CLAUDIA

CLAUDIA
HAMPIR CERITA



Nora menggelengkan kepalanya, "Bukan itu."


"Loh, terus kenapa?"


"Aduuh.. Intinya susah deh ngejelasinnya!!" Racau Nora.


Nora bingung menjelaskan kepada Claudia bahwa dirinya lah yang di sukai oleh Jason. Cinta pertama Jason adalah Claudia.


"Kenapa si ra? kamu belum mau cerita ya?"


Nora mengangguk cepat agar Claudia berhenti bertanya tentang Jason dan perasaannya lagi.


"Haaahhhh.... Capek banget gue nyariin kalian, ternyata disini!! Kenapa gak ngasih tau gue sih, liat!! udah jam berapa ini. Kita butuh istirahat tau!! ini udah jam pulang ra, Clau, lagian lo kemana aja si ra?? tumben-tumbenan ngilang, kaya bocah lo!!" Omel Sesil kepada kedua temannya dengan nafas tersengal-sengal.


Nora menutup kedua telinganya, sementara Claudia hanya tertunduk tak berani menatap mata Sesil yang sedang naik pitam.


"iiih!!! jangan tutup kuping lo ra, gue lagi nanya sama lo!!" Bentak Sesil.


Tiba-tiba saja Jason datang entah darimana.


"Ada apa ni? kenapa ribut-ribut sil?" Tanya Jason.


Nora melirik Jason, Claudia tersenyum melihat keduanya saling bertatapan.


"Eheem..." Claudia sengaja membuyarkan tatapan mereka berdua.


"ini nih, si Nora. Gue tanyain malah tutup kuping, kesel banget deeh ah!!" Rengek Sesil.


"Yaudahlah, besok aja lagi nanyanya. Sekarang kita pulang aja, istirahat. Gue juga capek ni nyariin Nora dari tadi." Ujar Jason.


"Nah denger tu ra!! Jason ngomel juga kan? gak gue aja yang ngomel!!" Oceh Sesil.


"Udahlah, ayok balik!!" Jason berjalan lebih dulu ke arah parkiran.


Nora, Sesil dan Claudia berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.


"Kamu pulang naik apa ra?" Tanya Claudia.


"Biasalah, angkutan umum." Jawabnya.


"Udah jam segini mana ada angkutan umum ra!! Udah lo bareng gue aja deh!! " Ajak Sesil dengan sediit tensi.


"Beneran ni sil, Nora boleh pulang sama kamu? " Tanya Claudia ragu, sebab melihat respon Sesil yang masih kesal pada Nora.


"Beneran lah Clau, hati gue ini masih imut-imut dan baik yachh,, jangan fikir gue ini monster!!" Jawabnya dengan gaya centil.


Claudia tersenyum, syukurlah kalau Sesil mau memberikan Nora tumpangan.


"Enggak kok sil, mana mungkin aku berfikir gitu. Kamu kan peri cantik yang sangat gumuss..." Puji Claudia.


"Eleeh,, lagu lama!!" Sahut Sesil.


Claudia dan Nora tersenyum tipis melihat tingkah lucu temannya itu. Meski Sesil sedang marah dan cerewet dia tetaplah cewek mentel yang lucu.


Sesampainya di depan gerbang sekolah, mata Claudia langsung tertuju pada ibunya yang sudah menunggu lama disana dengan sepeda motornya.


"Noh, liat tu!! Nyokap lo pasti udah nunggu lama banget!! Siap-siap deh lo Clau, kena omel sama nyokap lo hehehe..." Ledek Sesil ada Claudia sambil menunjuk ke arah bu Melda.


"Hehe,, iya ni pasti ibu ngomel deh. Yaudah, aku balik duluan ya sil, ra!! " Ujarnya pamit.


"Oke, bye Claudia cuaantik!!" Jawab Sesil riang.


"Bye juga Sesil yang gumusss!!!" Sahut Claudia memonyongkan bibirnya manja ke arah Sesil.


"iiiih,,, gumuss banget si Clau, cantik deh!!" Puji Sesil manja.


Claudia tertawa melihat respon Claudia, ia pun berlari mendekati bu Melda.


Nora tampak diam dan tak menggubris percakapan kedua temannya. Sesil manyun sambil mengerutkan dahinya heran melihat sikap aneh sahabatnya itu.


"Woy!! diem bae lo!!" Sesil mengejutkan Nora.


