CLAUDIA

CLAUDIA
CURHAT MASALAH HATI (1)



"Hehehe... Jadi, gue mau cerita ni ra." Ujarnya sedikit canggung pada Nora.


Jason yang biasanya terlihat cool dan cuek, tiba-tiba menjadi sosok yang amat perduli terutama pada perempuan yang baru saja dikenalnya.


"Okelah, duduk dulu kita." Ujar Nora


"Eh, kantin ae lah !!" Sambungnya lagi, mengajak Jason ke kantin sekolah.


"Wah, ide bagus tu !! Tau aja lo perut gue udah bunyi-bunyi dari tadi. " Sahut Jason.


Mereka pun berjalan menuju kantin. Sesampainya disana mereka langsung memesan menu makanan kepada pak Joko.


"Pak, Mie ayam dua mangkok sama es jeruknya dua juga ya! " Seru Jason, memperlihatkan dua jarinya ke arah pak Joko.


Mata Nora berbinar melihat menu makanan yang di tempel di steling pak Joko. Berbagai macam menu dan gambarnya terpajang disana. Rasanya Nora ingin melahap semua menu yang ada di stand pak Joko.


"Loh loh loh !! Eeh alah dalah, kok pada ke kantin mas Jason, mbak Nora?" Tanya pak Joko dengan nada ceplas ceplos dan sedikit bingung.


Pak Joko mengenal Jason dan Nora. Beliau bingung melihat mereka sedang berada di kantin saat jam pelajaran berlangsung. Nora sedikit tersentak mendengar ucapan pak Joko, lamunannya tentang makanan pun buyar seketika.


"Hehe.. Iya pak, kelas lagi kosong gak ada gurunya."


Nora bersikap malu-malu sambil terus mengelus perutnya yang sudah tak tahan menahan rasa lapar. Pak Joko memperhatikan tingkah Nora yang sedang mengelus perutnya. Pak Joko Menyipitkan matanya, berusaha menelaah maksud dari gerak gerik Nora dan Jason yang tampak malu-malu.


Seketika pak Joko menjentikkan jarinya, "Ooh, bapak ngerti iki. Jadi mas sama mbaknya ini lagi laper !! ngono toh? "


Jason dan Nora mengangguk sambil cengar cengir tak menentu. Mereka sedikit canggung karena ini masih jam pelajaran.


"Yowes sebentar yo, tak gawe sik pesenane! " Ucap pak Joko kepada mereka.


"Hehe,, siap pajok!! " Sahut Nora sembarangan.


"Eeh eeh, opo iku pajok? artine opo? " Tanya pak Joko heran mendengar ucapan Nora.


"Eh, itu pak, Anu... " Jawab Nora gugup.


"Anu opo? Anu sopo? " Tanya pak Joko lagi, dirinya berusaha sedikit bercanda agar Nora tidak gugup dan ketakutan begitu ditanya olehnya.


"Hmm,, ini pak. Maksudnya Pajok itu Pak Joko,pak!" Jawabnya sedikit ketakutan.


""Iya, pak Joko. Pinter lo ra kasih singkatan buat nama pak Joko!! " Timpal Jason.


Jason tertawa kecil melihat tingkah temannya yang gugup tak karuan. Nora melirik tajam ke arah Jason, ingin rasanya ia menjitak kepala sahabatnya itu.


"Diem lu! " Tegur Nora dengan suara berbisik sambil menyikut Jason. Jason hanya tersenyum tipis dan berdiam diri setelah di tegur.


Pak Joko manggut-manggut, mengerti.


"Oh, itu toh artine. Yowes, pajok gawe sek yo!! hehehe.. "


"Hehe.. Sip pak! " Sahut Nora.


"Kita duduk dulu ya pak." Ucap Jason.


"Siap!! " Sahut pak Joko.


Mereka pun duduk di kursi yang letaknya tak jauh dari stand pak Joko.


"Mau cerita apa lo? " Tanya Nora to the point.


"Gini ra !! " Sahutnya.


Nora sedikit mendekatkan wajah ada sahabatnya itu. Tampangnya serius sekali ingin mendengar cerita Jason. Nora penasaran hal apa yang mau di ceritakan padanya. Sampai-sampai Jason hanya menceritakan ini kepada dirinya.


