
Claudia masuk dan mulai menyusuri tiap sudut perpustakaan, namun dia sama sekali tak menemukan Nora. Lama dia berada di dalam, entah sudah berapa menit Claudia pun tak tahu. Meski perpustakaan tersebut dilengkapi AC namun tetap saja rasa lelah itu bersarang di tubuhnya.
"Kamu dimana si raaa.." Keluhnya sambil menarik nafas lelah.
Perpustakaan itu sungguh luas, jelas saja jika Claudia merasa lelah. Kepalanya mendongak ke lantai atas, matanya menyusuri anak tangga. Untuk kesekian kalinya ia menghembuskan nafas lelah.
"Kayanya harus naik ni!! Riana kan pernah juga pingsan di atas!! Wah gak bener ni, perasaan aku kok jadi gak enak ya?!" Claudia berjalan ke arah anak tangga.
Sesaat kemudian dia berhenti....
"Eh, ini udh berapa menit?!" Dilirik jam tangannya.
"Astaga, udah hampir 15 menit lagi!!! Harus buruan ini, kalo gak nanti aku yang dikunci sama bapak cantik itu!! Aduuh ngomong sendiri jawab sendiri lagi. Clau, Clau." Racaunya sendiri dengan rasa panik sambil menepuk jidatnya.
Akhirnya Claudia memutuskan ke lantai atas, memastikan keberadaan Nora. Claudia teringat Riana yang pingsan di lantai atas. Dengan buru-buru dan di kejar waktu Claudia naik ke lantai atas. Dia terpeleset saat menaiki anak tangga, lututnya sedikit memar dan sakit. Lantai anak tangga saat itu tengah licin, selesai di pel oleh sang penjaga perpustakaan sebelum menutupnya.
"Auhh...sssttt.... heran banget deh, gak pernah gak apes!! " Gumamnya kesal karena terpeleset di anak tangga.
"Sial mulu deh perasaan !!! Nora, kamu dimana si?" Ucapnya lagi sedikit merengek.
Mendengar suara Claudia, sontak Nora berdiri dan berlari ke arah sumber suara. Matanya terbelalak mengetahui temannya itu terpeleset dan memar di lututnya. Nora berlari mendekati Claudia. Mendengar langkah kaki seseorang Claudia menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Matanya berbinar, "Noraa..." Panggil Claudia.
Claudia berdiri menahan sakit dan langsung memeluk Nora yang menghampirinya.
"Ya ampun, lo kenapa Clau? ngapain coba lo disini?!"
"Hehe... gak kenapa-napa kok, amanlah. Tapi harusnya aku yang nanya itu ke kamu ra !! Kamu ngapain disini, ini udah jam pulang loh! " Nora berdengus kesal.
"Hehe... Iya, sorry ya jadi ngerepotin lo nyari-nyari gue. Gue lagi asik aja baca komik tadi". Ujarnya sambil menggaruk-garuk kepalanya, berbohong pada Claudia.
"Kamu beneran gak kenapa-napa kan ra? Kami semua khawatir loh, Jason juga tau, dia panik karena kamu ngilang gitu aja!! padahal kan awalnya kamu sama dia" Sahut Claudia, ia mengucapkan nama Jason.
Seketika Nora menjadi teringat kembali dengan Jason. Nora diam membisu, bersamaan dengan itu Claudia pun teringat sesuatu.
"Eh, ya ampuuuun!! Ayo ra, kita harus cepetan keluar dari sini!! "
"Eh, eh iya. Pelan-pelan Clau, kaki lo memar gitu !!"
"Udah gak apa-apa, gak usah terlalu di fikirin !!" Sahutnya enteng.
Claudia dan Nora menuruni anak tangga.
Di pertengahan jalan Nora bertanya pada Claudia, "Kenapa buru-buru sih?!"
"Soalnya nanti kita di kunci berdua disini ra!! "
"Haa!!! Dikunci sama siapa??"
"Sama bapak cantik!! udah ah ayok!! " Ucapnya buru-buru keluar perpustakaan.
"Haa??! Bapak Cantik?!! Emang ada ya? " Ucap Nora berfikir keras. Bapak cantik yang dimaksud itu siapa.
Di luar perpustakaan...
