CLAUDIA

CLAUDIA
Kembali Bertengkar



Claudia keluar dari perusahaan C 2 group,dengan mudah dia mengambil alih perusahaan karena memang perusahaan ini atas namanya.Bahkan papa Prans. Yang sempat menolak Claudia untuk mengeserkan jabatannya akhirnya menurut.


Calaudia melirik jam tanggannya, pukul 17.57.Dia harus segera pulang dan makan malam,dari tadi mama Liza sibuk menyepam dengan telpon yang tak henti henti lengkap dengan pesan berderet deret bagai kereta api


.


.


.


"Claudia cepat mandi kita akan makan malam" perintah mama Liza saat anak gadisnya baru sampai


"Yes mam" balas Claudia singkat segera dia mandi dan tak butuh lama dia menyelesaikan acaranya mandinya


"Claudia kau pulang saat matahari terbenam,apa kau tidak malu?" sindir Cassy


"Gue kerja cari uang buat biaya hidup gue bukan kayak lo numpang hidup tapi gak tau diri" balas Claudia tak kala pedas,Caasy mengenggam ke dua tangganya erat dan menatap Claudia polos


"Maksud kamu apa?Aku gak ngerti,lagi pun aku kan cuman mau nasehati kamu" ucap Cassy,matanya tampak berkaca kaca


"Claudia kamu jangan keterlaluan,minta maaf sekarang!" sentak papa Prans


"Bagus banget pa,belain aja terus tuh anak punggut anak nya sendiri di caci maki" ucap Claudia malas,dia mengambil makanannya dan langsung melahapnya


"Udah lah pa,lagian Cassy yang gak bisa jaga mulutnya di depan Claudia" bela mama Liza


"Kamu jangan majain dia Liza" ketus papa Prans


"Udah pa,emang Cassy yang salah" lirih Cassy sambil mengelus punggung tanggan papa Prans


"No,Claudia yang salah dia harus minta maaf" ucap papa Prans lembut pada Cassy


"Clau---"


Praaak


Keadaan langsung menghening saat Claudia membanting piring yang berisi makanannya,Claudia menatap papanya kesal.


Claudia menghela nafasnya dan duduk kembali,dia langsung mengangkap telponnya tak lupa di loud speker


"Hello sweet sister Claudia"


Sapaan di ponsel Claudia membuat semua menegang dan marasa..rindu,itu suara kenzo itu lah kata yang telintas dalam benak semua orang minus Claudia


"Kenzo apa kau tak berniat pulang?"tanya Claudia tanpa membalas sapaan Kenzo


"What's wrong? Why suddenly ask?"


"Jawab Kenzo" desak Claudia,tampak terjeda keheningan


"Kau tau jawabannya bukan" lirih Kenzo


"Aku ingin kembali mendengarnya agar aku yakin apa yang harus ku lakukan" ucap Claudia menatap sinis Cassy


"Kau tau bukan,aku tak ingin kembali ke sana karen aku bukan bagian dari keluarga tuan Prans dan nyonya Liza sejak mereka memilih untuk percaya pada ****** itu"


Claudia tersenyum miring mendengar ucapan Kenzo,semua orang di ruang makan tersentak tapi mereka memilih diam hanya saja mama Liza yang langsung menangis


"Kau menangis?" tanya Kenzo saat mendengar seseorang terisak


"Mama yang menangis menyesali perbuatannya"jawab Claudia


"****,kau membuat ku kesal bukannya kau tau aku membenci mereka,jangan angkat telpon ku bila ada salah satu dari mereka"


Tut Tut


"Kau tau pa,tiga anak mu membenci mu dan tidak berniat memaafkanmu jadi jangan coba coba mengajari ku untuk bisa meminta maaf pada putri kesayanganmu itu" ucap Claudia sinis lalu pergi ke kamar dan membanting pintu sekuat dia bisa agar mampu meluapkan emosi yang sedang di ubun ubun


"Pa,aku rasa kita harus berbicara" ucap mama Liza saat sudah tenang lalu dia pergi ke kamar di ikuti papa Prans


Hansa dan Langit kompak pergi dari ruang makan tanpa memperdulikan Cassy,Cassy mengepalkan tangganya lagi dan lagi dia di acuhkan tapi di sisi lain dia senang karena dia bisa melihat ada kerengangan dalam keluarga Emerald ini


"Aku pastikan kalian hancur" gumam Cassy pelan dan pergi berlalu ke kamar nya