CLAUDIA

CLAUDIA
APA INI YANG NAMANYA CINTA?



"Ciee,, beneran ni yee..." Ejek Nora pada Jason yang sudah berada diuar UKS.


"Hahaha.... " Tawa Sesil dan Nora puas melihat Jason yang salah tingkah, pergi meninggalkan mereka.


...----------------...


Jason berada di lapangan bola basket sendirian...


"Gue kenapa si, Arrgggg." Ucapnya geram sambil melemparkan bola ke dalam ring basket.


"Woi, Jes napa lo? " Tanya salah seorang temannya yang juga anggota basket.


"Gila gue." Jawab Jason asal.


"Hahaha,, Gila kenapa si bro? Duduk dulu, duduk! ". Ucap temannya itu sambil merangkul Jason dan mengajaknya untuk duduk di kursi tempat beristirahat. Jason pun mengikuti temannya itu.


"Coba lo ceritain bro, lo lagi kenapa? " Tanya temannya sambil menepuk pundak Jason dua kali.


"Bingung gue mau mulai dari mana! " Sahutnya.


"Santai ae Jes, pelan-pelan ae lah." Ucap temannya santuy.


"Jadi gini bro, lo tau kan Claudia anak baru yang dua hari lalu di ganggu sama genk the girls?" Tanya Jason pada temannya.


"Hmm.. yang putih, mulus, cantik dan imut-imut itu kan?" Jawabnya dengan jujur.


"Hmm..." Jason hanya menjawab demikian.


Hatinya merasa tak terima Claudia di puji laki-laki lain. Entah mengapa Jason menjadi malas melanjutkan percakapan dengan temannya itu. Mood nya jadi berantakan setelah mendengar Claudia di puji oleh temannya.


"Kenapa bro, emang kenapa sama dia? " Ceplos temannya sambil menyikut Jason.


"Gak kenapa-napa." Sahutnya sedikit jealous.


"Lah napa lo bro? Oh, atau jangan-janga lo suka ya sama dia? " Tanya temannya sambil menerka-nerka.


"arrghhh,,, Gak tau gue." Sahutnya kes sambil mengacak rambutnya.


Jason berdiri meninggalkan temannya yang masih bingung dengan respon Jason.


"Lah,, Jes lu napa si? Woi!! " Jeritnya dari lapangan, Jason sudah berlalu meninggalkannya.


Jason tak menggubris temannya yang memanggil dirinya. Ia terus fokus berjalan ke arah kelasnya.


"Waah, emang gila beneran kayanya tu anak! " Ucapnya sendiri sambil melihat kepergian Jason dari jauh.


...----------------...


Sesampainya di dalam kelas, Jason langsung duduk di kursinya. Saat itu kondisi kelas masih sepi, hanya Jason yang berada disana. Sesekali ia melirik ke arah kursi Claudia, hatinya sedang mengkhawatirkan sosok wanita cantik itu dan otaknya tak berhenti memikirkan Claudia. Tampak raut wajah Jason yang frustasi, tak mengerti tentang kegundaan hatinya. Ia mengacak rambutnya sembarang.


"Apa ini yang namanya jatuh cinta? " Gumamnya menatap langit-langit kelas.


~


"Ayang, kamu udah maem? " Tanya Claudia manja pada Jason sambil mengelus lembut rambut Jason yang tengah rebahan di pahanya.


"Belum ni, ayang udah maem belum? " Tanyanya kembali. Claudia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Jason.


"Maem bayeng yuk!!" Ucapan Jason terdengar manja dan terkesan lucu.


"Hahaha,, ayang ih ngomongnya yang bener yang, gemess deeh !!!" Gelak tawa keluar dari mulut Claudia, ia mencubit pipi Jason sedikit kuat.


"Aduuh ayang, sakit !!" Jawab Jason. Refleks ia terbangun dan menatap Claudia dengan tatapan memelas ingin di manja.


"Uluh uluh uluh,,, Kaciannya ayang aku, sini aku cium pipinya." Ujar Claudia menghibur Jason.


"Emmmmmm...... Jadi cium gak ya? " Ucap Claudia ragu-ragu. Claudia berdiri dan melangkah pergi dari Jason


"ih, ayang jahil banget ya. Awas aja ya, aku kejar ni ayang! "Sahut Jason sambil berlari kecil mengejar Claudia.