"Lama amat yak!! Apa tidur tu anak? Aduuh,, buat repot ekeh aja deh, kalo gini rempong kan jadinya!!" Omelnya dari balik pintu perpustakaan menunggu Claudia keluar.
Penjaga tersebut mondar mandir di depan pintu. Ia bertingkah tak karuan seperti cacing kepanasan.
"Aduuh, aduuh panas banget siih!!" Racau pak Ucup kepanasan sambil mengibas-ibaskan tangannya di hadapan wajahnya yang sudah basah oleh keringatnya sendiri.
Sesaat kemudian....
Pak Ucup menoleh ke arah perpustakaan, ia melihat Claudia dan Nora tengah tergesah-gesah.
"Nah tu dia tuh bocah!! " Ujarnya sambil menunjuk ke arah Claudia dan Nora yang tengah berlari kecil mendekatinya.
"Aduuh, maaf banget ya pak!! Maaf banget, tadi saya jatuh di tangga makanya lama. Tuh, liat aja deh lutut saya jadi memar." Rengek Claudia di hadapan penjaga perpustakaan tersebut.
Wajah penjaga yang tadinya marah pun berubah iba melihat lutut Claudia yang memar. Mulutnya manyun tanda sedih menatap Claudia.
"Aaaaaawww.... pasti cakit banget ya? kacian banget sih kamu!!" Ucapnya sambil melebarkan tangannya, badannya maju ke arah Claudia ingin memeluknya.
"Eh, eh, eh pak ucup!! jangan ngadi-ngadi deh, pengen meluk segala." Cegah Nora menghadang penjaga tersebut memeluk Claudia.
Claudia hanya tersenyum melihat tingkah penjaga perpustakaan yang centil itu. Penjaga perpustakaan tersebut bernama Ucup. Pak Ucup kaget menyadari kehadiran Nora. Sedari tadi dirinya hnya terfokus pada Claudia, sama sekali tidak menyadari adanya Nora disana.
"Eeh,, ada si boy!! kapan dateng boy?" Sahut pak Ucup dengan gaya centilnya.
"Eeeh,, pak Ucup mau ngeles aja!! Jangan ngadi-ngadi lagi deh pak Ucup, meluk temen saya segala. Saya udah dari tadi disini, gimana sih pak !!" Ucap Nora kesal.
"Hehehe... Ya maaf boy, lagian temen kamu ini kan cakit pasti butuh peyukan dong!! Ah, masa gitu aja gak tau kamu boy, boy." Sahut pak Ucup.
"Serah bapak ae dah pak."
"Hehehe... kok si boy sih? " Tawa kecil Claudia sambil bertanya kepada mereka berdua.
"Biasalah Clau, orang-orang di sekolah ini manggil gue si boy. Yah lo tau sendiri kan gaya gue gimana?" Sahut Nora.
Claudia memandangi penampilan temannya hang urak-urakan tersebut, ia mengangguk mengerti.
"Hmm. iya juga sih. Tapi gak harus su boy juga lah, hehehe..."
"Auh ah Clau, serah mereka aja yang penting happy. hehehe...."
"Hmm.. iya-iya bener kamu!!" Sahut Claudia menyetujui ucapan Nora.
"Yaudah deh, kalo gitu saya mau kunci pintu perpus dulu ya cewek-cewek manja!! eh, kamu si boy deng. Sorry ekeh lupa, hehehe... " Ujar pak Ucup sambil berjalan menutup pintu perpustakaan dan menguncinya.
"Ah bapak kebanyakan ngomong ni, nutup pintu aja ribet amat pak Ucup!!" Omel Nora.
Claudia tertawa, " Biarin aja lah ra, yang penting happy kan? " Ujar Claudia meledek Nora.
Suasana hati Nora berubah jadi riang kembali setelah bertemu bapak cantik yang di maksud oleh temannya, Claudia. Nora melirik Claudia yang tampak senang dengan kehadiran pak Ucup. Ternyata ketemu bapak cantik bisa merubah mood seseorang.
"Eh, lo udah bisa ngeledekin gue ni sekarang?" Ujar Nora.
"Hehe,, viss damai, damai." Claudia menunjukkan dua jarinya, menyerah pada Nora.
"hahaha,, Cemen lo!!"
"Kalian berisik banget yaa!! Rempong juga ternyata." Ujar pak Ucup membuat Claudia terkekeh kecil.