"Aduuh,, gimana gue bilangnya ni raa !! Kayanya gue udah gila deh !" Sambung Jason tak karuan sambil mengacak-acak rambutnya.


"Pusing gue!! " Jawabnya santai.


"Serius Jes!!" Bentak Nora


"Oke, gue cerita ni. Gue rasa, gue jatuh cinta deh ra." Ucapnya memulai cerita.


"Hahahahahahahaha....." Nora tertawa lepas setelah mendengar pernyataan temannya itu.


Nora tak percaya Jason akan berkata demikian kepadanya. Yang Nora tahu sahabatnya itu sangat anti sekali dengan percintaan, terutama saat masih di bangku sekolah. Jason hanya mencintai almarhumah ibunya saja.


"Gue gak salah denger ni?" Tanya Nora yang masih terus cekikikan.


Jason hanya merespon dengan anggukkan kepala.


"Jatuh cinta?? Hahahahahah.... Gue rasa lo emang udah gila deh Jes!! " Sambungnya.


Jason diam dan mengangguk, kemudian berkata "Emang gue gila si !!"


Tanpa mereka sadari, pak Joko datang sambil membawa nampan berisi dua mangkok mie ayam dan es jeruk. Pak Joko meletakkan pesanan mereka di atas meja.


"Sopo sing gila mas? " Tanya pak Joko menimbrung pembicaraan mereka.


"Heheheh, gak ada pak." Sahut Jason malu.


Nora masih terkekeh, "Jason pak yang gila!!" Timpalnya


"Owalah,, eneng-eneng wae mbak Nora iki !!" Jawab pak Joko sambil menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil.


"Beneran pak, katanya Jason jatuh mmmmmm..." Belum siap Nora berkata, Jason langsung membekap mulut sahabatnya yng seperti ember bocor itu.


"Walah dalah,, ojo di bekep ngono mbak Nora e mas Jason, kasian loh !!"Sahut pak Joko yang melihat itu.


"Hehe.. iya pak!! Aman kok pak,Nora ini anaknya kuat pak !" Jawab Jason yang belum juga melepas bekapan tangannya dari mulut Nora.


Sekali lagi, pak Joko menggeleng melihat tingkah mereka berdua.


"Yowes, di makan dulu mas mbak pesenannya. Saya mau balik yo!! "Pak Joko berjalan meninggalkan mereka.


"Ya pak, makasih ya pak! " Jawab Jason.


"Yo mas, sami-sami. " Sahut pak Joko.


Jason melepaskan tangannya dari mulut Nora. Nora langsung menjitak kepala sahabatnya itu.


"Gila lo, !! Lo fikir gak sakit ?" Ucapnya geram ada Jason.


"Hehe,, abisnya mulut lo ember parah! "Sahutnya menyudutkan Nora.


"Bodoh amat, memang lo tadi bilang gitu kan. Lo jatuh cinta !! gak salah gue lah." Jelasnya.


"Iya, tapi biar ini jadi rahasia kita berdua aja ra !! " Ucapnya.


Jason memegang kedua tangan Nora.


"Cuma lo yang bisa gue percaya ra ! cuma sama lo gue bisa cerita dan deket. Apalagi kita udah lama deket bahkan sebelum deket sama Sesil, ya kan ?" Jelas Jason sambil terus memegang tangan Nora, meyakinkan kepada sahabatnya itu bahwa rahasianya ini hanya mereka berdua yang tahu.


Nora tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Saat Jason memegang kedua tangannya, seketika aliran darahnya lancar dan jantungnya berdegup kencang. Nora tak pernah merasakan hal ini sebelumnya, ditambah lagi Jason menatapnya dengan tatapan serius.


Nora tersentak kala Jason memegang kedua bahunya dan sedikit menggoyangnya.


"Apaan si bocah gila!! Pegang-pegang segala lo! Haram tau gak! " Sahutnya sewot.


Nora berfikir apa dirinya juga merasa jatuh cinta. Apakah Jason jatuh cinta pada dirinya. Namun, Nora menepis fikiran itu karena teringat akan janji mereka berdua yang tak akan saling mencintai dan akan tetap terus menjadi sahabat.