CLAUDIA

CLAUDIA
Awal Yang Di Mulai



"Tadi aku liat nyonya berantem lagi sama tuan"


"Yang bener?"


"Gak percayaan kamu,aku tadi liat sendiri tuan nampar nyonya lho"


"Serius?Gila kenapa keluarga cemara ini bakan jadi neraka ya?"


"Sepertinya papa gue terlalu memanjakan orang rendahan seperti kalian,perlu gue esekusi kalian"


Mendengar suara penuh penekanan tersebut membuat ke-tiga pembantu yang sedang sibuk mengosip langsung gelagapan


"Tuan muda pertama kami gak maksud bicara sembarangan" elak salah satu pelayan paling muda


Hansa menaikkan alisnya dan menyungingkan senyum sinis,lalu menatap ke-tiga pelayan dengan pandangan penuh hina


"Tidak tau malu,sudah salah tapi tak ngaku" ucap seseorang dengan muka datar,Claudia


Claudia melangkah mendekati kulkas lalu mengambil air dingin dan meminumnya dengan mata tak lepas dari ke tiga pembantu itu


Ke tiga pembantu itu saling lirik melirik dan sengol menyenggol sedangkan Hansa hanya diam melihat Claudia.Tanpa di duga Claudia membanting botol minum kaca tersebut di depan ke tiga pembantu,bukan sekali tapi enam kali.


Mereka langsung terdiam dan menatap nanar botol kaca yang pecah,bukan maksudnya mengkhawatirkan botolnya tapi itu menambah beban dan kaki mereka terluka karena terkena kaca yang terbanting


"Bersihkan sialan" desis Claudia


Ke tiga pembantu itu mau tak mau membersihkan kaca yang berhamburan dan menahan luka goresan di kaki mereka bahkan tanggan yang tak sengaja di tergores.Ingin melawan?Mereka tentu takut,jangankan melawan meringgis kesakitan saja mereka tak berani


"Besok bereskan pakaian kalian dan angkat kaki dari rumah ini"


Ke tiga pembantu itu langsung sujud dan meminta maaf dan memohon agar tidak di pecat tapi Claudia cuek saja dan menarik tanggan Hansa


"Baru pulang kak?" tanya Claudia saat keluar dari dapur,dia melirik arjolinya jam 17.00 sore


Cukup awal Hansa pulang dan tentu itu membuat Claudia heran bukannya masa kuliah sangat berat karena tugas menumpuk bukan?Tapi saat dia baru tinggal beberapa hari,Claudia melihat Hansa selalu ada saat makan malam


"Iya" balas Hansa singkat


Sebenarnya saat ini Hansa tak mood karena mendengar gosip dari ke tiga pembantu yang sangat tak tak malu,membicarakan majikan sendiri itu sangatlah memalukkan


"Gak usah di dengar gak ada faedahnya juga kak,jadi santai aja"


Hansa tersenyum tipis mendengar Claudia yang seperti menghiburnya,dia tak terlalu peduli akan gosip orang tapi masalahnya apa benar papanya menampar mama.Kalau itu terjadi Hansa tanpa ba bi bu akan menghajar papanya karena baginya mamanya adalah segala bagi dirinya


Karena mamanya lah dia masih bertahan di rumah ini yang tak bisa dia sembut sebagai rumah untuknya kembali.Memang secara kasat mata rumah ini rumah tempat dia pulang setelah beraktifitas di luar tapi tanpa semua tau Hansa menderita.Menderita karena terlahir dari benih pria berengsek yang selalu dia sebut papa


.


.


.


.


"Kak"


Hansa mengerjapkan matanya saat lamunannya buyar,dia melihat gadis id sebelahnya yang menatapnya aneh.Bagaimana tidak aneh saat Claudia masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan Hansa,Hansa hanya bengong


Dan saat Claudia keluar dari kamar habis mandi tau taunya Hansa masih bengong di depan pintu kamarnya tentu hal itu menimbulkan tanda tanya?


"Kakak ngapain bengong di depan pintu,tuh pintu gak bakalan geser berapa lama pun kakak bengong"


Mendengar ucapan Claudia,Hansa hanya nyengir.Dia terlalu larut dalam lamunannya dan malah melakukan hal aneh di depan adeknya


"Yaudah kakak mau mandi duluh ya dek" ucap Hansa yang langsung ngacir ke kamarnya karena menahan malu


Sedangkan Claudia yang melihatnya hanya mengeleng kepala dan tertawa geli,ada ada saja kelakuan kakaknya ini