
"Woy!!! " Jerit Jason saat mengetahui Nora melamun.
Nora tersentak kaget, matanya berkedip tak menentu.
"Apasi lo!! " Sahutnya sewot.
Jason menaikkan sebelah alisnya, "Lo yang kenapa, di ajak ngobrol malah ngelamun. Ngelamunin apa lo? "
Nora gelagapan, kepalanya menggeleng mendengar pertanyaan Jason.
"Enggak, gue gak ngelamun. Lo aja yang halu kale!! "
"Etdah ni bocah, jelas-jelas lo yang ngelamun. Jangan-jangan lo mikir gue jatuh cinta sama lo ya? " Tanya Jason, spontan membuat hati Nora terasa teriris.
Apakah Nora juga jatuh cinta pada Jason?? (Author juga gatau bestie,, wkwk)
Nora langsung menjawab pertanyaan Jason dengan cepat, "Enggak, enak aja. Kepedean lo !! Lagian, lo jatuh cinta sama siapa si Jes? " Timpalnya dengan pertanyaan, mengalihkan pembicaraan mereka sebelumnya.
Jason menyuap sesendok bakso yang berada di atas mie ayamnya menjadi toping paling favorite para insan bumi pertiwi. Mendengar pertanyaan yang di lemparkan Nora padanya, Jason tersedak. Sesaat kemudian Jason meminum jus jeruk miliknya, menetralkan situasi.
"Santai dong, makannya. Sampe kesedek gitu!!' Ujar Nora kaget melihat respon Jason.
"Claudia." Jawab Jason singkat.
Nora membelalakkan matanya tak percaya. Dugaan dirinya dan Sesil benar, Jason jatuh cinta pada Claudia. Cewek yang baru menjadi teman mereka mampu meluluh lantahkan hati Jason yang teramat cuek.
Nora menelan salivanya, pelan-pelan ia mencoba menjawab pernyataan Jason agar tidak gugup.
"Jadi bener kan dugaan gue sama Sesil, kalo. lo itu suka sama Clau !!" Suasana seketika menjadi rileks kembali.
Nora berusaha menepis perasaannya barusan. Nora merasa seperti cemburu dan sakit hati mendengar pernyataan Jason. Namun, lagi-lagi dia teringat akan janji yang telah mereka buat untuk tidak saling mencintai satu sama lain dan akan terus menjadi sahabat sejati. Nora juga tak mau merusak dan menghancurkan persahabatan barunya dengan Claudia.
"Hmm... bisa dibilang gitu." Sahut Jason sambil menyantap mie ayam miliknya.
Nora berdiam diri tak merespon. Dirinya melamun, pandangannya kosong.
Jason menyadari hal itu, kemudian dengan lantang Jason berkata : "Makan raaa !! keburu dingin gak enak nanti, lo mau nanti ketahuan guru terus lo gak sempet makan mie ayam ini. hangus sia-sia uang saku lo!! mending untuk Cila sama Fatur !!"
Panjang kali lebar Jason berbicara, namun tak kunjung ada respon dari Nora. Dia terus saja terdiam membisu dengan pandangan yang lurus kedepan. Tangannya memegang sendok yang sedari tadi berada di atas mangkuk mie ayam tanpa sedikitpun terangkat, dimakan olehnya.
Tak ada cara lain, akhirnya Jason duduk di sebelah Nora dan memukul pundak sahabatnya itu.
Buught...
Nora tersentak sadar dan langsung menoleh ke arah Jason. Mata mereka berdua saling bertemu pandang. Jantung Nora berdegup kencang, entah kenapa rasanya lain sekali hingga ia ingin pingsan saat itu juga. Nora yang tersadar, akhirnya memalingkan wajahnya dari Jason.
"Lo kenapa si raa? haa!!? heran gue." Seru Jason yang bingung melihat perubahan sikap Nora secara tiba-tiba.
"Enggak, gue gak kenapa-napa kok. Gue ke kelas duluan ya Jes. Mie ayam gue habisin aja!! " Ucapnya sedikit gagap.
Jason melongo melihat sikap aneh Nora. Jason masih tak percaya sahabatnya berlaku demikian, yang Jason tahu Nora tak pernah membuang makanan sekalipun makanan itu tak enak. Nora biasanya akan menghabiskan makanannya terlebih dahulu, setelah itu kembali ke kelas bukan meninggalkan makanan yang sama sekali belum di makan dan malah memberikannya pada Jason. Jason terus menatap Nora yang berjalan ke arah stand pak Joko.
"Pak, ini uangnya ya!!" Ucap Nora sambil. meletakkan uang di atas meja di stand pak Joko.