"Hehehe.... ayang !!" Tawa Claudia lepas kala itu.


"Awas ya ayang!! " Ucapnya sambil tersenyum pada Claudia.


~


Jason tak menyadari dirinya sudah larut dalam lamunan hingga tak menyadari jam istirahat telah usai. Semua murid sudah masuk dalam ruang kelas masing-masing begitu juga dengan Genk The Girls serta Sesil dan Nora.


Nora dan Sesil yang melihat sahabatnya tersenyum-senyum sendiri sambil menatap langit-langit kelas, merasa heran. Sesil tertawa kecil, Nora pun menggelengkan kepala saat melihat itu.


"Napa temen lo Nor? " Tanya Sesil pada Nora.


"Eeh kupret, temen lo juga ini." Jawabnya.


Sesil tertawa mendengar ucapan Nora, " Iya deh. Hello Jason !!" Panggil Sesil sambil melambai lambaikan tangannya tepat di depan wajah Jason, namu Jason sama sekali tak sadar.


Tampak dari sudut kanan, Riana memperhatikan tingkah aneh Jason hari ini. Riana sedikit curiga dengan keanehan Jason, ditambah lagi Jason yang acapkali terlihat mencuri pandang pada Claudia. Riana cemburu pada Claudia, ia merasa tersaingi. Riana memicingkan mata tak senang melihat tingkah Jason itu.


Awas aja lo anak baru !! Gue gak akan biarin Jason jatuh hati sama lo !! (Ucap Riana dalam hati)


"Woi !!" Kejut Nora.


Jason tersentak dan langsung gelagapan saat itu, ia merasa malu sekali dan tak tahu harus berbuat apa. Sontak Riana pun ikut terkejut, ia langsung melihat ke arah Jason dan teman lainnya. Riana mengira Nora membentak dirinya, namun ternyata dugaan Riana salah, Nora justru sedang mengejutkan Jason.


Semua murid di dalam kelas menertawakan Jason. "Hahahahaaha....."


"Baru kali ini gue liat Jason kaya begitu! Hahahha, langkah ini mah,harus di abadikan!! " Ujar seorang siswa dari kursi belakang paling pojok sebelah kiri sambil merogo saku celananya.


"Diem lo !!" Bentak Nora tak suka melihat sahabatnya di ledek, meskipun dirinya suka mengganggu Jason.


Murid tersebut tersentak diam dan tak berani berkutik setelah di bentak Nora, diikuti murid lain yang diam. Suasana kelas seketika menjadi senyap.


"Lo kenapa si? " Tanya Nora pelan, menatap Jason dengan perasaan bingung.


Saat itu guru pelajaran selanjutnya tidak masuk, jadi para murid masih bebas berbicara dan melakukan kegiatannya masing-masing dengan santai. Nora pun jadi bebas bertanya pada Jason.


Jason menggeleng, "Gue gak tau, gue gila Nor. Gila gue !!!" Ucapnya menjawab pertanyaan Nora.


"Eh, sadar lo!!" Ucap Nora sedikit membentak sambil menampar pipi kanan Jason.


"Aduuh, sakit gila! " Bentak Jason, kesakitan. Jason mengelus pipinya pelan, tampak bekas merah disana.


"Nor, santai aja kali Nor ! Bisa kali nanyanya gak pake kekerasan begindang". Ucap Sesil yang sedikit terkejut melihat Nora yang menampar pipi Jason serta meninggalkan bekas merah disana.


"Kesel gue sama si kampret ini." Ujarnya dengan kesal.


Sesil tertawa kecil, " Lagian lo kenapa si Jes? gue nanyanya baik-baik ni, gak main kasar kaya Nora." Sesil bertanya dengan santai.


Sementara Jason tak menjawab pertanyaan Sesil, dia hanya diam dan menunduk.


"Apa gue jatuh cinta? " Gumamnya.


Refleks Sesil dan Nora menatap Jason yang masih tertunduk dengan kedua tangan yang menutupi wajah tertunduknya itu.


"Apa Jes? lo ngomong apa? " Ucap Nora dan Sesil serempak. Mereka saling menatap satu sama lain kala mendengar ucapan mereka yang bersamaan.


"Apasi kalian berdua, ganggu aja. " Ucap Jason. Ia mengangkat kepalanya menatap kedua teman karibnya itu sambil menaikkan satu alisnya.