CLAUDIA

CLAUDIA
Fakta Bersamaan



Keheningan menyelimuti ruangan CEO perusahaan C 2 group,Claudia tampak santai dengan wajah datar.Kaki kanan yang ada di atas kaki kiri miliknya,tangganya yang menyanggah dagunya.


"Papa bisa jelasin nak" ucap papa Prans gugup tapi tertutupi dengan wajah tenangnya yang tentu tak mempan untuk Claudia


"Hmm?"


Claudia tersenyum sinis dan menatap ke arah pria paru baya yang metodenya adalah papanya.


"Anda ingin bilang semua itu terjadi gara gara pesta ulang tahun putri kesayangan anda tahun lalu,membelanjakan berbagai barang mahal dan perhiasan mewah.Apa ada pikir ini perusahaan anda sendiri"


Papa Prans hanya diam saat mendengar pernyataan dari Claudia,karena semua itu tepat.


"Anda tidak menafkahi saya dan adik bungsu saya selama kami di AS,lalu mama saya bahkan memanjakan dirinya dari uang usaha butik yang di rintis dengan tante Gea.Kakak sulung saya menyekolahkan dirinya dengan beasiswa dan membuat usaha keci kecilan bahkan kakak ke dua saya yang masih SMA mengikuti balap liar untuk mencari uang.DAN ANDA DENGAN BODOHNYA MENGAMBIL UANG KEMBARAN SAYA UNTUK GADIS BRENGSEK ITU HA!!"


"Nak bu--"


"DIAM SIALAN!KALAU ANDA MEMANG TIDAK MENGANGGAP KAMI LEPASKAN KAMI"


"CLAUDIA!"


Papa Prans menatap tajam ke arah Claudia,dia merasa kalau ucapan Claudia sangat keterlaluan.Yang benar saja dia tak akan melapaskan keluarga kecilnya


"Kalian semua adalah orang yang berharga bagi papa jadi berhenti bersikap keterlaluan" tekan papa Prans


Mendengarnya bukan takut malah Claudia tertawa terbahak bahak,papa Prans yang melihat sangat tak senang.Saat ini dia sedang tak melakukan lelucon


"Berhenti bersikap kau mencinta kami" desis Claudia setelah tertawa


Claudia langsung membanting sebuah dokumen berserta foto foto yang kini berhamburan dan papa Prans hanya diam mematung


.


.


.


"Sketsa desain kamu bawa untung buat butik kita,banyak yang pesan untuk di buat baju khusus dengan kepintaran mengambar mu" balas Gea,teman mama Liza dengan bangga


Usaha yang mereka buat bersama sama berkembang dengan baik dan tentu hal itu menjadi suatu kebangaan bahkan banyak artis artis dan model yang memesan baju di sini tentu dengan harga fantastis


"Bisa aja kamu" ucap mama Liza dengan kekehannya


"Masih tuh suami kamu gak nafkahi?" tanya Gea


Dia memang tau apa yang terjadi dengan rumah tangga temannya karena mama Liza selalu curhat


"Ya gitulah,bahkan sekarang kami hidup dengan penghasilan masing masing kecuali soal makanan dan pembantu masih dia yang bayar"


Mama Liza menghela nafas lelah,entah kenapa rasanya berat menjalani rumah tangganya sekarang tapi untuk melepas sangat di sayangkan bukan?Mereka berjuang saat semasa kuliah jadi pahit kalau semua berakhir begitu saja


"Kamu gak niat cerai?" tanya Gea pelan


"Sempet ke pikir apalagi anak anak mulai udah bisa menata hidup sendiri bahkan si bungsu udah pintar cari uang dengan jadi heacker,aku juga gak tergantung lagi sama dia" balas mama Liza


Dia sangat ingat bagaimana laporan tentang semua aktivitas anak anaknya bahkan si bungsu,Kenzo.Sebenarnya sulit mencari tau tentang Kenzo tapi kedua orang tuanya yang tinggal bersama Kenzo memberitahu aktivitas si bungsu


Miris rasanya melihat anak anaknya tumbuh menjadi dewasa sebelum waktunya,mungkin semua orang memuji semua anak anaknya yang pintar merawat diri bahkan dia pun akan melakukan hal itu pada anak orang lain.Tapi masalahnya ini anaknya,bukannya bangga dia malah sedih


"So,apa yang jadi pencegah kamu?" tanya Gea heran


"Clausia"


Gea mengwyitkan dahinya heran,Gea memang mengenal Clausia bahkan saat bayi itu masih bayi tapi bukannya Clausia sudah tenang di pelukan Tuhan?


"Aku cuman nunggu Claudia tau tentang kematian Clausia" jelas mama Liza datar


Dia sangat tau apa yang terjadi di rumahnya bahkan semuanya sangat terekam di memorie otaknya,bahkan kematian Clausia yang saat ini di cari titik terangnya.Mama Liza tak berniat memberi tau sebelum anaknya bertanya karena ancaman dari 'dia'.


Coba saja dia berani menentang dan bertindak egois,mama Liza ingin memberitau dunia putri kecilnya yang sudah meninggal bukan karena kecelakaan atau pun di dorong oleh Kenzo tapi,dia di bunuh tepat di matanya sendiri