Nora seketika terkejut dan melanjutkan perjalanan mereka tanpa menjawab teguran Sesil.


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka berdua. Sesil pun membuka pintu mobilnya, masuk dan duduk di dalam. Di tatapnya Nora yang sedang melamun, tak masuk ke dalam mobil.


"Mbak Nora gak ikut non?"Tanya sopir pribadi Sesil yang sudah mengenal Nora sejak mereka berdua menjadi teman akrab.


"Ikut pak, tau deh ni bocah malah diem aja disitu!!" Ujarnya kesal.


"Coba non kejutin, biar sadar. Kayanya mbak Nora ngelamun deh non!" Ucap Sopir tersebut.


"Iya juga ya, padahal tadi udah saya kejutin loh pak!! gak tau kenapa ni bocah dari tadi diem mulu, ngelamun mulu!! Buat ribet incess aja deeh aahhh!!!" Ucap Sesil dengan centilnya.


Sesil pun kembali turun dari mobil dan mengajak Nora masuk ke dalam mobil miliknya.


"Raaaaaaa!!!!!" Jerit Sesil tepat di telinga kanan Nora.


Sontak Nora terkejut bukan main dan refleks menutup kupingnya.


"Apaan sih Sesil !! Peka kuping gue nanti !!" Bentak Nora kesal.


"Ya elo dieeem terus dari tadi !! Kenapa sih lo? lagi mikirin apaaa??" Tanya Sesil yang juga ikut kesal.


Nora menggelengkan kepalanya. Sesil menghembuskan nafas kesal karena Nora tak bercerita apa-apa padanya.


"Yaudah deh, masuk!!" Ajak Sesil setelah menaiki mobilnya.


Tanpa menjawab apapun, Nora masuk ke dalam mobil Sesil. Sesil menatap intens Nora, Namun ia sama sekali tak menyadari hal itu. Sesil menerka nerka dalam hatinya tentang keadaan Nora yang tak biasa.


Di sisi lain~


"Kamu kemana aja si sayang? Kok tadi lama banget keluar dari kesalnya, hmm?" Tanya ibu sambil mengendari sepeda motornya menuju rumah mereka.


"Iya maaf bu, tadi Claudia sama yang lainnya nyariin Nora."


"Loh, memangnya Nora kemana?"


"Tadi kita bertiga nyarinya mencar gitu bu. Clau nyari di perpustakaan, eh ternyata bener bu Nora di perpus . Clau sampe terpeleset loh di tangga."


"Kok bisa kepeleset? Kamu gak hati-hati ya sayang? buru-buru kamu?" Bu Melda mengajukan pertanyaan berkali-kali.


"Ibuuu,, satu-satu nanyanya." Rengek Claudia.


"Hehe... iya-iya. Yaudah, jawab dong pertanyaan ibu tadi. Jadi kamu gak kenapa-kenapa kan? gak ada yang luka kan?" Bu Melda malah menambah pertanyaannya membuat Claudia cemberut.


"Ya ampun ibuu!! malah di tambahi petanyaannya."


"Hehehe... ibu kan khawatir sama kamu." Jawab bu Melda.


Senyum Claudia kembali terulas di bibirnya, " Tadi Clau emang buru-buru bu. Karena perpustakaan udah mau di tutup jadi Clau lari deh, takut habis waktu nanti malah di kunci di perpustakaan. Clau cuma memar sedikit di lutut bu, tapi gak kenapa-napa kok yang penting Nora udah ketemu."


Bu Melda menarik nafas lega, "Hahhh.... Syukur deh kalo gak kenapa-napa. Nanti ibu obati memarnya ya, biar gak terlalu sakit."


"Iya bu."


"Eh, sayang!!"


"Ya bu, kenapa?"


"Apa Nora ada masalah ya, sampai menyendiri di dalam perpustakaan?" Bu Melda bertanya penasaran.


"Clau si gak tau bu. Tapi, tadi.." Clau menggantungkan ucapannya.


"Tadi kenapa sayang? ada apa?" Ujar bu Melda penuh tanya.


"Oh, gak kenapa-napa kok bu. Tadi Nora baca komik seru banget bu di perpus, hehe..." Sahut Claudia berbohong.


"Ooh, ibu kirain kenapa. Kamu kan juga suka baca komik, cocok berarti kamu temenan sama Nora sayang."


"Hehe.. iya bu."


Tak berselang lama, mereka pun sampai di depan rumahnya.