CLAUDIA

CLAUDIA
Claudia



Dengan langkah mantap dan wajah tegas,Claudia melangkah masuk ke arah lift khusus.Tentu hal itu mengundang banyak tanya dalam pikiran mereka,saat pertama kali Claudia datang menemui direktur mereka menebak nebak siapa gerangan gadis berwajah campuran itu.


Sebagian orang memilih bersikap acuh toh itu bukan urusan mereka sekali pun gadis itu simpanan direktur dan sebagian lagi menduga duga sugar baby kah?seorang penggoda?atau orang dari perusahaan lain?lebih parahnya pemimpin baru mereka mungkin?Entah lah hanya waktu yang akan menjawab


Saat sampai di lantai 15 Claudia langsung memasukki ruangan tapi ruangan itu kosong tidak ada mahkluk hidup.


"Di mana tuan Emerald?" tanay Claudia dingin


"Emm itu anu kata tuan hari ini dia akan datang nanti karena ada urusan di rumah" jawab seorang gadis berusia sekitar 25 tahunan dengan gugup,Vivi


Vivi sekalipun lebih tua dari Claudia tak di pungkiri aura Claudia membuat nyalinya menciut apalagi gadis itu yang akan jadi direktur dan CEO baru di perusahaan ini.Lebih membuat Vivi ketar ketir lagi gadis ini adalah putri sah dan satu satunya anak perempuan di keluarga besal Emerald.


Takut menyingung Vivi menjamu Claudia,Claudia hanya menikmati jamuan itu,dia sibuk meneliti berkas yang berisi pengeluaran dan pemasukkan perusahaan.Dia harus membaca seksama mencari apa ada kecurangan di perusahaan miliknya.


Claudia membaca berbagai berkas yang ada di atas meja CEO,tampak Claudia tersenyum sinis.Begitu banyak berkas dan masalah di perusahaan dan papa Prans dengan enteng bilang nanti dia akan datang.Pantas saja perusahaan yang di dirikan Clausia susah payah tidak berkembang dan berdiam di tempat,lah pemimpinnya sana seenaknya.Sepertinya Claudia perlu melakukan pengamatan kinerja karyawannya,takutnya ada tikus


Bosnya saja seenak jidatnya lah apalagi karyawan,Claudia pun menelpon asisten pribadi Clausia yang sudah menjadi asistennya,Jeo.


"Halo bang lo di mana?" tanya Claudia sekedar basa basi


"Di kampus napa lo?"


"Gue perlu ke temu sama lo" jawab Claudia to the points


"Oke,nanti ke temunya di mana jam berapa?"


"Di perusahaan A.Y dan soal jam sesuai jadwal lo aja,nanti calling kalau udah sampe"


"Hmm,kalau gitu gue matiin"


Tut tut


Claudia memijat keningnya,kepalanya pusing dengan masalah perusahaan.Seharusnya dia tidak pergi ke AS dan langsung ambil alih perusahaan.Masalahnya jadi runyem tiba tiba dia teringat sesuatu dan kembali otak atik ponselnya


"Napa nelpon?"


Mendengar pertanyaan yang dingin itu membuat Claudia diam sejenak,menaikkan kaki kanannya di atas kaki kiri dan tanggannya mengetuk meja


"Paan?"


.


.


.


"Dimana dia?"


"Nona ada di dalam tuan" jawab Vivi sopan


Papa Prans yang mendengar kabar Claudia datang ke perusahaan langsung meninggalkan Cassy di rumah dan tergesa gesa ke sini.Papa Prans tak mengira kedatangan Claudia,setelah merapikan jasnya sejenak papa Prans memasukki ruangan CEO dengan muka ramah


"Kenapa gak telpon papa kalau datang ke sini?" tanya papa Prans lembut


Claudia yang sedang duduk di kursi CEO mendongakkan kepalanya dan tersenyum


"Papa kemana?Kok kata asisten papa,papa ada urusan?" tanya Claudia beranjak dari duduknya mendekati papa Prans yang duduk di sofa


"Papa---"


"Kak Langit dan Kak Hansa sekolah,mama sedang ke salon.Terus urusan apa yang ada di rumah?" tanya Claudia sinis


"Aku tebak papa lagi manjain Cassy kan"


Claudia langsung melempar pernyataan tampa mendengar pembelaan,dia tau pasti papanya sedang memanjakan Cassy karena saat dia iseng bertanya di mana Cassy.Dan mendengar kabar Cassy izin karena sakit,Ck ck ck tentu Claudia tau Cassy berbohong dan Claudia kesal karena Cassy bersikap seenaknya di sekolah miliknya


"Clau--"


"Gak perlu bela diri pa" potong Claudia dingin


Claudia langsung melempar sebuah berkas,papa Prans memeriksa berkas itu dan seketika wajahnya pucat dia tak menyangka Claudia langsung menemukannya secepat ini.