi Jason yang lari secara tiba-tiba.
"Jes, kenapa? " Tanya Nora mengejar Jason yang trngah berlari itu.
"iih,, kenapa si gais? Buat panik aja deh. " Sahut Sesil yang juga ikut berlari.
Jason tak menjawab pertanyaan mereka berdua. Dia fokus berlari menuju ruang kelas untuk melihat langsung kondisi Claudia saat itu.
Sesampainya di depan pintu kelas. Tampak Nora dan Sesil kehabisan nafas akibat berlari mengikuti Jason. Mereka berdua mengatur nafas masing-masing.
"Gilaa,,,, capek bangett !!!" Ucap Sesil setelah sampai di depan pintu kelas mereka sambil mengatur nafasnya.
Nora tampak menarik nafas pelan, menetralisir dirinya. Jason melihat Claudia yang berdiri di depan pintu itu khawatir, ia ingin memegang wajah Claudia namun gengsi di depan dua temannya. Sontak Nora yang nafasnya sudah normal kembali terkejut melihat Claudia yang mematung di depan pintu. Dihampiri temannya tersebut sambil memegang kedua lengannya dan sedikit menggoyangkannya.
"Clau, hei.. Clau.. " Panggil Nora pada Claudia, Namun Claudia tetap diam.
Pandangannya kosong dan tubuhnya tak merespon goncangan Nora, persis seperti patung. Sesil yang melihat hal itu pun khawatir dan mendekati Nora yang berusaha menyadarkan lamunan Claudia. Nora sedikit menyingkir dari hadapan Claudia agar Sesil bisa membantu menyadarkannya.
"Clau !!!" Panggil Sesil sedikit keras sambil terus menepuk pipi Claudia dengan kedua tangannya.
"Heii,, Clau!!! " Panggil nora dan Sesil bersamaan.
Claudia tersentak dari lamunannya dan melihat mereka bertiga yang sedang berdiri menatapnya khawatir. Claudia sedikit melirik ke arah wajah Jason yang sangat khawatir. Claudia menarik nafas pelan, ia juga tak tahu apa yang baru saja terjadi padanya. Yang Claudia ingat hanya Riana melabraknya dan mendorongnya hingga ia terhempas ke pintu kelas.
"Clau, lo gak kenapa-kenapa kan? " Tanya Nora khawatir.
"Gadis cantik jangan melamun dong sayang, kenapa? ada yang ganggu lo ya? " Imbuh Sesil.
Claudia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan teman-temannya itu. Kepalanya sedikit sakit dan tiba-tiba saja pandangannya gelap. Claudia tak sadarkan diri. Tubuhnya jatuh di pelukan Jason yang dengan sigap langsung berdiri di hadapannya.
Tubuh Nora dan Sesil bergeser saat Jason dengan tiba-tiba menerobos mereka yang sedang mengajukan pertanyaan pada Claudia. Dengan sigap Jason menggendong Claudia dan membawanya ke UKS, diikuti Nora dan Sesil.
Sesampainya di UKS, Jason merebahkan tubuh Claudia di ranjang yang terdapat dalam ruangan tersebut. Dokter datan menghampiri Claudia dan mulai memeriksanya. Dokter yang melihat keadaan Claudia itu menggelengkan kepala.
"Ulah Riana lagi? "Tanya dokter menoleh dan menatap ke arah mereka bertiga.
"Kita gak tau dok, yang jelas ni temen kita tiba-tiba pingsan setelah sadar dari lamunannya." Jawab Jason pada dokter tersebut.
"Saya lihat, anak ini memiliki trauma yang berat sehingga membuat dia sering pingsan dan lemah seperti ini." Jelas dokter tersebut.
"Oh, begitu ya dok." Jawab Nora
"Iya, jadi kalian sebagai temannya harus memperhatikan dia, jangan sampai dia melamun seperti tadi !" Tegas dokter
"Baik dok kami akan jaga teman kami ini." Jawab Jason dengan semangat, seperti sedang berjanji pada seorang ayah untuk menjaga sang kekasih.
Dokter kembali ke tempatnya semula. Mereka bertiga mendekat ke ranjang Claudia. Jason menatap intens Claudia yang tengah berbaring tak sadarkan diri.
"Berikan ini pada temanmu itu jika dia seperti ini lagi dan ingatkan padanya jangan melamun." Perintah dokter tersebut sambil memberikan sebungkus kecil tablet obat berwarna putih pada Jason. Jason menerima obat tersebut dari dokter.
"Terimakasih dok." Ucapnya.
"Sama-sama. Saya mau keluar dulu, kalian jaga teman kalian itu! " Jawab dokter tersebut dan pergi meninggalkan ruang UKS.
"Ebuseeett,,, roman romannya ada yang lagi jatuh cinta ni." Ledek Nora sembari memainkan mata ke arah Sesil, memberi kode pada Sesil untuk melihat Jason yang mengkhawatirkan Claudia.
Saat itu Jason masih belum sepenuhnya sadar jika dia sedang di ledek oleh temannya itu. Sesil mengerti maksud Nora dan langsung menoleh kearah Jason yang masih asik memperhatikan wajah Claudia.
"Aaaciie cieee... Ululululululuuuu.... Jason lagi jatuh cinta ni yee.. " Ledek Sesil dengan suara kuat menyadarkan Jason.
"Apasi lo pada kaya bocah. " Ucapnya pura-pura cuek agar tak terlihat malu. Padahal saat itu Jason sangat malu sekali, dirinya ketahuan menatal Claudia tanpa henti.
"Aaaaa... untuk pertama kalinya dalam hidup gue, gue liat lo itu peduli parah sama cewek Jes." Ujar Nora terus meledek Jason.
Jason sedikit salah tingkah, tak tahan mendengar ledekkan kedua temannya.
"Jujur ae kali Jes, gak usah mayu mayu gitu aah.. " Sahut Sesil dengan gaya centil dan omongan yang dibuat manja.
"Serah lu deh mau ngomong apa." Ucap Jason meninggalkan mereka berdua disana.