"Yo mbak Nora, makasih banyak." Sahut pak Joko dengan senyum sumringah, berjalan. mengambil uang yang berada di atas meja tadi.
"Oh, ya mbak. Silahkan!! " Jawab pak Joko.
Nora meninggalkan Jason yang terdiam sambil mengerutkan alisnya, bingung melihat tingkah aneh Nora.
Pak Joko melihat raut wajah Jason yang tampak bingung dan mulutnya yang masih melongo merasa sedikit lucu. Pak Joko tertawa kecil sambil berkata pelan, "Dasar anak muda, cinta monyet!!".
"hhh.... Lo kenapa si raa.." Gumamnya sambil menghela nafas panjang, tak mengerti tentang sikap sahabatnya itu.
Jason melihat kepergian Nora yang semakin jauh darinya. Otaknya masih belum bisa mencerna kejadin yang sangat tiba-tiba ini.
"Harusnya gue gak usah ceritain ini sama dia. Kalo tahu gini, mending gue gila aja sekalian. Ah, jadi gak selera makan gue!! " Racaunya sambil menghentakkan sendok ke atas meja.
Pak Joko berjalan menghampiri Jason.
"Udah mas, gakusah di fikirin. Perempuan kalo ngambek gak lama kok!! mas Jason tenang aja, kalo kata mbak Nora sans ae lah!! hehehe... " Ujar pak Joko, dia menerka mereka berdua sedang berpacaran dan berselisih paham sehingga bertengkar.
"Eh, pak Joko. hehhe... iya pak, tau tu si Nora tiba-tiba ngambek." Sahut Jason.
"Hehehe... biasa mas, namanya juga cinta monyet !! berantem-berantem dikit gak masalah lah, ntar juga baikan lagi. Ya toh?! "
Ucapan pak Joko itu membuat Jason menepuk jidatnya. Jason tak habis fikir pak Joko bisa mengira dirinya sedang berpacaran dengan Nora. Jason menatap pak Joko bingung, bibirnya menyunggingkan senyum pasrah dengan tatapan lugu pada pak Joko.
"Loh kenopo toh mas, kok di pukul jidat e? sakit iku loh, ganteng-ganteng kok tukang pukul si mas, mas!!" Ujar pak Joko kebingungan dibarengi ujaran cerewetnya. Pak Joko memang seoeang pria, namun ia juga terkenal cerewet di kantin sekolah.
"Pak, gini ya pak!!" Ujarnya berusaha memberitahu kepada pak Joko apa yang sebenarnya terjadi. Jason menggaruk kepalanya, bingung dan malu harus menjelaskannya ada pak Joko.
"Opo toh mas? mas nya mau bilang, mas itu serius sayang sama mbak Nora? " Tanya pak Joko yang sepertinya sudah sangat berpengalaman tentang kasus percintaan anak ABG.
Jason menggelengkan kepalanya, menyangkal ucapan pak Joko.
"Gini pak, saya sama Nora itu sahabatan."
Belum lagi Jason siap menjelaskan, pak Joko sudah menyambung ucapannya.
"Lah, terus pasti antara mbak Nora atau mas Jason suka kan? iya toh?!" Timpal pak Joko.
"Bukan gitu pak !! kita berdua gak ada perasaan apa-apa." Jawabnya
"Lah terus kenapa mbak Nora ngambek? " Tanya pak Joko sedikit kepo.
"Itu dia, saya yang gak tau pak!!" Ujarnya bingung.
"Coba cerita sik sama bapak, sopo tau kan bapak iso bantu mas Jason. "Tutur pak Joko memberi ide.
Lagi-lagi Jason menarik nafas panjang, ia mencoba untuk jujur saja kepada pak Joko agar dirinya tahu apa yang sebenarnya membuat Nora berubah tiba-tiba seperti itu.
"Gini pak. Tadi saya curhat sama Nora, kalo saya suka sama temen sekelas. Terus entah kenapa, tiba-tiba dia jadi diemin saya pak." Ujar Jason.
"Oalah dalah mas Jason iki polos tenan yo, opo ora pernah pacaran mas? opo ora pernah suka sama cewek lain selain yang ini? " Tanya pak Joko.
Jason menjawab malu-malu, " Enggak pak, saya gak pernah pacaran dan gak pernah suka sama cewek lain selain ini."
"Hahaha... oalah, bandelnya telat kamu mas. Kurang seruu !! hehehe.... Tapi yo baguslah ora pernah pacaran." Pak Joko bukan memberikan jawaban justru malah menertawakan Jason karena belum pernah pacaran.